Minggu, 30 November 2008

Just Another Blessed Day

Hari ini aku merasa terberkati sekali lagi... minggu kedua obsgin terlalui sudah... aku akhirnya bisa juga melakukan pemeriksaan Leopold dan DJJ pada ibu hamil... meskipun aku belum bisa ngitung berapa DJJ nya dalam satu menit... masih perlu banyak latihan nih... thank God, hari ini jaganya dapat dokter residen yang baik hati dan nggak galak.... aku diperbolehin untuk periksa pasien meskipun cuma satu kali... sayang aku sampai sekarang belum dapat juga pengalaman nolong persalinan... yah, mungkin minggu depan ini din Sleman aku bakalan dapat pengalaman nolong partus... semoga dapat dokter dan bidan yang ramah2, nggak galak, nggak nggigit... hehe... emangnya Jabrik, si tukang gigit nomor satu... nggak ding, becanda...

Minggu depan aku dapat tugas di RSUD Sleman bareng Aryo, Rasco, n Tike... mmm, bakalan gimana ya situasinya? Sepertinya bakalan asyik2 aja tuh... sebab Tuhan selalu menyertaiku dan menolongku, memimpinku dan membimbingku....amin... pokoknya prinsipnya adalah segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku... jadi, nggak perlu khawatir bin cemas karena kesusahan sehari cukuplah untuk sehari... aku mau pikul kuk yang Tuhan pasang karena kuk yang dipasangNya itu enak dan bebanNya pun ringan... apa lagi ya? O iya, aku akan bersukacita senantiasa karena sukacita dari Tuhan itulah kekuatanku... so, don't worry, be happy... hehe...

Minggu depannya lagi aku akan ke Cilacap bareng Ais, Hafizz, sama Tike... senangnya, dunia ini indah ya God... hehe...

Selasa, 25 November 2008

Mukjizat Itu Nyata, Aku Lulus... Thank God!!!

Aku sungguh bersyukur kuadrat... aku mendapat berkat doble portion dua hari ini, minggu kedua di stase obsgin... Akhirnya aku lulus ujian OSCE interna!!! Sungguh tidak dinyana dan tidak terkira!!! Aku nggak tahu harus bilang apa... semua ini karena mukjizat Tuhan Yesus... mukjizat itu memang sungguh nyata... aku padahal cuma berusaha semampuku dan berserah total sama Tuhan Yesus... ternyata mukjizat itu masih ada... Syukur Haleluya!!!

Terima kasih Tuhan
untuk berkat karuniaMu
sungguh tak terbayangkan
apa yang Kauberikan untukku
aku sungguh bersyukur padaMu
Engkau sungguh baik padaku
Ini aku, Tuhan...
terimalah ucapan syukurku
demi nama Tuhan Yesus
aku berdoa dan ucap syukur
Haleluya...
Amin...

Masa Depanku Aman di Tangan Tuhan

Selamat pagi semuanya...
Saat aku menuliskan entry ini, aku sedang terbangun dini hari di ruang koas bangsal obsgin RS sardjito yang cool dan adem... Aku habis follow up satu pasien yang harus dimonitor ketat... syukur sama Tuhan aku dapat residen yang baik hati dan tidak sombong yaitu dr. Vidia, aku bahkan sampai ditraktirnya makan malam nasi goreng di depan rumah sakit lho... baik banget ya... kiranya Tuhan Yesus memberkati dr. Vidia ya... hehe...
Aku sudah memasuki minggu kedua stase obsgin yang masih campur aduk rasanya, tapi overall aku sedikit merasa enjoy karena masih belum terlalu capek dengan kegiatan2nya, masih bisa kuikuti dan kuhandle kok... Semuanya karena anugerah dan kasih karunia Tuhan Yesus saja sehingga aku masih bisa survive sampai sekarang...
Kalau ditanya besok setelah lulus jadi dokter mau ke mana, aku masih belum bisa menjawab dengan pasti, tapi aku merasa lebih tenang karena aku percaya dan merasa lebih yakin sekarang akan masa depanku yang aman di tangan Tuhan... aku percaya bahwa kalau tiba saatnya nanti, aku pasti ditempatkan pada tempat yang paling tepat sesuai dengan proprosiku, entah menjadi dokter klinis atau tidak... prinsipnya, I am flowing in the go aja, ngalir bersama Tuhan aja... yang penting adalah aku tetap berada dalam jalurnya Tuhan aja... gitu aja kok repot, hehe.... Untuk sementara ini, aku hanya berfokus pada pembentukan karakter aja dulu supaya nanti kalau tiba waktunya, aku sudah siap dan terbentuk dengan sempurna... nggak muluk2 kan?

