Sabtu, 29 Agustus 2009

Dari kurang senyum, bodoh, sampai God is Good...

Hari ini, untuk kesekian kalinya aku kena tegur oleh seorang staf bernama dr. AA... beliau menegurku karena aku kurang senyum... weleh, padahal aku merasa biasa2 aja... bahkan, kalau boleh jujur, aku ini banyak senyum lho apalagi kalo di depan kaca sendirian di kamar... aku suka memandangi bayanganku yang sedang tersenyum balik kepadaku... kata ibuku, aku ini cantik dan pintar... tapi kata Prof Narto, meskipun secara tidak langsung, aku ini termasuk calon dokter yang bodoh karena banyak nggak mikir sehingga ngawur... Hmmm... hehe... Lho kok ngelantur sih? Dari ngomongin kurangnya kadar senyuman sampai ke masalah kebodohan... yah, maklumlah, lagi flight of idea nih... Gara2nya aku lagi malas dan bosan nih di Magelang ini... motivasiku untuk belajar sedang berada pada titik nadir... maksudku, aku sedang dalam krisis belajar... aku tidak lagi bisa memahami apa pun yang kubaca berkaitan dengan ilmu kedokteran... apalagi kalau disuruh menganalisis masalah atau kasus, wew... nol besar... mungkin itu sebabnya aku jadi jarang senyum... aku terkena sindrom minder yang lumayan parah... nobody knows... only God knows... tapi meskipun demikian, aku bersyukur Tuhan tetep baik... aku tidak ditinggalkanNya sendirian... aku tidak pernah benar2 sendirian... ya, amin... di Magelang ini ada keluarga Tante Rina yang dengan senang hati menyambutku dan memberiku banyak sukacita dan penghiburan... Di Magelang dan selama stase anak ini aku bisa sekelompok dengan saudara seimanku yang luar biasa, yaitu Prof Rasco, yang bisa mencerahkan hari2ku yang sepertinya sedang dirundung kekelaman... Yah, God is good... thank you, God... I love You... Haleluya... amin...

Sabtu, 22 Agustus 2009

Again and Again, The Same Syndrome...

Lagi lagi...
aku merasakannya...
tapi kali ini berbeda...
entah kenapa mulai lagi...
aku terkena sindrom ini...
penyakit aneh...
datangnya begitu pelan dan tenang...
tidak menggebu-gebu...
tapi aku tahu itu dia...
ciri-cirinya sudah kukenali...
seperti menunggu waktu yang tepat...
untuk menelanku...
sampai aku kehabisan napas dan menyerah...
tenggelam dalam samudra tiada batas...
yang aku perlukan adalah...
oksigen yang cukup...
dan perahu serta jangkar yang kuat...
supaya aku tidak lagi tersesat...
terseret arus ombak yang menggila...
tapi yang ini sepertinya aman sentosa...
sebab alamatnya sudah jelas...
dan dia bukanlah orang yang terhilang...
hanya saja...
aku masih ragu...
benarkah ini kehendakMu?

Give me the answer please...
thank you...
amen...

Senin, 17 Agustus 2009

Habi Reuni Nih... Recharge again...

Habis menghadiri acara reunian anak2 PSK (perekutuan siswa kristen) SMP 5 angkatanku... senangnya... nggak rugi aku tukeran jawdal jaga sama Rasco hari ini... aku yang seharusnya jaga pagi sampai sore tukeran jaga malam sampai pagi hanya demi kangen2an sama temen2 yang sudah sekitar dua tahunan nggak ketemu... Acara reuniannya cukup sederhana tapi sangatlah berkesan... Di sana juga hadir Bu In, sang guru yang tercinta, yang telah membimbing dan mendidik kami2 ini sehingga kami dapat lebih mengenal kasih Tuhan sebagai Bapa dan Sahabat sewaktu kami di SMP 5 Yogyakarta... KAmi mengenang masa2 lalu yang penuh dengan suka duka.... ada yang lucu, ada yang menggemaskan, ada yang bikin ketawa, dan ada pula yang bikin nangis... Sekali lagi, nggak rugi aku memilih untuk datang ke acara reunian tadi... jiwaku seperti disegarkan kembali... double portion, lagi, penyegarannya mengingat kemarin habis retret PMdKY (Persekutuan Medis Kristen Yogyakarta) juga... Aku harap dengan penyegaran jiwa dan rohani yang double portion ini, semangatku dapat terkatrol kembali dan aku dapat menjalani jaga nanti malam serta kehidupan koas di Sleman selama seminggu ke depan dengan penuh sukacita... amin...

