Senin, 31 Desember 2007

Sembuh, Dapat Temen Baru, Lik Sar pulang Kampung

Halo semua... akhirnya, sakit fluku mulai sembuh sedikit demi sedikit... sempat panas dingin lagi di rumah kemarin Sabtu sehingga cuma bisa tidur2an menikmati hangatnya selimut dan empuknya bantal guling yang thank God gak bau pesing... kan udah gede, nggak ngompolan lagi dunk... Sekarang hari Senin, hari terakhir di tahun 2007, jadi harus mulai berbenah diri untuk menyiapkan resolusi tahun baru... hehe... resolusi... siapa sih yang punya istilah ini pertama kali? Kreatif bener... aku juga mau ah nyiptain istilah2 keren supaya ditiru orang2 terus jadi istilah umum... hehe... ngimpi lagi...

Hari ini Lik Sar pulang kampung kemungkinan sampai lusa... God, jagain Lik Sar ya supaya gak kenapa2. Susah punya pembantu yang selucu Lik Sar... Biasanya pembantu2 itu mau enaknya sendiri, lupa kalo kerjanya seharusnya mengutamakan yang mempekerjakannya... Beda sama Lik Sar, Lik Sar selalu mengutamakan kepentingan bapak, ibu, sama aku... sama Yoyo juga kalo lagi liburan di rumah... tahun ini Yoyo nggak pulang pas natal karena tanggung, besok April baru pulang... Meskipun demikian, Natalan kemarin sangat berkesan karena acaranya rame dan keluarga besar banyak yang dateng... apalagi Tante Ika dan keluarganya juga pada dateng, jadinya seru gitu deh... ada firmannya terus yang terpenting ada makan2nya... hmmm... enak dan kenyang... kenyang kenying... kenyang makanan jasmani dan rohani... jadi punya kenalan2 baru deh... thank God... You Are so good...

Barusan chatting sama temen baru namanya Zico, foundernya milist penghuni terakhir... Orang Jogja juga rupanya... anak IT, dah kerja... Hmmm... perasaan baru kemarin deh dia masih SMA, sekarang dah kerja... hmmm... semoga bisa jadi temen yang baik, God, bless him... Thank you for this beautiful and wonderful day... O iya, saat aku nulis ini, si Yayan juga lagi dolan ke rumah... bawa Bruno, anjing kecilnya yang warnanya putih... seperti biasa, Yayan main catur di laptop yang biasa aku pakai... hmmm, kapan ya Yayan punya laptop sendiri?

Aku serahkan hari ini ke dalam tanganMu, Bapa... Demi nama Tuhan Yesus, amin... Haleluya!!!

Jumat, 28 Desember 2007

kena flu

Mimi Imut kena flu nih, nggak sembuh2... jadinya males mau nulis apa aja, karena setiap mau ngetik, umbelnya mau keluar terus.... bener2 ngganggu...

Selasa, 25 Desember 2007

About Ainu, not yet my friend but will be soon...

Speechless... aku nggak tau mau nulis apa tapi yang jelas aku merasa sangat sangat dikuatkan hari2 ini. Mulai dari pergi ke Samarinda sampai pulang kembali ke Jogja, aku tidak lagi merasa seorang diri. Hmmm... yang jadi perhatianku sekarang adalah seorang temanku yang bernama Ainu Amri Tanjung. Aku kasihan sama dia tapi aku nggak tahu gimana cara nunjukin belas kasihanku sama Ainu, soale orangnya sangat sangat fanatik... fanatik yang buta dan sempit... sungguh kasihan, mirip2 denganku yang dulu... God, help me to show him Your mercy Lord, and give me wisdom to get him as Your child... Bagaiamana caranya ya supaya aku bisa dialog sama Ainu tapi akunya nggak kemakan jebakan off side... eh salah, jebakan kemarahan yang nggak kudus... Please God, help me to help Ainu to open his eyes and ears so that he can see and hear You, Lord Jesus... supaya Ainu nggak kemakan kebohongan terus tapi dia dapat tahu dan kenal kebenaran yang sejati yaitu Yesus Kristus yang adalah Tuhan yang layak disembah... aku nggak mau kedengaran klise di sana sini, God, so help me please... In Jesus name I pray... amen...

Masalah Ainu aku serahkan sama Tuhan aja deh, soalnya aku sangat2 bergantung dan mengandalkan Tuhan Yesus untuk hal ini... cuma Roh Kudus yang bisa mengubah hati seseorang yang sudah keras membatu... so, here I am Lord, akan kusampaikan kebenaran dengan lemah lembut sama Ainu, biar dia ngerti sendiri...

Terus, kalo ketemu Yoanito aku akan ceritakan apa yang aku alami dan aku lakukan supaya aku nggak sendirian menghadapi Ainu, tapi aku mendapat dukungan doa dari Yoanito karena doa orang benar jika dengan yakin didoakan besar kuasanya. Aku yakin Yoanito orang benar dan pasti mau mendukungkun dalam doa sehingga aku nggak mati konyol. Tuhan, tolong sucikan motivasiku supaya aku nggak sekedar menggebu-gebu menyampaikan kebenaran tetapi juga dilandasi kasih yang murni karena aku nggak mau lihat Ainu binasa karena kebodohannya. Soalnya aku sadar aku juga orang bodoh sih, makanya sesama orang bodoh dilarang saling bunuh... So, ganbate Mimi!!!

Kamis, 20 Desember 2007

Hari Yang Baru untuk Memulai Petualangan

Hari ini aku pulang ke jogja setelah lebih dari dua minggu bertualang ke Samarinda. Bertualang apaan, cuma nungguin rumah Tante Ika kok... eeiiit... jangan salah... menunggu itu termasuk pekerjaan petualangan juga lho, petualangan dalam rumah... uji nyali kalo orang2 bilang. Nggak ada tuh kejadian2 serem yang menimpaku selama aku di Samarinda (thanks to Lord Jesus), malah aku mendapat banyak berkat dari sana. Detailnya sudah aku ceritakan di postinganku sebelum2nya, silakan saja mbaca... hehe... Sekarang aku sudah di rumah, sudah madhep mantep menghadapi masa depan dan hari esok yang penuh harapan bersama para sahabat dan Sahabatku, Tuhan Yesus yang tercinta... O yeah... o yeah... (minjem soundtracknya Naruto).

Hari ini aku ketemu Yoanito. Seneng deh cerita2 sama Yoanito, apalagi Yoanito sering nanya2 masalah rohani dan tentang kebenaran dalam Kristus. Aku juga jadi belajar ngomong tentang kebenaran, jadi mirip kayak kesaksian setengah kotbah... tapi enak, soalnya sama temen sendiri, jadinya nggak grogi... hehe... Lumayan, buat persiapan besok kapan2 kalo ternyata Tuhan Yesus mengizinkanku atau bahkan menyuruhku untuk berbicara dengan lantang tentang kebenaran di hadapan orang2 yang mencari kebenaran atau hanya sekedar ingin mendengar tanpa mau percaya. God, give me wisdom for that, please... aku bener2 hanya bergantung sama Tuhan saja kalau gini caranya... yup... aku ini ketergantungan sama Tuhan dan nggak bisa jalan sendiri kalo bukan Tuhan yang suruh dan sertai aku ke mana pun aku pergi... Hmmm...