Ya Tuhan...
ini aku dengan segala yang ada padaku
aku datang kepadaMu
di hadiratMu yang kudus
untuk menyerahkan seluruh hidupku
sebagai persembahan yang hidup
yang kudus dan yang berkenan
kepadaMu...
aku mau berubah dan berbuah
seturut kehendakMu
sesuai rencanaMu
supaya namaMu dimuliakan
di bumi seperti di surga
pakai aku sesuai dengan kehendakMu
terima kasih ya Tuhan
demi nama Tuhan Yesus aku berdoa
dan mengucap syukur
Haleluya
Amin...

Minggu, 23 November 2008

Mimiel Chronicles bagian 11

Memasuki kembali gerbang Nevaeh yang berbentuk mutiara raksasa, Mimiel merasa tegang bercampur dengan semangat karena mengingat pertemuannya dengan Grace yang sangat mengesankan. Entah apa nanti yang akan dikatakan oleh Big Boss akan keteledorannya membiarkan Grace melihat dan bercakap-cakap dengan Mimiel. Kalau pun harus dibuang keluar Nevaeh seperti yang pernah dialami oleh sang sesepuh Luciel yang akhirnya berganti nama menjadi Lucifer, Mimiel merasa itu semua layak untuk diterimanya. Apa pun yang bakalan Mimiel hadapi nanti, Mimiel cuma pasrah dan berserah saja sama Big Boss. Keputusan Big Boss adalah keputusan yang paling adil. Tidak pernah sekalipun Mimiel meragukanNya.

"Mimiel, BIg Boss menunggumu...", seru seorang malaikat penjaga ruangan sesaat ketika Mimiel telah sampai di pelataran. Yah, apapun yang terjadi, terjadilah. Mimiel pun menghadap The Big Boss.

"Bagaiamana, Mimiel?" sapa Big Boss dengan penuh wibawa tapi sangat lembut dan ramah.

"Tugas telah hamba laksanakan, Tuanku, tapi hamba telah gagal dalam satu hal..." jawab Mimiel dengan penuh kerendahan hati.

"Ya, Aku tahu... Kau telah secara tidak sengaja bertemu dengan Grace di dalam mimpinya..." seru Big Boss dengan nada memaklumi.

"Ampuni hamba, Tuanku, hamba layak dihukum," seru Mimiel sambil bersujud di hadapan Big Boss.

"Merupakan tugas dan tanggung jawab malaikat untuk melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Karena engkau telah melakukan kesalahan, meskipun secara tidak sengaja, engkau harus menerima hukuman. Tapi karena engkau telah bersikap rendah hati, engkau menerima pengampunan dariKu. Berdirilah, Mimiel!" kata Big Boss dengan penuh kuasa.

Mimiel berdiri. Ia siap menerima hukuman apa pun itu dari Big Boss.

"Hukuman atas kesalahanmu adalah engkau untuk sementara waktu tidak akan bertemu lagi dengan Grace. Tugas sebagai malaikat pelindungnya untuk sementara waktu ditangguhkan. Ingatan Grace dalam mimpinya ketika ia bertemu denganmu akan dihapus, sehingga Grace sama sekali tidak akan mengingatmu. Sampai waktunya tiba untuk melindungi Grace, engkau harus mempelajari kembali dasar-dasar pelayanan sebagai malaikat pelindung di bawah bimbingan malaikat pelindung seniormu. Sekarang, kembalilah ke tempat latihanmu, Mimiel... rahmatKu besertamu."

Mimiel pun kembali ke tempat biasa ia berlatih dengan perasaan yang campur aduk, antara lega karena tidak dibuang keluar dari Nevaeh dan kecewa karena tidak dapat berhubungan dengan Grace.

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan di Mimiel Chronicles selanjutnya...

Sabtu, 22 November 2008

Surat Jadulku Yang Lucu dan Konyol

Huehehehe... aku ketawa kepoyoh-poyoh saat membaca-baca kembali surat jadul yang pernah aku tulis buat ibuku dulu waktu aku masih SD... ceritanya nih, Yoyo sedang bongkar2 gudang dan menemukan 'harti karun' yang wah... ternyata isinya bermacam2 benda jadul seperti surat2 (hayo, kapan terakhir anda kirim2 surat?), buku2, dan beraneka macam benda jadul yang penuh kenangan... Suratnya tertulis tanggal 6-5-91, waktu aku kelas 2 SD, waktu ibuku lagi tugas di Soroako, dan ditulis dengan tulisan yang besar2 rapi khas anak kecil... mau tahu gimana isi suratnya? Ini dia... awas, kalo anda yang baca sampai terpingkal-pingkal juga, jangan sampai terkencing-kencing ya... hehe...