Ya, jiwa yang letih lesu dan berbeban berat memang perlu disegarkan kembali... Itu sebabnya ada satu hari khusus dalam seminggu untuk beristirahat... ritme yang seperti itu memang sudah dirancang dari sononya supaya kita manusia dapat senantiasa hidup berkelimpahan dan dapat menikmati hidup tersebut... Aku yang letih lesu dan berbeban berat karena kehidupan koas yang ribet ini sangatlah diberkati Tuhan dengan adanya kesempatan2 khusus seperti retret dan reunian tadi... kalau ada yang berpikir bahwa mengikuti retret atau reunian itu buang2 waktu, itu salah besar... justru sebaliknya, kalau aku nggak ikut retret dan reunian, aku yang bakalan ambruk sendiri karena jiwaku nggak mendapatkan ketenangan yang seharusnya menjadi hakku... bukankah Tuhan Yesus sendiri pernah bilang supaya kita yang letih lesu dan berbeban berat datang kepadaNya untuk mendapat kelegaan? Maka, aku putuskan dan simpulkan bahwa beristirahat sejenak atau mengambil waktu untuk rekreasi (dalam Tuhan tentunya) adalah hal yang krusial dan penting untuk menjaga stamina rohani... sebab hidup di dunia ini bagaikan perlombaan marathon, bukan hanya sprint, yang membutuhkan stamina yang luar biasa supaya kita dapat menyelesaikannya...

Jadi inget sama lagu yang satu ini... judulnya "Kau Sangat Kucinta"

Bersyukur selalu
bagi kasihMu
di dalam hidupku
Tak kan kuragu
atas rencanaMu
tuk masa depanku

Sbagai Bapa yang baik
takkan pernah Kau melupakanku
Sbagai Bapa yang sangat baik
takkan pernah Kau meninggalkanku

Kukan menari dan bersuka
KArnaMu oh Yesusku
dan kukan minum airMu
bagai rusa rindu selalu
kuhidup dalamMu
dan hidupMu di dalamku
oh Yesusku, Kau sangat kucinta...

Hehe, mungkin agak2 nggak nyambung ya lagunya dengan perenunganku di atas... tapi nggak papa deh, soalnya lagu itu tiba2 terngiang2 di telingaku (bukan halusinasi auditorik lho)...

Kamis, 13 Agustus 2009

Bangun Pagi2 untuk Berdoa

Lagi2 aku terbangun dini hari setelah dibangunkan dengan cara tidak biasa oleh Bapa... aku dikasih mimpi yang keren... sampai2 waktu terbangun, aku terdorong untuk berdoa... aku terdorong untuk mendoakan seorang anak kecil yang Tuhan percayakan padaku untuk jadi pasien di ruang Dahlia 6C RSUD Sleman (ups... boleh nggak sih buka2 rahasia pasien di sini?). Anak itu rewelnya minta ampun... kata keluarganya, sudah dari sononya dia nakal dan susah diatur... tapi wait, aku sudah punya prinsip dan pengetahuan dasar dari kak Seto yaitu bahwa nggak ada itu yang namanya anak nakal... yang ada hanya anak hiperaktif dan atau salah asuhan.... Tapi aku juga nggak mau menyalahkan orang tua si anak... who am I to judge them? Yang pingin aku bagikan di sini saat ini adalah bagaimana aku bisa bersikap lebih dari sekedar koas bingung yang hanya bisa follow up seadanya... skill dan knowledge boleh mediocre atau bahkan di bawah rata2, tapi aku masih punya satu hal yang bisa kuasah dan kubanggakan, yaitu: ATTITUDE... ya, attitude alias sikap... kata para sesepuh, sebagus apapun skill dan sehebat apapun knowledge seorang (dokter), nggak akan ada gunanya kalo attitude-nya amburadul... oke deh, berhubung aku minim dalam hal kompetensi klinis, akan kumaksimalkan attitudeku... istilahnya Pak Tukijan, akan aku "sepuluhkan" nilai attitudeku...