Kiranya hari ini menjadi hari permulaan bagi petualangan Mimi Imut selanjutnya, yaitu petualangan hidup yang bermakna bersama Roh Kudus, Rohnya Tuhan Yesus sendiri. Mari... Roh Kudus, kita sama2 maju dan berjibaku demi kerajaan sorga yang mulia... Demi nama Yesus aku mau hidup, haleluya... amin!!!!!!!

Selasa, 18 Desember 2007

Pernyataan Hari Ini

Sentrup... sentrup... aku pilek... nggak bisa nyium aroma makanan yang enak2 sehingga agak mengurangi nafsu makanku... Lumayanlah buat mbantuin diet.... hehe... Sakit kok buat nyari kesempatan... nggak tahu nih siapa yang bertanggung jawab menulariku dengan flu berat (berat karena sempat demam tapi untung nggak pakai pusing), untung bukan flu burung... Kalau flu burung, terus aku harus menutup usia sedemikian cepatnya, itu malah lebih enak ding... aku nggak perlu repot2 mikirin hidup yang makin hari makin amburadul dan nggak jelas karena dunia yang kutinggali ini dah semakin tua... tua renta atau tua bangka... bahkan konferensi PBB pun sekarang menyoroti masalah global warming yang sebelumnya hanya merupakan pengetahuan bahan pelajaran anak sekolah... Hmmm... manusia, manusia, baru bertindak kalau sudah kena batunya, begitu kata seorang dosenku dulu waktu aku masih kuliah S1. Kuliah? Hehe... begini2 aku dah lulus S1 lho, meskipun dengan pertolongan ekstra dari Tuhan melalui ibuku yang malah harus berjibaku untuk menolongku lulus atau lolos dari lubang jarum skripsi. Sebenernya malu juga sih, kok sampai dibantuin ibuku sendiri, tapi yah... mau bagaimana lagi... semua sudah terjadi dan demikianlah hasilnya... pas2an, tapi memang sesuai dengan kondisiku yang sebenarnya. Kupikir aku bakalan lolos dengan mengejar sesuatu yang mungkin aku senangi, tapi ternyata tidak juga... Tuhan lagi2 kembali menarikku setelah sekian lama aku beristirahat untuk menenangkan pikiran, tubuh dan jiwaku, dan aku telah siap kembali untuk berjuang antara hidup dan mati di dunia profesi sebagai kelanjutan dari pendidikan S1 yang kutempuh... Walaupun menurut kacamata dunia aku ini pecundang, orang gagal, yang telat sekitar 2 tahun, aku akan tetap maju demi nama Tuhanku yang mulia, Yesus Kristus, dan demi kerajaan Allah yang kucari dan kurindukan... hoho... kliseeee, banget, tapi nggak pa pa deh, daripada aku tertelan dalan pesimisme yang amat sangat negatif... Lebih baik terdengar klise tapi jujur daripada terdengar keren tapi cuma ngikut2 arus... Yah, it's me, saudara2... Mimi imut yang untuk selamanya akan tetap imut di hadapan Tuhan, Allah Bapa yang maha mulia, yang telah sedemikian rupa baiknya terhadapku sehingga sampai detik aku menuliskan tulisan ini aku tetap hidup dalam kondisi yang cukup prima... Ya, aku Mimi Imut, yang kembali mengejar hadirat Tuhan dan merindukan karuniaTuhan yang teramat sangat mulia itu... Mimi Imut yang selalu penasaran dengan apa yang Tuhan sedang kerjakan saat ini... Mimi Imut yang tidak pernah puas dengan kondisi rohaninya saat sekarang karena percaya bahwa ini bukanlah akhir atau kesudahannya... Pokoknya, Mimi imut akan terus berjuang dan berusaha sampai kepada kekekalan, sampai Tuhan Yesus datang kembali sebagai Raja yang memerintah surga dan bumi... sampai selama-lamanya... Demikianlah pernyataan Mimi Imut hari ini... Kapan2 akan Mimi imut sambung lagi dengan cerita2 atau curhat2 yang mungkin penting mungkin nggak penting... Haleluya... Maranatha.... amen!!!!!!!

Peneguhan dan Bersenang-senang di Samarinda

Lagi di Samarinda nih... kena flu, pula... tapi thank God, aku merasa banyak mendapat berkat di sini... yang terutama dan yang pertama adalah berupa peneguhan dari Tuhan yaitu supaya aku mengambil profesi kedokteran saja, jangan yang lain! Wow, langsung tepat ke sasaran! Alasannya panjang dan lebar (jadi luas donk), tapi intinya aku dapat. Profesi dokter di Indonesia adalah profesi yang sangat dipandang orang dan melalui profesi itu, Injil Kerajaan Allah dapat tersebar luas dengan efektif dan efisien (terutama di Indonesia). Peneguhannya melalui seorang hamba Tuhan bernama Pak Didik yang dikenal baik oleh tanteku, Tante Ika, yang tinggal di Samarinda. Prosesnya keren deh... Sebelumnya, Tante Ika ada masalah dengan keluarganya terus ditolong dengan ajaib melalui hamba2 Tuhan yang bisa2nya datang karena ada koneksi dengan tetangganya Tante Ika. Terus bersamaan dengan berjalannya waktu, Tante Ika semakin bertumbuh roh dan jiwanya dalam Tuhan seiring dengan permasalahan yang dialaminya (masalahnya lumayan berat lho...). Aku yang denger ceritanya Tante Ika saja sampai antusias dan bersemangat kembali kok untuk berdoa dan mendekat sama Tuhan lagi. Kayaknya semuanya dah disiapin sama Tuhan dengan sedemikian rapinya sehingga saat mendengar suara Tuhan (melalui hambaNya) aku nggak memberontak lagi tapi dengan rendah hati dan taat mau menerima dan mengujinya lewat doa. Hmmm... terdengar klise? Mungkin.... tapi nope. aku serius... mungkin aku terdengar bodoh, tapi biarlah aku terdengar bodoh karena yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada yang pintar menurut manusia... amin...
Di Samarinda ini aku belajar banyak hal baru yang memperkaya batin dan wawasanku terutama pelajaran kerendahan hati dan keintiman (dengan Tuhan). Untuk yang ini, aku ceritakan lain kali saja karena aku masih belum bisa menjabarkan secara runtut saat ini apa saja yang sudah kualami. Gara2 Speedy ngadat (di mana2 ngadat, nggak di Jogja nggak di Samarinda), aku jadi nggak bisa nulis blog, chatting, sama cek email. Sedih gak sih? Nggak donk, kan Tuhan dah sediakan gantinya.... yaitu dengan main2 sama sepupu2ku yang lucu2... hehe... Sekali lagi thank God, aku merasa senang sekali dan nggak rugi pergi ke Samarinda lebih dari dua minggu... Haleluya... amin!!!!!!!