Halo bu...?
Gimana kabarnya?
Baik-baik saja, bu...?
Bu... Mimi pianonya buku yamaha sampai nomer 3, metode sampai kumbang air, berloncat-2 tan, dan kupu-kupu bu...
Dan orgenya step 2 sampai esemble.
Eh bu... Mimi hampir lupa.
Ibu pulangnya kapan sih..?
Eh, Mimi kenal Rudolfo..?
Ada lho... Temannya mbak Tini yang bernama Yanto...
Itu mukanya seperti Rudolfo lho bu...
Dan uh... Mimi tadi bahasa Indonesia dapat nilai 6.
Dan sekarang Yoyo sudah mulai kencing di kamar mandi.
Tetapi sayang sekali...!
Yoyo kencingnya tidak pernah cebok lho bu...
Oh iya... Mimi hampir lupa..!
Kok rumah sakitnya besar..?
Nanti kalau kesambar petir lho...
Kan nanti bisa kebakaran kan..?
Dan orangnya bisa mati ya...?
Oh iya... Mimi hampir lupa...!
Kan di sana ada penangkal petir kan..?
Kalau tidak, uih...!
Kebakar ya bu...
Dan besok harus dibalas ya..?
Jangan lupa peringatank ya bu...?
Sudah dulu ya bu..?

Terima kasih...


Penulis,

(Mimi)

Hehe... gimana? Lucu tidak?

Jumat, 21 November 2008

Terinspirasi Laskar Pelangi Nih Ceritanya

Habis selesai baca novel Laskar Pelangi nih... kesannya... wow, keren... ternyata ada juga penulis Indonesia yang jiwanya sangat optimistis dan tidak melulu bercerita tentang kisah cinta yang termehek-mehek atau yang dangkal... aku jadi tertantang untuk menuliskan sendiri cerita2ku dengan lebih keren lagi... kalau si Andrea Hirata aja bisa, kenapa aku enggak? Hehe... untuk sementara ini baru proyek narsis yang bisa kukerjakan mengingat kesibukan koasku yang seabreg tidak memungkinku menulis lebih banyak lagi... eh, sebenarnya mungkin sih, cuma terkendala pada ide dan inspirasi aja... harus lebih banyak berdoa nih, dan meninggalkan kebiasaan burukku yang satu itu... hehe....

Rencanya, sampai setahun ke depan, aku akan terus mengerjakan proyek narsisku yaitu Princess Mimi's Diary II... terus, aku pingin nyoba bikin biografi kakek sama nenekku sendiri... coba dulu, kalau bagus, bisa dilanjutkan dengan menuliskan yang lain... hehe... terus nyoba bikin novel deh... ah, impianku ini... semoga nggak terlalu muluk ya...

Senin, 17 November 2008

Aku Akan Bersukacita Senantiasa

Hari ini hari pertama aku stase obsgin. Kesannya? Wuih, masih belum bisa bilang apa2... tapi dah mulai kebayang capeknya... hehe... belum apa2 kok dah mikirin yang nggak enak... aku harus lebih banyak berpikiran positif nih... harus lebih banyak bersukacita nih... supaya nggak mendem sendiri... iya deh, aku akan bersukacita... bersukacita dalam Tuhan Yesus tentu saja... gimana ya caranya? Aku akan mulai dengan memikirkan hal2 yang menyenangkan dulu aja... nggak ada lagi waktu untuk memikirkan hal2 yang tidak menyenangkan.... Nggak peduli apa yang aku hadapi nanti, mau secapek apapun, aku mau bersukacita dan terus bersukacita... ini komitmenku...

Ya Tuhan...
aku memerlukanMu
untuk membuatku bersukacita
senantiasa
karena tanpaMu
aku tidak mampu
bersukacita
beri aku alasan
untukku bersukacita
di dalamMu

aku ingat selalu, Tuhan
bahwa Engkau sudah
menebusku dengan darahMu
yang mahal tak terkira
dan Engkau juga
memanggilku sahabat
kurang apa lagi coba

oleh karena itu Tuhan
aku akan bersukacita
senantiasa
dengan selalu mengingat
akan perbuatanMu
yang nyata dalam hidupku
terima kasih Tuhan
amin...

Jumat, 14 November 2008

Merasa terberkati

Merasa terberkati...
Setelah membaca
Tulisan-tulisan yang aku buat
Sepanjang perjalanan
Mengarungi rimba raya ini

Merasa terberkati...
Saat menunggu dengan sabar
Kedatangan seorang teman
Untuk maju bersama-sama
Melanjutkan perjalanan

Merasa terberkati...
Karena kurasakan
tangan kasih Tuhan
Yang setia menopang
Sepanjang perjalanan

Terima kasih ya Tuhan...
Untuk hari ini...
Aku merasa terberkati...