Bagaimana caranya aku menyepuluhkan nilai attitudeku? Hehe... sederhana saja, setelah aku doa dan ngobrol sebentar sama Bapa, aku mulai menyiapkan senjata terampuh untuk memenangkan pertempuran hari ini... senjata itu tidak lain tidak bukan adalah: KASIH... ya, kasih... aku merasa aku sulit sekali mengasihi para anak2 dan keluarganya yang ada di bangsal2 rumah sakit... nggak ada sedikit pun belas kasihan yang kurasakan... karena itu, aku minta secara khusus dan sungguh2 sama Bapa supaya Dia ngasih aku hati yang penuh belas kasihan, mata yang mampu memandang tuaian di sekelilingku... Terus, nanti akan aku coba untuk mendoakan pasien on the spot... mungkin baru dalam hati saja karena mengingat lingkungan Indonesia yang masih sangat peka terhadap kehidupan beragama, apalagi agamanya berbeda... btw, aku bukanlah orang yang beragama... I am just Jesus follower... who wanna be like Jesus... What would Jesus do ya kalau Dia dihadapkan sama masalah yang kuhadapi? Apa yang bakalan Yesus lakukan ya terhadap si anak yang rewelnya minta ampun itu? Hmmm... nice to think...

Berikut ini adalah syair lagu yang sesuai dengan tema kita kali ini, "Brikanku Hati"

Brikanku hati seperti hatiMu
yang penuh dengan belas kasihan
Brikanku mata seperti mataMu
memandang tuaian di sekelilingku

Brikanku tanganMu tuk melakukan tugasku
Brikanku kakiMu melangkah dalam rencanaMu
Brikanku...
Brikanku...
Brikanku hatiMu...

Tuhan Yesus memberkati!!! Shallom alaehim!!!

Sabtu, 08 Agustus 2009

Bangun Dari Tidur

Aku bangun malam2 dan terjaga sampai dini hari... benar2 luar biasa... padahal biasanya aku kalau tidur nggak bisa bangun lagi sampai paginya, bahkan sampai kesiangan... tapi entah mengapa kali ini aku seperti mendapat suntikan semangat untuk bangun dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan besoknya... Mungkin karena pengaruh siaran radio yang kudengarkan sambil setengah tertidur... Aku mendengarkan tentang penyembahan dan menjadi penyembah yang benar dalam roh dan kebenaran... Aku sekilas mendengar tentang bagaiamana kualitas pujian dan penyembahan di gereja2 Indonesia yang cenderung menurun selama sepuluh tahun terakhir ini.... Penyembahan yang seharusnya diisi dengan pujian pengagungan kepada Tuhan akhir2 ini malah banyak diisi dengan sekedar pujian yang berisi ungkapan hati yang selalu meminta-minta kepada Tuhan... Pujian penyembahan yang semestinya berupa sorak sorai merayakan keperkasaan Tuhan digantikan dengan pujian yang kesannya mellow dan tangisan yang ada bukanlah tangisan karena cinta Tuhan melainkan karena egoisme... Nggak salah sih menyanyikan lagu yang berisi ungkapan hati kepada Tuhan, tapi jangan berhenti sampai di situ saja... semestinya dilanjutkan sampai penyembahan tingkat tinggi seperti yang dilakukan oleh Abraham waktu mempersembahkan Ishak... itulah penyembahan yang sejati...

Setelah mendengarkan siaran radio sampai selesai, aku pun segera memutuskan untuk bangun dan memberikan apa yang ada padaku buat Tuhan... aku bulatkan tekadku untuk menyelesaikan tugas pekerjaan rumahku dan belajar sampai selesai... kiranya Tuhan memberkatiku dan memberiku kekuatan ekstra yang kuperlukan untuk menyelesaikan apa yang harus kuselesaikan... dan kiranya Tuhan menyeratiku selalu saat aku harus diuji besoknya sehingga aku dapat beria-ria dalam kemenangan dan tidak malu tersipu-sipu... amin...