Jumat, 30 November 2007

Gembul Nggak Stres

Hari ini aku habis periksa ke dokter Mahar... cuma untuk dapet resep obat karena yang kemarin dah hampir abis. Soalnya mau ke Samarinda selama 16 hari nih, bahaya kalo obatnya habis, bisa2 ngerepotin Tante Ika sekeluarga... Kesadaran minum obatku dah tinggi kok, Han, jadi nggak usah kuatir untuk masalah minumnya... Tinggal menambahi aktivitas yang berarti supaya aku nggak kebanyakan bengong atau tidur... bisa2 tambah gembul dan gemuk lagi... Hehehe... kosakata gembul akhir2 ini menjadi kosakata favorit di rumah dan keluargaku, Han... lebih enak bilang gembul daripada gendut... Soalnya gendut kedengarannya terlalu kasar, sarkasme kalo orang ahli bahasa bilang... Kalo gembul kan kesannya lucu imut2, kayak Paman Gembul, hehe... pamannya Bobo... Hmmm... hmmm... satu per satu masalahku terpecahkan dan terselesaikan dengan baik dan ajaib... Emangnya aku punya masalah po? Wong nggak kerja dan jarang keluar rumah kok... Yah, ada deh... mungkin cuma masalah2 kecil yang nggak berarti, tapi nggak begitu aku perhatiin dengan seksama... Yang jelas, Han, sekarang aku lagi menikmati hidup anugerahMu ini, biar nggak menyesal nantinya... Lebih baik menikmati daripada tidak sama sekali apalagi sampai mengutuki hidup... Bersyukur adalah salah satu cara untuk menanggulangi stres, kata Don Colbert, MD, Han... Aku baru baca bukunya, belum selesai, mau aku selesaikan minggu ini supaya besok ke Samarindanya tenang... hehe... Enaknya jadi anakMu dan anaknya orang tuaku, Han, apa pun yang kuperlukan dan kuinginkan relatif terpenuhi semuanya... Thank you very much... Thank you very much... I love You...hihi...

Akhir kata, ngambil cucian di rumah Desi, cukup sekian dan terima kasih... Sampai ketemu lagi besok, Han...hehe... (Han=nicknya Tuhan)

Kamis, 29 November 2007

Miskin, Buta, dan Telanjang, Thanks to You

Aku merasa diriku ini sungguh memalukan dan bodoh, Tuhan, karena saat aku melihat keberhasilan dan keadaan teman2ku, aku merasa seperti ketinggalan kereta... Teman2ku rata2 sudah pada bekerja di tempatnya masing2 sementara aku masih asyik bergumul dengan diriku sendiri di rumah, belum bekerja (sesuai dengan definisi kerja pada umumnya), dan belum mulai kuliah seperti yang aku gembar-gemborkan... Aku merasa malu terhadap diriku sendiri, Tuhan, karena seperti Adam dan Hawa setelah mereka memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, mereka tersadar bahwa mereka telanjang... Sama seperti itulah yang aku rasakan, Bapa, aku merasa miskin, buta, dan telanjang... Duh, seharusnya aku nggak boleh membandingkan diriku sendiri dengan orang lain sedemikian rupa sehingga aku merasa miskin, Bapa... Karena, dengan demikian aku membuka pintu bagi iri hati untuk masuk dan menguasai hatiku yang lagi nggak stabil untuk saat ini... Oleh karena itu, aku mau stop mengasihani diriku sendiri dan stop membanding-bandingkan diriku dengan teman2ku yang sudah bekerja di tempatnya masing2 karena aku percaya Tuhan pasti sudah sediakan tempat bagiku di bumi ini untuk aku garap dengan sebaik-baiknya demi kemuliaan Tuhan dan kerajaan Sorga yang mulia. Ini komitmenku, Bapa, untuk tetap mengarahkan pandanganku padaMu saja supaya aku nggak terjebak ke dalam jerat setan atau iblis yang ingin melumpuhkanku sedemikian rupa sehingga aku semakin jauh dariMu, Bapa... Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur... Dalam nama Yesus, aku patahkan setiap tipuan dan jerat iblis dan antek2nya untuk melumpuhkanku itu... Demi kerajaan Sorga yang mulia, aku akan berdiri kembali dan tetap berjuang untuk terus-menerus berpengharapan dalam Tuhan Yesus yang mulia dan penuh kasih... Hmmm... hmmm... hmmm... Ini aku, Tuhan, di sini aku berada, Hmmm... hmmm... aku tidak menyembunyikan diriku dari hadapanMu karena Engkau maha tahu dan Engkau ingin menolongku keluar dari perasaan miskin, buta, dan telanjang ini... So, here I am, Lord... take me and use me... I am yours... I belong to You, Jesus... Thank you very much, I love You!!! (Thanks to Kaka yang sangat menginspirasiku... bless him and his family, Lord Jesus...)

Rabu, 28 November 2007

Brrrr... Takut...

Brrr... aku menggigil bukan karena dingin melainkan karena sedikit bimbang dan ragu... apakah jalan yang kupilih ini memang sudah benar? Apakah aku tidak salah jalan lagi? Apakah aku tidak sedang melarikan diri dan mencari pembenaran lagi? Brrr... sekali lagi brrr... Aku butuh peneguhan dariMu, Tuhan, please katakan padaku entah bagaimana caraMu menyampaikan... apa pun itu akan aku dengarkan dan akan aku taati karena aku mau bertumbuh lebih dewasa lagi... Brrr... aku takut sendirian, Bapa, karena sepertinya sebentar lagi aku akan menghadapi tahta pengadilanMu yang benar dan kudus itu... Aku akan diselidiki apakah motivasi dan caraku ini benar sesuai dengan kehendakMu... ataukah ada yang perlu diluruskan dan diperbaiki.... Brrr... sekali lagi aku bergidik karena sedikit segan dan takut akan Engkau, Bapa... jenis ketakutan yang kudus karena hadiratMu yang nyata dan dapat menyingkapkan segala sikap hati baik yang murni maupun yang dibuat-buat... Oleh karena itu, ini aku, Bapa... selidiki aku dan lihatlah hatiku, apakah aku sungguh2 mengasihiMu atau cuma ikut2an kata orang... apakah aku sungguh2 mengenalMu atau hanya ikut2an apa kata para pengkotbah itu... Dalam nama Tuhan Yesus, aku bergidik brrr..., Haleluya, amin!!!!!!!

Selasa, 27 November 2007

Gembul Kreatif

Brrr... hari yang baru dengan semangat yang nggak gitu baru lagi... kemarin dan hari ini tadi pagi lumayan banyak tidur, gak tahu kenapa, mungkin secara gak sadar kecapekan... kecapekan karena apa ya? Gak tahu juga... padahal gak ada yang dikerjain, cuma nyiapin kado natal sama main2... Mungkin karena kebanyakan mainnya, kurang serius atau malah karena gak ada yang bener2 dikerjain, jadi malah capek... Yang manapun yang bener, aku nggak mau menghabiskan lebih dari separuh waktu hidupku hanya untuk tidur... Kebanyakan tidur hanya akan membuat kita gembul... dan kalo dah gembul, penyesalanlah yang timbul karena banyak baju kesayangan (terutama celana panjang) yang nggak cukup lagi dipake... Huhuhu... Celana jeans navy kesayanganku masih belum muat lagi utk kupake... padahal ukurannya dah 32... ups, etis nggak sih ngomongin ukuran badan sendiri di sini? Ya sudah, dengan berat hati aku terima kenyataan yang menyatakan bahwa untuk saat ini (inget, utk saat ini!!! Besok2 dah nggak akan lagi!!!) aku dah jadi makhluk gembul yang harus diet dengan bener. Minimal kembali ke 60 kilo, biar bisa muat pake jeans navy kesayangan. huhuhu...