Karya Pikir

Tuhan, aku tidak mampu
Aku tidak mampu menuangkan ide-ideku
Dengan bahasa yang baik dan cerdas
Sungguh tidak mudah rasanya
Tapi aku tidak mau menyerah
Aku tidak mau berhenti di sini
Aku akan terus berusaha
Mengasah batin mempertajam otak
Untuk kemudian kuramu apa saja
yang ada dalam benakku ini
menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati
pertama dan yang terutama oleh diriku sendiri
baru kemudian aku izinkan orang lain
untuk turut menikmatinya bersama-sama
Tidak lupa aku akan Engkau, Tuhan
Semuanya aku persembahkan kepadaMu
mulai dari awal, pertengaham, hingga akhirnya
Karya itu pun tercipta...

Kamis, 13 November 2008

Capeknya Ngerjain Proyek Narsis Jilid Dua

Capek juga ngerjain proyek narsis jilid dua... Beda dengan proyek narsis jilid satu (Princess Mimi's Diary) yang cuma 25 halaman dan semangatnya euforia banget, proyek jilid dua ini terasa melelahkan dan lebih banyak keluh kesahnya karena ditulis dalam kondisi yang "normal2 saja", alias biasa2 saja, nggak terlalu euforia seperti yang sebelumnya. Semoga nggak terlalu membosankan ya. Aku sangat berharap karya kedua ini dapat memuaskan seperti karya pertama. Yang jelas, halamannya jauh lebih tebal karena waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya adalah satu setengah tahun, bersamaan dengan waktu menjalani koas. Beda dengan karya pertama yang cuma dua bulan... Hehe... Kita lihat saja nanti gimana hasilnya, tahun depan...

Hari ini aku habis beli buku2 penting dan nggak terlalu mendesak untuk persiapan masuk stase obsgyn dan untuk menemaniku di waktu luang atau lagi suntuk... Bicara soal buku, aku perlu membaca lagi Bible ku supaya aku nggak mudah terombang-ambing... aku sadar, aku kurang banyak baca Bible... hehe...

Sudah ah, aku sudah kehabisan ide untuk dituangkan... plus faktor kecapekan nulis proyek narsis...

Rabu, 12 November 2008

Rencana Hari Ini: Nonton Movie Box Bareng, Horeee...

Hari ini sebenarnya aku mau ngurus nilai Mata, tapi berhubung teman2 sekelompok koas sedang ngajak aku untuk nonton movie box bareng2, yah dengan senang hati aku undur rencanaku ngurus nilai Mata menjadi besok pagi... hari ini aku mau konsentrasi bersenang-senang dengan teman2 yang jarang aku sambangi... God, bless me please...

Selamat pagi Bapa
hari ini aku semangat
menyambut pagi yang baru
pagi yang indah
hanya bersamaMu
Hari ini
aku mau pergi
bersama teman-temanku
beri aku sukacitaMu
dan keceriaanMu
supaya aku bisa
menikamati hari ini
dengan penuh kegembiraan
bersama teman-temanku
berkati aku Bapa
supaya aku pun
bisa menjadi berkat
buat teman-temanku
ini doa singkatku hari ini
terima kasih Bapa
dalam nama Tuhan Yesus
aku berdoa
dan mengucap syukur
Haleluya
amin...

Selasa, 11 November 2008

Proyek Narsis Berjalan Kembali

Hari ini aku merasa lega karena akhirnya ujian stase interna dengan sistem OSCE terlalui sudah... masih banyak yang aku nggak bisa dan nggak siap, dan sepertinya bakalan ngulang lagi deh... yah, apapun hasilnya, aku merasa bersyukur karena setidaknya sekarang aku punya banyak waktu untuk diriku sendiri (dan Tuhan tentunya)... aku bisa membaca dan menulis apa aja sesuka hati tanpa perlu merasa bersalah karena membengkalaikan tugas dan tanggung jawabku dalam belajar... O iya, mulai hari ini, aku ada kerjaan baru yaitu (lagi2) menulis kembali Princess Mimi's Diary part II. Isinya adalah pergumulanku waktu koas, jadi mungkin akan panjang banget ceritanya karena sampai hari ini masih belum selesai, masih terus berlanjut... Karena koasku masih sampai Oktober 2009, maka target selesai nulisnya adalah Desember 2009... terus rencananya adalah seperti prekuelnya, akan aku jilid dan akan aku bagikan ke ornag2 yang dekat denganku... Kalo bagus dan layaki terbit, akan aku coba untuk masukkan ke penerbit yang sesuai... kalo nggak ada pun nggak masalah, karena bagiku yang terpenting adalah aku punya untuk diriku sendiri... bisa dibaca-baca kapan2 sesuka hatiku... Hehe... narsis, narsis, narsis...

Senin, 10 November 2008

Aku Panik NIh

Duh, belajarku nggak masuk2 nih... padahal besok sudah ujian... karena nggak masuk2 itulah, aku putuskan untuk santai sejenak dengan ngenet yang didominasi oleh kegiatan chatting dan ngeblog... semoga setelah santai2 sejenak, aku bisa konsentrasi belajar dan apa yang kupelajari itu bisa masuk dengan mudahnya... bukannya aku malas atau melarikan diri, aku cuma berusaha untuk nggak nglokro atau patah semangat begitu aja dalam menghadapi ujian besok... padahal aku sudah minum obat racikan karena aku sedang tegang dan lumayan panik lho... ternyata aku masih perlu lebih berserah lagi sama Tuhan...

Tuhan Yesus...
tolong aku please
aku sedang kesulitan belajar
apa yang kubaca
tidak bisa nyantol di otakku
yang cuma segedhe bakpao ini
tolong aku Tuhan Yesus...
berkati otakku ini
supaya bisa diajak kerja sama
mempelajari semua
yang harus dipelajari
menghafalkan beberapa
hal penting dan mendasar
untuk ujian besok pagi
aku nggak mau
gagal tanpa perjuangan
menyerah tanpa berusaha
kalah sebelum bertanding
mati konyol karena nggak siap

Tuhan Yesus...
ini aku dengan segala kekuranganku
aku mau berserah padaMu
khusunya untuk ujian besok
karena aku tahu
aku kurang siap banget
aku cuma mengandalkanMu
tolong aku, Tuhan Yesus...
beri aku ketenangan
supaya aku bisa berdoa
dan belajar dengan baik

Terima kasih, Tuhan Yesus...
ini doaku...
amin...

Thanks For My Mother, O Dear Lord...

Tuhan Yesus... Bapa...
terima kasih ya
buat kesembuhan ibuku
dari vertigonya hari ini
terima kasih ya
akhirnya ibuku boleh pulang
boleh melakukan kembali
aktivitas yang disukainya
yaitu bekerja keras
demi kemuliaan namaMu
di bumi seperti di surga

Tuhan Yesus... Bapa...
kemari aku sempat berpikir dan merenung
bagaimana kalau hari itu juga
Engkau mengambil ibuku
terus aku berdoa sungguh-sungguh
supaya jangan dulu Kau ambil ibuku
karena aku belum siap
untuk ditinggal saat ini
masih ada satu impian lagi
masih ada satu rencana lagi
yang ingin kupenuhi bersama
dengan ibuku sebagai teman
yang mendukung dan menyemangatiku
dengan doa, daya, dan dana
untuk mengguncang neraka
di dunia yang semakin tua ini

Tuhan Yesus... Bapa...
terima kasih ya
Kau sudah dengar dan kabulkan
seruanku yang paling dalam ini
yang tidak mampu kuucapkan
karena begitu sedihnya kemarin
hanya kata-kata dalam hati saja
sekali lagi terima kasih
akan kubalas kasihMu ini
dengan memanfaatkan waktu yang ada
tidak akan kusia-siakan lagi
akan kucari kehendakMu
dan akan kulakukan
dengan segenap hati
karena Engkau begitu sungguh
mengasihiku selalu

Terima kasih, Bapa
Haleluya
Amin

Minggu, 09 November 2008

Family Gathering RS Bethesda

Hari ini rencananya aku dan keluargaku mau ikut acara family gathering keluarga dokter RS Bethesda di rumah makan Morolejar. Hmmm... wow, keren! Aku sudah lama merindukan adanya acara persekutuan yang melibatkan seluruh anggota keluargaku tanpa ada rasa kaku ataupun kagok. Dengan adanya family gathering ini, aku harap keluargaku dapat diberkati dan memberkati. Dan kiranya family gathering ini nanti dapat menjadi media untuk merekatkan hubungan para dokter Bethesda dan keluarganya sehingga dapat sama-sama mebangun RS Bethesda supaya tetap eksis dan makin maju lagi. Terima kasih buat adanya dokter Nanik dan suaminya, Pak Danang, serta dokter Venny beserta istrinya, Bu Nani yang selama ini kukenal sebagai pribadi-pribadi yang sangat cinta Tuhan dan sangat aktif dalam melayani serta berbuat baik bagi sesama. Aku menjauhkan sikap sombong, mementingkan diri sendiri, dan harapan2 palsu dari persekutuan family gathering ini. Kiranya melalui persekutuan ini, Bethesda dapat semakin bersinar dan dunia dapat lihat bahwa masih ada Tuhan di tengah2 mereka melalui persekutuan ini.

Hanya ini sih yang ingin kubagikan saat ini... aduh, aku sepertinya terkena writer blocking nih...