Habis iseng2 ngisi tickle test tentang tipe orang seperti apakah aku ini. Tenyata eh ternyata, aku nih sangatlah kreatif berdasarkan itu tes. Skor nya adalah 100 dari 100 untuk kreativitas. Wow... sebegitu kreatifnyakan aku? Hmmm... hmmm... hmmm... Katanya lagi, orang kreatif itu sangatlah unik (memang iya), lumayan cerdas (cuma lumayan?), dan punya kemampuan alami untuk menyayangi (hmm...hmm...). Lumayan mirip... hmmm.... hmmm... Terus setelah kreatif, skor kedua yang tinggi adalah cerdas (intelegency). Skornya juga 100 dari 100, maksudnya dibanding dengan orang2 lain yang ikut tes, aku relatif jauh lebih intelegent (apa sih padanan kata yang tepat utk intelegent???). Maksudnya, cenderung lebih cerdas dalam menginterpretasikan dunia (bener gak terjemahannya gini? ah mbuh), yah bisa mengartikulasikan dirinya dengan baik (apa pula mengartikulasikan itu?). Terus skor tertinggi ketiga adalah belas kasihan (compassion) dengan nilai 93 dari 100. Maksudnya, bisa ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain dalam suatu hubungan atau relationship (yah kira2 begitulah). Dah ah, cukup tiga teratas itu... Dan katanya, kombinasi dari tiga macam sifat itu merupakan kombinasi yang cukup unik karena hanya terdapat 1 di antara 10.000 orang berdasarkan statistik yang ada di Tickle. Wooow... I am a unique person, dude!!! So, beware!!! Hati2 ya kalo ketemu denganku, barang langka nih, sulit nyari penggantinya... kalo rusak, cuma bisa diperbaiki oleh Bapa di surga soalnya... sulit, kan? Makanya, jangan macam2 sama saya, soalnya saya pun sedapat mungkin nggak akan berbuat yang macam2... hehe... Nggak mungkin lah!!! Kalo nggak bisa berbuat macam2 itu namanya robot....manusia kan punya kelebihan untuk berbuat yang bermacam-macam, seperti duduk, berdiri, berjalan, lari, menari, dsb dll dkk. Hehe...

Minggu, 25 November 2007

Minggu Mimpi Hidup

Selamat Hari Minggu Bapa, selamat hari Minggu, Yesus, selamat hari Minggu, Roh Kudus, selemat hari Minggu, dunia.... Hehe... kurang kerjaan banget ya, mbok ya disingkat aja sekali aja nyelametinnya terus direnteng, nggak kayak di atas, mubazir kata banget...katanya suka pelajaran bahasa Indonesia, tapi mana buktinya? Hehe... Hari Minggu ini aku isi dengan beberapa kegiatan berguna bagi keluarga... Tadi pagi bangun pagi2 terus jalan kaki keliling kampung... Siangnya shopping di Jalan Solo beli celana jeans,kaos, sama sepatu bareng bapak ibu... Sorenya, ngiringi gereja yang kotbah Pak David... Lumayan konsen dan nggak banyak bikin kesalahan... Di gereja ketemu si Kelly yang meskipun tuna wicara, sangat perhatian sama sesamanya... waktu aku pulang sebelum selesai ngiringi (pas tanggal 23 september), Kelly tahu terus bilang dengan bahasa tarzan bahwa aku nggak boleh kayak gitu lagi, nanti dimarahi Tuhan Yesus... So, terima kasih Tuhan, ada seorang teman yang perhatian, teman baru yang nggak disangka-sangka... Mungkin suatu saat nanti aku harus belajar bahasa isyarat untuk bisa ngobrol sama si Kelly dengan lebih leluasa... Hmmm...

Ibu lagi sibuk mbungkusi hadiah2 buat acara seneng2 besok sama anak buahnya... isinya makanan2 ringan semuanya terus konsep rencananya bakalan banyak guyonnya... Kata ibu, sebagai reward atas kerja keras atau lembur lek2an anak buahnya dalam menghadapi akreditasi beberapa waktu yang lalu... hmmm.... kompak banget ya! Aku mau ah jadi seperti ibu, pemimpin yang nggak ngebosi tapi sangat merakyat... pemipin yang mau sama2 capek bareng anak buahnya... pemimpin yang dekat di hati yang dipimpinnya... Tapi sebelum jadi pemimpin, aku baru bisa mimpi... Yah, pemimpi yang mimpi pingin jadi pemimpin...Boleh, kan? Aku lagi belajar hal2 dasar dan prinsip untuk bisa jadi seorang pemimpin yang punya integritas, yang bisa dipercaya dan mempercayai, dan bertanggung jawab (bisa menanggung dan menjawab). Kalo waktunya tiba nanti, aku sudah siap sedia... Hmmm... Doakan aku ya, hehe...

Hari ini akan aku akhiri dengan berisitirahat dalam hadirat Tuhan yang sangat damai itu... mungkin sebelumnya aku baca2 dulu buku yang lagi aku baca terus nulis2 apalah yang berguna untuk diriku sendiri... Yah, beginilah seharusnya hidup... Bukan begitu, Tuhan? Hehe...

Sabtu, 24 November 2007

Ngantuk Timbang BB dan Ngiringi

Hari ini aku nggak sepedaan... ngantuk dan capek rasanya setelah kemarin malem pulang jam setengah sebelas, habis nganterin Opa (bapaknya Tante Nani) ke Kotabaru sama makan2 di steak Obonk sama Om Agung.... Belum mandi sore lho, hiii... jadinya tadi malem pulang2 langsung mandi, terus bobok, nggak sempet ngapa2in lagi saking ngantuknya... Padahal sebenernya nggak ngantuk2 amat sih, cuma pingin santai2 aja... Sambil bobokan ndengerin radio Petra, eh malah kebablasan tidur... ya sudah, tidur sampai pagi... Tadi pagi bangunnya jam setengah lima, langsung duduk di depan meja belajar, bersaat teduh sebentar, terus turun ke lantai bawah ketemu ibu yang lagi asyik makan setelah belajar... hmm... enaknya makan pagi bareng ibu, lauknya ayam dari sebelah, Jogja chicken... hmmm... oishi rek!!!

Setelah timbang badan, didapati bahwa berat badanku yang sudah turun kurang lebih sekilo ini relatif stabil, nggak naik ataupun turun lagi... padahal pinginnya segera turun yang banyak supaya bisa pake celana jeans kesayangan yang warnanya biru navy. Huhuhu... nggak enak nih, gembul terus, nggak bisa pake baju sesuka hati... huhuhu... padahal dah makan dengan porsi yang sedemikian rupa cukup utk nggak nambah2 berat badan lagi... Hmmm... kegiatan aktif harus ditambah nih, tapi ditambah pake apa lagi, ya? Kursus musik di gereja belum mulai, mau magang di Bethesda juga belum, ya cuma baca2 sama nulis2 di rumah yang baru jalan... huhuhu...