Sabtu, 08 November 2008

Pendek Saja, Nggak Gitu Penting Buat Kalian, Tapi Penting Buatku

Aku senang sekali hari ini. Akhirnya aku berani juga. Aku habis memastikan apakah betul si Noori anak 2003 itu adiknya temanku Koko. Dan ternyata memang betul! Aku pun titip salam buat Koko lewat Noori. Hehe... keren kan?

Bu Indarti's chronicle bagian 1: Perjumpaan Pertama

Aku masih teringat bagaimana dulu perkenalan pertama dengan seorang pribadi yang sampai sekarang terus menjadi inspirasiku, yaitu Ibu Indarti. Kesan pertama tidak begitu mengenakkan sih, karena aku punya image yang kurang baik terhadap Bu Indarti. Karena, aku sering mendengar komentar-komentar miring dan sumir dari ibuku tentang Bu Indarti. Maklum, ibuku protes kenapa kakakku dikritik secara jujur oleh Bu Indarti. Biasa, naluri seorang ibu selalu demikian setiap kali anaknya kenapa-kenapa. Aku masih ingat waktu itu, kami sekeluarga menjemput kakakku, Yoyo dari acara persekutuan siswa di rumah temannya. Kebetulan (sebenarnya bukan kebetulan, karena dalam kamus Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan) Bu Indarti ada dan mau nunut (numpang dalam bahasa Jawa) kendaraan kami karena beliau belum atau tidak ada yang menjemput. Bu Indarti dalam pandangan pertamaku waktu itu adalah seorang ibu-ibu yang cerewet dan terlalu ramah, sok kenal sok dekat gitu deh. Beliau langsung menyapaku dengan ramah dan sedikit basa-basi. Dasar akunya yang masih ilfil dan belum kenal dengan beliau, aku tidak menyambutnya dengan keramahan yang sepadan. Aku malah bersikap cuek dan acuh tak acuh, apalagi mengingat komentar-komentar miring ibuku mengenai Bu Indarti. Walhasil, lengkap sudah... kesan pertama begitu mengecewakan (terutama bagi Bu Indarti), selanjutnya terserah Tuhan. Waktu itu aku masih kelas enam SD, kakakku kelas satu SMP. Masa di mana aku masih bersinar dan berjaya dalam prestasi akademik. Masa di mana aku masih optimis dalam memandang masa depan.

Mau tahu bagaiman kelanjutan kisah Bu Indarti dan aku? Nantikan saja terus di Bu Indarti chronicles... hehe...

Belajar buat Ujian

Belajar belajar dan belajar
kulakukan setiap hari setiap malam
dalam waktu yang semakin mendesak
untuk menghadapi ujian yang akan datang

Membaca membaca dan membaca
kulakukan dengan sepenuh hati sepenuh jiwa
meskipun banyak hal tidak kumengerti
kucoba dan kucoba terus sampai bisa

Menulis menulis dan menulis
kulakukan untuk membantuku belajar
kucata semua hal yang penting
kucoba untuk memahami dan menghafalkannya

Berdoa berdoa dan berdoa
mohon petunjuk dan bimbingan dari Tuhan
supaya hasil belajarku tidak sia-sia
tetapi dapat berguna bagiku kelak

Ya Tuhan...
tolonglah aku ini...

Jumat, 07 November 2008

Guru dan Ibuku

Aku kenal seorang guru
dia juga seorang ibu
lebih tepatnya guru berhati ibu
dia sangat sayang murid-muridnya
termasuk aku...
Guru yang sangat baik
menjadi inspirasiku setiap waktu
yang dimilikinya hanyalah kasih
kasih agape yang dari Tuhan
dibagikannya dengan tulus ikhlas
kepada kami yang haus kasih sayang
kepada kami yang belum mengenal Tuhan
diajarkannya tentang kasih Allah
dan bagaimana mengasihi Dia sebagai Bapa
Aku sunguh kagum padanya
dan aku berdoa pada Tuhan
Tuhan yang sama yang kami sembah
mampukan aku untuk bisa sepertinya...

(Puisi ini tercipta khusus untuk Bu Indarti, guru agamaku waktu SMP dan sudah kuanggap seperti ibuku sendiri... terima kasih, Bu In...)