Besok Minggu aku sama ibu dijadwal untuk ngiringi gereja jam empat sore, jamnya orang tidur dan jam paling sepi kecuali kalo ada baptisan. Padahal besok ada baptisan, brrr... lumayan agak rame nih... harus persiapan yang matang biar besok mainnya mantap... Jangan sampai kayak dulu, belum selesai dah pulang dulu karena nggak kuat nahan tangis akibat saking terharunya.... huhuhu... piye iki, pemain musik kok nggak konsisten? Gimana bisa dipercaya kalo gini caranya? Pasti gitu batin para jemaat dan majelisnya waktu itu... terus aku juga ditegur dengan lembut sama Tuhan lewat saudaraku Kelly yang tuna wicara, supaya aku nggak suka bohong, biar nggak dimarahi Tuhan Yesus... yah, baiklah... aku nggak akan mood2an lagi kalo ngiringi... Yosh!!! Wish me luck, God!!! Aishiteru...!!! Ganbate!!! Itadakimashu!!! Haleluya!!! AMen!!!

Jumat, 23 November 2007

Bangun Pagi Sepedaan Nyuri Start Naruto Lover

Huaaaahmmmm.... Bangun pagi-pagi langsung baca2 terus pit2an, alias sepedaan keliling kampung satu kali... cukup satu kali karena pantatnya agak sakit, mungkin karena dah lama nggak pernah naik sepeda, dan baru minggu ini mencoba kembali bernostalgia naik sepeda kelilingin kampung orang (lha iya, masak kampung dhemit/hantu?)... hmm... rasanya jauh lebih menyegarkan apalagi naik sepedanya sekitar jam lima pagi, masih sepi dan udaranya masih sejuk... uenake, brrrr... suejuk...suejuk, lho... hehe, itung2 buat olah raga ringan untuk mengiringi program dietku (diet apaan? kemarin makan chitato juga... hiks... hiks... hiks....). Kira2 berhasil gak ya program dietku? Harus!!! Harus berhasil!!! Supaya besok ke Samarindanya bisa enak, bisa pake baju apa aja yang aku suka, kalo ke gereja nggak pake celana jeans gombrong itu terus, kan malu... hehe...

Buku bacaanku sudah hampir aku baca semua, terus habis itu mulai deh baca2 buku bahan kuliah untuk persiapan masuk MMR... Curang ya aku, mencuri start... hehe... biar besok terlihat pandai dan berwawasan luas... plus lagi, ibuku juga kuliah di jurusan yang sama.... Opo tumon??? Ibu anak selalu bersama, nggak di gereja, nggak di kampus, memangnya Mamamia? Mama selalu menyertai anaknya? Mana besok Minggu ngiringi lagi di gereja bareng ibu jam empat sore, jamnya bobok sore, jamnya orang ngantuk, hoahmmm... yosh!!! Semangat!!! Aku kan Naruto lover, Naruto kan orangnya semangat!!! Kalo tokoh yang paling mirip aku mungkin si Shikamaru Nara yang terkenal karena kemalasannya tapi cerdik dan punya jiwa pemimpin yang handal... hmmm... Demam Naruto sedang melanda Indonesia nih, mumpung animenya lagi diputer di Global TV, koleksi dikit ah komiknya... siapa tahu sepuluh tahun lagi bakalan jadi barang antik yang mahal harganya... Ayo ayo ayo, bapak, ibu, kita ke Gramedia berburu komik Naruto (sama Detective Conan)... hehe... dah gedhe (badannya, jiwanya masih seperti kanak2) tapi bacaannya masih komik terus... biarin, justru komik itu bisa membuka wawasan dan meningkatkan kreativitas karena membantu kita berimajinasi... Thanks to Japanese people... Thank God, You have created Japanese people as creative people... so we Indonesians can learn from them to be creative and optimistic... Haleluya!!! God is good!!! God is great!!! Amen!!!!!!!

Kamis, 22 November 2007

Ralat Samarinda Ndoain Temen

Mau ralat, kemarin aku nulis hari Rabu tanggal 22 November, seharusnya 21 November... hehe... maaf, mungkin karena bayanganku saja bahwa tanggalnya sudah 22 padahal masih 21... mungkin karena aku bergerak dengan ritme yang lebih cepat dari biasanya sehingga hasilnya seperti itu... hehe... Teori ngawur dari mana itu ya? Yah, nggak usah diperhatikan, nanti juga lupa sendiri... hehe...

Besok di Samarinda rencananya ngapain aja ya? Yah paling juga merasakan suasana lain karena numpang makan dan tidur gratis di rumah orang lain, terus mbantu2in Tante Ika bersih2 apa ngapain gitu biar nggak bengong dan nggak ngerepotin. Hehe... itung2 sebagai arena pembelajaran hidup mandiri jauh dari ortu... Yoyo aja bisa, kenapa aku enggak? Hmm... Hmm... Kali ini bukan dengan spirit persaingan melainkan dgn spirit of excelence yang ditemani dengan spirit of survivor...

Barusan si Yoanito main ke rumah dengan membawa permasalahan yang dia alami... yang bisa kulakukan ya cuma diem, ndengerin, terus ndoain si Yoyo... gileee.... keren lho, aku bisa ndoain temenku sendiri... hehe... Aku juga seneng karena bisa jadi temen baiknya si Yoanito... thank you, Father... You Are so good to me... berkati Yoanito, Bapa, supaya Yoanito bisa menjadi berkat bagi siapa saja yang ditemuinya... Hehe... sok sokan nih aku... nggak mau sombong ah, ndak dimarahin sama Tuhan... hehe...

Rabu, 21 November 2007

Bulletin Damai vs HANTU

Brrr... tadi habis tulis bulletin board di friendster yang isinya sebagai pernyataan doa syafaat yang tulus tentang Indonesia based on artikel analisis yang aku baca di Kedaulatan Rakyat hari ini, Rabu 22 November 2007. Nggak tahu gimana tanggapan temen2 yang lain... mungkin ada yang tergugah, tergerak, terhipnotis, terpana, takjub, atau bahkan sebaliknya, ada yang muak, muntah, mual2... (kok malah jadi gejala penyakit sih?)... Yang jelas aku dah mengatakan apa yang aku pingin katakan sebagai pembanding atau penyeimbang pesan2 garang dan sangar dari temanku Ainu Amri Tanjung yang kiblatnya kearab-araban gitu deh... Aku nggak benci Ainu, aku cuma benci apa yang dia percayai, itu aja... Heran, kenapa orang bisa sedemikian butanya terhadap kebenaran dan kenyataan... hmm... hmm... Stop ngomongon SARA ah, aku kan harus jadi anak yang membawa damai...ngomong2, pembawa damai itu beda lho dengan penjaga damai... Contoh pembawa damai itu Yesus, Martin Luther, John Knox, dkk... (sorry, tokohnya Kristen semua, kurang referensi sih...). Sedangkan penjaga damai itu Pak SBY, Bill Clinton, dsb. Pembawa damai kadang harus memakai "pedang Roh" utk memilah-milah dan memisahkan antara gelap dan terang. Sedangkan penjaga damai tidak ingin terjadi ribut2, yang penting nggak ada perang. Gitu deh... Mungkin secara kasat mata aku ini penjaga damai, tapi sebenernya di dalam hati aku ini pembawa damai... hmmm... nggak bingung, kan???