Senin, 03 November 2008

Janji terhadap Diri Sendiri

Hari ini aku banyak makan dan banyak tidur. Berat badanku kembali naik kurang lebih satu kilogram. Harus semakin waspada nih dan lebih hati2 dalam hal makan minum. Hari ini gila2an makannya. Banyak ngemil sih. Habisnya sepertinya aku mulai stres. Stres mau menghadapi ujian. Meskipun aku dah bertekad untuk belajar lebih serius, aku masih nyempat2in untuk ngenet sebentar hari ini sekedar untuk melepas penat (apanya yang penat? Wong cuma tidur melulu kok). Yah, itung2 sebagai penghibur hati sebelum mulai berjibaku belajar. Belajar yang nggak ngedhongi dan nggak pe de abis. Aku merasa sangat bodoh selama koas ini. Aku cuma ngikut sana ngikut sini. Nggak menjadi kepala, hanya menjadi ekor saja. Pokoknya nggak bikin aku bangga deh. Tapi entah kenapa, saat ini aku merasa senang sekali. Mungkin karena Tuhan memberiku teman2 yang cukup baik untuk menemaniku dan membantuku dalam belajar dan menghadapi kehidupan koas yang terkenal kejam ini. Aku belajar bagaimana bersikap santai sekaligus serius dari teman2ku khususnya Ayu dan Chika. Khususnya Ayu, aku kembali diajari secara khusus oleh Tuhan bagaimanha bersikap ramah sekaligus tegas. Pokoknya gitu deh... aku masih perlu lebih banyak belajar. Terima kasih Tuhan...

Habis ini aku mau bikin PR sama belajar... pimpin aku, Tuhan, supaya aku bisa menepati janji terhadap diriku sendiri... hehe...

Minggu, 02 November 2008

Mimiel Chronicles 10

Pembicaraan antara Mimiel dan Grace berlanjut dengan seru. Mereka membicarakan tentang pribadi The Big Boss yang selama ini Mimiel layani. Grace begitu bersukacita saat menceritakan hubungan dan pengalamannya dengan The Big Boss. Mimiel pun semakin kagum akan pribadi The Big Boss dan hubungan pribadi Grace denganNya.

Tanpa terasa, hari telah beranjak menjadi pagi. Alam mimpi Grace sedikit demi sedikit memudar, pertanda Grace akan segera bangun dari tidurnya yang nyenyak. Alamat bagi Mimiel untuk segera pergi kembali ke Nevaeh, tempat kudusnya.

"Wah, Grace, sayang sekali perjumpaan kita harus selesai sampai di sini," kata Mimiel dengan agak sedih.

"Mau ke mana, Mimiel?" tanya Grace.

"Aku harus kembali ke Nevaeh untuk melaporkan tugasku pada Big Boss..."

"Tugas apa?"

"Yah itu tadi, aku harus menyampaikan jawaban doa dari Big Boss khusus untukmu"

"Jawaban doa? Yang berwarna seperti pelangi itu tadi? Apa itu sebenarnya?"

"Yah, aku juga tidak tahu... hanya Big Boss yang tahu... lebih baik kamu tanya sendiri saja sama Big Boss, bukankah hubungan kalian sangat dekat?" Mimiel menjadi agak gelisah karena Grace sepertinya tidak ingin dia pergi.

"Tapi kita akan ketemu lagi kan?" tanya Grace sambil memegang tangan Mimiel seolah tidak ingin melepasnya kembali.

"Tentu saja, aku kan malaikat pelindungmu..." jawab Mimiel kelepasan bicara.

"Kau apa? Malaikat pelindungku?" tanya Grace tidak percaya.

"Yah, begitulah..." jawab Mimiel dengan agak ragu karena dia telah membocorkan tugas rahasianya yang seharusnya tetap menjadi rahasia.

"Eh, aku harus segera pergi nih... selamat tinggal, Grace..." secepat kilat Mimiel terbang menembus dimensi alam mimpi dan memasuki gerbang Nevaeh tanpa memperhatikan dunia yang ada di sepanjang perjalanannya.

Seruan selamat tinggal dari Grace pun tidak lagi didengarnya. Yang ada dalam pikiran Mimiel adalah bahwa ia telah gagal dalam melaksanakan tugas secara sempurna. Memang tidak sampai mencuri kemuliaan Big Boss sih, tapi ia telah bertemu--meskipun secara tidak disengaja--dengan Grace yang tidak ada dalam job descriptionnya.

Bagaimanakah kisah Mimiel selanjutnya? Nantikan terus ya... hehe...

Sabtu, 01 November 2008

Mimiel Chronicles 9

Mimiel begitu takjub dengan apa yang dilihat dan dirasakannya. Sungguh suatu dunia yang lain daripada yang lain. Hamparan rumput hijau, lebih hijau daripada rumput2 dunia yang pernah dilihatnya. Bentangan langit biru, lebih biru daripada langit yang ada di dunia yang pernah dilaluinya. Begitu sejuk, begitu damai. Sayup-sayup terdengar suara kicau burung yang bernyanyi, sungguh seirama dan senada dengan pemandangan indah yang dilihat oleh Mimiel.

"Halo, kamu siapa?" tiba-tiba terdengar suara seorang anak dari belakang Mimiel.
Secara spontan dan refleks, Mimiel membalik badan. Ternyata yang menyapanya adalah si gadis kecil yang menjadi target perlindungannya. Aduh, aku ketahuan, pikir Mimiel.