Mau jadi penjaga ataupun pembawa damai, nggak masalah... Yang jadi masalah adalah ketakutanku atau fobiaku terhadap HANTU!!! Gilaaaa!!! Seenaknya aja tuh musuh2 yang nggak keliatan menakut-nakutiku dgn sosok HANTU yg sebenarnya nggak ada apa2nya jika dibandingkan dengna TUHAN!!! Sudah barang tentu TUHAN jauh lebih gede dan berkharisma daripada HANTU yang hanya bisa niru2 kengeriannya TUHAN, tapi nggak tahu gimana caranya mengasihi dan memelihara hidup. TUHAN berkuasa dengan kasih, HANTU merongrong dengan ketakutan. TUHAN berhadapan muka dengan muka, HANTU nggak punya muka, adanya punggung yang bolong atau rambut yang gondrong. TUHAN maha kreatif, HANTU nggak kreatif blas, apalagi hantunya orang Indonesia yang sukanya ngimpor melulu... Huaaaaa.... help me, God, masak aku kalah sama HANTU yang nggak berTUHAN itu??? memalukan kerajaan Surga saja nanti... so, go to hell HANTU!!!!!!! Eh, nggak boleh mengutuk ya??? Ya, sori... go to heaven aja tuh HANTU, biar ketemu sendiri sama TUHAN, biar TUHAN yang ngurus mau diapain terserah!!! Haleluya!!! Amin!!!!!!!

JEHOVAH ZEBAOTH!!! JEHOVAH SHALLOM!!! JEHOVAH NISSI!!! JEHOVAH RAPHA!!!

Selasa, 20 November 2007

Filsuf payah, Tukang Mikir Amatiran

Fiuuuh... proyek kado natal dah hampir selesai, tinggal finishingnya aja... Terus hari ini aku mau jalan2 naik mobil (jalan2 kok naik mobil?) sama Lik Sar ke Superindo, beli garam n tetek benget dapur buat masak nanti siang. Terus ke gereja ngambil jadwal ngiringi. Bisa aja dibalik, ke gereja dulu. Terus kalo Tuhan ngasih izin khusus, mungkin main dulu ketemu Bu Iwil, mantan juragannya Lik Sar. Yah, aku sibuk sekali hari ini. Kayak Sinchan ya? Btw, aku hampir nggak pernah nontonh sinchan lho... siapa yang nanya? Gak ada... hehe...

Natalan besok rencananya mau ngapain ya? Yang jelas makan2 besar bareng keluarga yang datang dari jauh dan dekat. Mbak Rini sama Mas Roma katanya mau dateng, Tante Ika sama keluarganya juga, terus siapa lagi ya? Yoyo dateng nggak, ya? Hmm... hmm... enaknya sebelum makan2, dikasih acara apa dulu, ya? Hmm... hmm... yang jelas, yang asyik dan menarik biar yg pada dateng gak berasa salah kostum semua... emangnya pesta kostum? Heh...

Bentar lagi Tahun baru 2008. Kok cepet ya? Perasaan baru kemarin tahun barunan 2007, di mana Tante Esti (alm) sama Om Yoyok yang jadi MC acaranya. Hmm...hmm... waktu bener2 ngebut ya jalannya, God... untung aja.... untung aja apa? Gak ding... gak tau mau ngomong apa, bukan filsuf sih... apalagi penyair, cuma tukang mikir amatiran yang jarang ngasih solusi yang jelas... bisanya cuma nggrundel sama Tuhan, Gusti Pangeran Yesus Kristus, hihi... gpp kan? Daripada bengong terus kesambit, jadi kasus lagi deh... Heran, kok akhir2 ini seriiiiing, banget ada anak2 sekolah yang kesurupan???? Ada apa gerangan ???? hobby kok kesurupan masal???? O God, semakin dekatkah waktu kedatanganMu? (Tentu aja, piye sih....). What can I do to help? Anything?

Hmmm... Hmmm... aku ini termasuk golongan orang apa ya, God? Religius? hiii... nggak mau... Rohani? hmmm... keren juga sih... Munafik? brrrrr.... nggak mau.... yang jelas, aku ini anakMu yang kadang (mungkin sering sih) nggak tahu diri... So, forgive me, Lord, untuk dosa2 yang aku sadari maupun nggak aku sadari... and, bless me so I can bless others... Thank you for your mercy every day, and today is Your beautiful day... I will make everyday as Your beautiful day, Lord... This is my promise, in the name of Jesus Christ, Haleluya, amen!!!!!!!

Sabtu, 17 November 2007

Ganti Warna

Akhirnya, bisa ganti warna... masak hitam terus, ganti merah dunk... seperti kata iklan: Thinking Black...eh... Buktikan Merahmu, ding... hehe... merah dan hitam, memang warna kesukaanku... sekarang lagi suka merah lagi, setelah sekian lama suka warna biru... lebih panas nih... dulu kan adem ayem... sekarang BERANI!!! hoho...

Jadi Pahlawan Shallom

Hemmm... hemmm... hari ini aku habis menjadi pahlawan keluarga... apa pasal? Aku baru saja menyelesaikan masalah tanpa masalah. Masalah apa? Yah, masalah gap antara orang tua dengan anak. Si Yayan tiba2 datang ke rumahku sambil nangis dan dengan membawa spirit kemarahan karena habis dimarahin ibunya, Tante Asih. Kenapa? Yah, karena Yayan lagi2 menghilangkan uang 20 ribu buat beli lotek. Lho, memangnya gimana sih? Yah, tiap hari selalu saja adaaa aja yang dihilangkan Yayan sehingga bikin Tante Asih gemes dan nyubitib atau njewerin Yayankarena diomongin terus seperti nggak pernah ndengerin. Ya sudah, begitulah...

Nah, bagianku di mananya nih? Gini, usut punya usut, ternyata memang Yayan yg jadi sumber masalahnya. So, bukannya aku mbela2in Yayan di depan Tante Asih dan Om Fifi (papanya Yayan), aku cuma mengiyakan saja apa kata Tante Asih dan Om Fifi. Sebelumnya, aku berdoa dulu sama Yayan dan aku doain dulu si Yayan, meskipun mungkin dia nggak gitu ngerti dengan apa yang sedang kubuat. Aku cuma mau bersikap benar karena aku orang benar di mata Tuhan. Gitu aja lho, kok repot... hehe... Yah, begitulah... aku cuma kerjakan apa yang menjadi bagianku, urusan selanjutnya terserah Tuhan... bagianku cuma berdoa dan membawa serta menjagadamai... dan terjadilah perdamaian dan kedamaian yang sejati... Shallom turunlah di rumah Om Fifi... hehe... sok banget ya aku ini, hehe...

Terus aku juga mulai melihat Shallom Tuhan juga telah turun atas keluarga besar Mbah Kasmolo Paulus ini... buktinya adalah:
1. Tante Asih & Om Fifi tampak akur dan mesra tadi, kompak banget mendidik Yayan...
2. Aku disuguhi mangga yang manis banget, ternyata dari rumah Pakde Tato...
3. Aku menawarkan untuk memberikan Britneynya mbak Rini utk dirawat di rumah Om Fifi dan tante Asih, tapi makanannya yang beli adalah bapak. Sebelumnya mbak Rini berniat memberikan Britney buatku, ah... itu bisa diatur, tinggal tunggu tanggal mainnya. Betul kan, Tuhan? hehe...

Keren ya caraMu Tuhan, menjawab doaku selama ini... hehe... aku cuma bisa bilang: HALELUYA... TERIMA KASIH BAPA, TERIMA KASIH YESUS, TERIMA KASIH ROH KUDUS... HALELUYA... AMEN!!!!!!!

Kamis, 15 November 2007

Tulisan Nggak Jelas, Nggak Usah Dibaca!!!

Selamat pagi...
Jadi agak aneh rasanya kalo mulai nulis tanpa melibatkan pribadi Tuhan di sini... yah, namanya juga coba2 hal yang baru... Kalo biasanya aku nulis pasti selalu ngobrol sama Bapa/Tuhan, maka sekarang aku akan mencoba menulis tapi gayanya bukan curhat atau ngobrol sama Bapa/Tuhan... Semoga berhasil... doakan saya, ya... saya akan berusaha...

Hemm... hemm... lihat deh perbedaannya... kalo nulis dengan gaya ngobrol, biasanya lebih gampang dan lebih jujur, karena langsung ngalir dari hati... Tapi nulis dengan gaya orasi atau monolog, wiiii.... suliiiit, deh... Hehe... wagu ya.... biarin, namanya juga sedang berusaha... Hemmm.... heemmm.... (menahan diri untuk nggak ngobrol dengan Bapa/Tuhan). Malah jadi bingung sendiri nih... Ya sudahlah, aku akan menulis eh mengetik dengan gayaku yang sudah jadi trade markku sehari-hari! Mari kita ngobrol, Tuhan... hehe...

Bapa... makasih ya buat kesempatan hidup sehari lagi... hehe... emangnya apaan? Kayak dah mau koit ato modar saja... Hiiii, bahasaku kaco, ya Bapa... maap, maap... Bapa, kalo besok aku mati, apa yang akan terjadi ya? Apa yang akan dilakukan keluargaku ya? Siapa saja yang akan datang melayat? Apakah mereka pada nangis sedih atau biasa2 aja? Hiii.... Kok tiba2 langsung ngomongin kematian ni ada apa to Mi? Yah, gak ada alasan apa2... cuma iseng aja... bukankah kita harus siap setiap saat kalo2 Tuhan memanggil? Bukan begitu, Bapa? hehehe... biasanya, kalo ngobrol sama Bapa juga temanya yang "berat2" gini nih, nggak enak kalo hal2 remeh temeh yang diomongin... Langsung aja hal2 yang inti dan prinsip, jadinya lega...

Itu tadi sekedar simulasi untuk menunjukkan perbedaan saat saya menulis dengan gaya monolog dan dialog dengan Tuhan... ada semacam greget atau rasa yang berbeda dan nyata sungguh perbedaannya... Mulai dari sikap sampai tema yang jauh berbeda... Tapi yang jelas, mau menulis apa pun, saya selalu mendasari dengan perasaan senang karena memang hobi saya orat-oret buku harian... Yah, namanya juga manusia... pasti punya kesenangan sendiri2... ada yang senang baca, nulis, ngitung, ngobrol, dll dsb... Yang penting senang dan bisa mengisi hari2 dengan penuh makna... Bukan begitu, Bapa? Hehe... Semoga yang mbaca nggak tambah bingung karena saya sedang iseng2 nulis tanpa persiapan apapun dan tanpa tujuan apa pun... Semoga nggak termasuk perbuatan yang sia2 karena mungkin hanya segelintir, atau malah tidak ada sama sekali kecuali saya dan Tuhan saja, yang bisa memahami apa maksud tulisan saya ini... Yah, gpp deh... Itung2 sebagai penghilang stres dan kebosanan karena tiap hari kerjaannya itu2 saja, malah bisa dibilang gak ada kerjaan pasti karena menurut standar dunia, saya ini seorang perngangguran yang sedikit acara... Padahal, di hadapan Tuhan saya banyak berdoa dan ngobrol ngalor ngidul... jadi, nggak nganggur, kan?

Ya sudah, daripada membuat oran lain tambah pusing, mending saya tutup saja perbincangan dengan nggak tahu siapa ini sampai di sini. Ngambil cucian di rumah Desi, cukup sekian dan terima kasih... Hehe....Thanks God!!!

Senin, 12 November 2007

8 Januari 2007

Dear God...

Semalam waktu jalan2 sama keluarga, aku dapat peneguhan lagi tentang panggilan utama dalam hidupku yang sesuai dengan SHAPE-ku (pinjem istilahnya Rick Warren), yaitu: menjadi penulis. What kind of writer? A creative writer. Entah gimana, waktu leyeh2 sambil ndengerinh radio disambung dengan kaset, banyak ide segar & kreatif masuk ke kepalaku.

Jumat, 09 November 2007

10 things I can do Today

Hari ini kan hari Jumat 9 November 2007... hal2 nggak penting yang bisa aku kerjakan untuk mengisi waktuku antara lain adalah:
1. ngisi TTS KR
2. main2 sama Boncel dkk
3. naik sepeda keliling lapangan
4. naik sepeda keliling kampung
5. nggambar di buku gambar
6. main bola sama Lik Sar (PRT baru)
7. wawancarain Lik Sar
8. main bola tenis dilempar-lempar ke tembok garasi depan
9. jalan-jalan keliling lapangan
10. jalan-jalan keliling kampung

Hehe, dah cukup banyak belum nih? Besok kalo kontrol Pak Mahar aku laporin ah... hehe, yang penting sekarang menurunkan berat badan dulu... :)

Jadi Pahlawan yuuuk!!!

Selamat pagi dunia!
Hehe... ganti suasana, ah... aku nggak nyalin buku harianku lagi kali ini... habisnya capek dan bosen... yah, sebagai selingan atau malah begini ini lebih baik daripada cuma nyalin tulisan jadul yang dah usang... hem... hem...

Hari ini hari Jumat tanggal 9 November 2007. Kemarin temenku si Christian ulang tahun, dah 24 tahun deh. Selamat ya... sorry kalo beberapa waktu lalu aku nggak pernah mbales sms. Soalnya lagi bad mood, nggak enak kan kalo njawabnya ngasal... hehe... pembenaran... pembenaran... Yang jelas sekarang aku malah pingin ketemu sama Christian terus cerita2 seru sseperti biasanya... Sekarang lagi sibuk apa ya dia? Hmm... God, bles him, my dear friend, supaya dia dapat meenjadi berkat di mana pun dia berada... Amin!!!!!!!