"Namaku Grace, siapa namamu? Dari mana asalmu?" tanya si gadis kecil dengan polosnya dan tanpa ada rasa takut atau gentar. Hanya ada rasa penasaran yang terpancar begitu jelas dari matanya.

"Aku Mimiel...aku berasal dari Nevaeh..." jawab Mimiel sekenanya, sekalian saja ia memperkenalkan dirinya dan dari mana asalnya, sudah kepalang basah. Untung ini adalah alam mimpi... semoga Big Boss tidak marah karenanya.

"Mimiel, nama yang aneh... tapi bagus juga kedengarannya," komentar Grace tanpa basa-basi.

"Terima kasih..." jawab Mimiel dengan perasaan agak dongkol karena dibilang aneh.

"Nevaeh... di manakah itu?" tanya Grace, masih dengan sikap dan nada polosnya.

Mimiel bingung harus berkata apa, "Eh, Nevaeh itu letaknya sangat jauh dari sini... tapi tidak begitu jauh berbeda dari yang ada di sini... bahkan di sini sudah 99% menyerupoai Nevaeh..."

"Ooooh..." Grace manggut-manggut seolah mengerti apa yang dikatakan oleh Mimiel.

"Oh iya, sebelum lupa, aku ada sesuatu yang harus kusampaikan padamu... ini dia," bersamaan dengan itu, Mimiel mengeluarkan sebentuk sinar warna-warni yang terpancar dari genggaman tangannya. Sinar itu melayang-layang ke udara dan dengan lembut mendarat di atas kepala Grace, membuat rambut Grace yang hitam panjang berpendar-pendar sewarna pelangi. Grace jadi kelihatan semakin cantik dan indah dalam pemandangan Mimiel.

"Apa ini?" tanya Grace keheranan sambil memainkan bayangan yang ditimbulkan oleh cahaya warna-warni di sekitarnya.\

"Itu adalah pemberian Big Boss khusus untukmu, sebagai jawaban atas doamu..." jawab Mimiel.

"Big Boss?"

"Ya, Big Boss adalah Tuanku dan Tuhanmu... begitulah aku memanggilNya... mungkin kamu punya panggilan yang lain bagiNya..."

"Oooh, maksudmu Bapa... aku memanggilnya demikian... atau dengan nama lain, Yesus... Dialah Tuhanku..." kata Grace dengan berbinar-binar, apalagi saat menyebutkan nama Yesus...

Bagaimanakah kelanjutan kisah Mimiel? Bagaimanakah hubungannya dengan Grace? Nantikan kelanjutannya di kemudian hari... hehe...

Buat Bapakku

Halo pak...
Kaget ya melihatku
sedang asyik bercengkerama
dengan Bapa dan Sahabatku
sampai lupa sekelilingku

Halo pak...
maaf saja kalau aku beda
dengan gayamu saat berdoa
memuji dan menyembahNya
dengan gayaku sendiri

Halo pak...
aku ingin tahu deh
sedahkah bapak mengenalNya
sungguh-sungguh percaya padaNya
dan beroleh anugerahNya

Halo pak...
aku berdoa selalu
supaya bapak selamat sentosa

PS: tiada yang mustahil dalam kamus Tuhan...

Persiapan Ujian

Minggu kesembilan di interna terlalui sudah. Sebentar lagi masuk minggu kesepuluh, minggu tambahan sebelum memasuki minggu ujian. Entah apa yang akan aku hadapi nanti di hari H ujian. Apakah aku akan gagal? Atau berhasil dengan sukses? Atau berhasil dengan hasil yang pas2an?
Semua tergantung pada bagaimana usahaku dan sikapku seminggu ke depan. Kalau aku bisa disiplin dan rajin dalam belajar menata ilmu yang sudah kudapatkan selama ini, bisa dipastikan aku akan lulus dengan hasil yang memuaskan. Sebaliknya, kalau aku bermalas-malasan saja dan membuang-buang waktus secara sembrono dan percuma, aku bakalan menangis darah nantinya. Maka dari itu, mulai dari sekarang, aku harus mengatur nafas dan menata langkahku ke depan supaya aku bisa bertahan dan menang. Hmmm... gampang ya ngomong... tapi pelaksanaannya? Hmmm... butuh kekuatan ekstra dari atas nih... nggak bisa kalau cuma mengandalkan kekuatan sendiri... apalagi menggantungkan diri pada orang lain.... tambah nggak bisa lagi.

Jadi, aku perlu mengekang hasrat untuk main2, internetan nggak jelas, chatting nggak mutu, blogging nggak tentu arah, dsb mulai hari ini. Hehe...