Besok hari Sabtu tanggal 10 November 2007. Hari pahlawan Indonesia punya. Kok rasanya garing ya, gak sekhidmat jaman aku masih SD? Ada apa gerangan? Apa kata dunia? Hehe... bagiku, pahlawan itu nggak mesti angkat senjata dan mati dalam peperangan fisik kayak zaman 45 tempo doeloe itu... Pahlawan adalah orang2 yang dengan sadar atas kehendak sendiri membagikan hidupnya bagi orang lain, baik secara suka maupun nggak suka. Contohnya: para orang tua (parents, bukan old men) terhadap anak2nya, para guru terhadap murid2nya, para dokter/paramedis terhadap pasien2nya, dll. Bahkan, seseorang yang melakukan hal2 kecil dan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok di sembarang tempat, menahan diri untuk tidak mengumpat terhadap orang yang nggak sengaja menabraknya, dll itu pun menurutku sudah layak disebut sebagai pahlawan. Hmmm... Aku mau ah jadi pahlawan, pahlawan kerajaan surga nyang mulia... apapun yang aku lakukan aku dedikasikan demi nama besar Tuhan Yesus Kristus... itu dah layak disebut pahlawan atau belum, ya? Hehe... Peace, Bapa...

Bapa, aku mau jadi pahlawanMu yang imut2. Segala kebesaran dan kegagahan itu hanyalah oleh karena Roh Kudus yang Engkau karuniakan untuk tinggal dan bekerja di dalamku. So,aku serahkan seluruh hidupku hanya bagiMu sebab Engkau terlebih dahulu memberikan yang terbaik untuk kebaikanku. Dalam nama Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, Haleluya... Amen!!!!!!!

Senin, 05 November 2007

Mangkir Lagi

7 Januari 2007

Bapa...
aku bingung. Hari ini ada bimbel di gereja. Aku nggak tahu mau dateng apa enggak. Masalahnya, aku nggak tahu mau ngajar apa. Besides, aku nggak biasa ngajar. Furthermore, aku lagi ada trouble dalam hal berkomunikaski. That's why, aku bingung. Aku dah sms April berkali-kali tentang hal ini yang intinya ingin mengatakan kebingungan, keberatan, ketidakkompetenan, kekurangmampuan, & ketidak PDanku untuk ngajarin anak2 bahasa Inggris. Klo dulu aku pernah menyanggupi permintaan April untuk bantuin ngajar bahasa Inggris, itu karena aku pikir cuma sekali untuk nggantiin dia yang lagi ada keperluan. Jadinya ada semacam miscommunication & misunderstanding gitu deh. Plus lagi, waktu itu moodku lagi naik sedemikian tingginya jadi agak overconvidence sedangkan sekarang lagi datar2 normal. April juga belum ngasih tahu apa2 lagi nih... Gimana donk, Bapa? Should I come? Without any preparation? Besides, I don't know what & how to say. Intinya, aku bingung... Sudah jam 10 lebih nih, Bapa.

Sudah jam 11 dan aku masih di rumah. Sementara ini juga belum ada satu pun orang yang nelpon ato nyariin aku sehubungan dengan kemangkiranku. So, aku putuskan untuk nggak berangkat ke gereja. Apa aku mulai jadi orang yang nyebelin & nggak bisa dipercaya, Bapa? I hope not. Besides, nggak ada juga sih perjanjian tertulisnya hitam di atas putih. Lagian, pernahkah aku berjanji untuk ngajar anak2 sampai seterusnya? Nggak deh, setahuku juga cuma buat nggantiin April kemarin. Is it an excuse? May be... Lagipula aku juga lagi agak radang tenggorokan nih. Kalo dipake buat omong banyak, malah bisa tambah parah. Belum lagi tanggal 10 besok maju pendadaran. Pendek kata, aku emang nggak mau ngajar lagi, at least for now.

Minggu, 04 November 2007

Jawaban Doa

6 Januari 2007

Met pagi, Bapa...
hari ini aku dah ketemu Yoanito. Agak kaku juga tadi soale lagi beres2 naspub. Yoanito sadar nggak ya, adanya perubahan moodku dari yang dulu narsis ekstrovert menjadi sekarang agak pemalu introvert? Terus tadi katanya Yoanito, bapakku galak. Kok bisa ya? Rata2 temen atau kenalan cowok selalu bilang bahwa bapakku galak atau serem, bahkan Yoyo kakakku sendiri juga terkesan nggak berani ngomong sama bapak. Apa mungkin karena pagi2 gini masih jam2 ritualnya bapak yang nggak mau diganggu, sama seperti kalo aku lagi nulis2 di kamar kaya' gini ya? Possibly... yang penting positive thinking terus. Betul kan, Bapa? Masalah komunikasi verbal yang gak begitu lancar dengan bapakku nggak lagi kuanggap sebagai duri dalam daging yang harus disingkirkan atau diubah sedemikian rupa supaya ideal. Aku nggak gitu terlalu berfokus atau menganggap hal itu sebagai masalah terbesar lagi karena ada sesuatu yang lain yang lebih penting untuk diperhatikan, entah apa itu.

PS: thank's for Your answer to my prayer, Lord. You Are so good...

Sabtu, 03 November 2007

Pendek tapi Berisi

5 Januari 2007

Bapa...
pagi ini nggak sedingin kemarin2nya. Tadi sakjane dah bangun jam lima pagi, tapi masih molor lagi. Habis enak sih tidurnya. Malah dapat mimpi yang bagus... hehe... Semoga tu mimpi ada artinya ya, Bap... Kalo tidur sambil radionya dinyalain terus itu pengaruhnya apa ya terhadap otakku? Katanya Pak Bas, guru fisika SMA 1, ada pengaruh yang signifikan deh, soalnya ada gelombang elektromagnetik yang gimana gitu prosesnya. Bahaya nggak sih, Bap? Kalo nggak bahaya, paling2 cuma pemborosan energi aja. Hehe... sebelumnya, met pagi!!! Hari ini rencananya mau ke kampus lagi. Semoga urusannya cepet selesai, jadi bisa main & nulis2 sepuasnya. Terus, katanya si Yoanito mau pinjem uang lagi. Buat apa ya? Ngomong2, si Yoyo ke mana ya? Kok nggak kedengeran suara klintar-klinternya? Hehe, dapet istilah baru lagi: klintar-klinter. Nambah perbendaharaan kosakata lucu nih. ^.^

Sampai hari ini pesawat Adam Air yang hilang belum ketemu juga. Padahal dah sampai ngelibatin pihak asing seperti AS & Singapura buat mbantuin cari. Kasihan ya para keluarga korban...dirundung ketidakpastian. Ck... ck... ck... Akhir-akhir ini banyak kejadian luar biasa ya, Bap. Kalo menyenangkan sih nggak pa2. Lha ini tragis2 je... Liat aja contohnya kasus kematian mbak Alda yang masih misterius, kecelakaan KM Senopati yang memakan banyak korban, sekarang ditambah dengan hilangnya pesawat Adam Air yang nggak tahu di mana rimbanya. Lumayanlah buat tontonan TV biar nggak jenuh. Habis, kebanyakan sinetron yang ceritanya gampang ditebak sih. Kalo kasus2 tadi kan lain, ceritanya masih simpang siur & misterius. Jadinya malah merangsang otak untuk ikut berpikir... betul, kan?

(Pendek banget ya...)

Kamis, 01 November 2007

4 Januari 2007

Good morning, Father...

Pagi ini masih dingin. Mungkin karena siklus cuaca yang kacau balau akibat musim dingin yang telat datang, ya. Akibatnya juga jadi banyak angin ribut. Banyak angin ribut jadi banyak bencana. Salah satunya adalah hilangnya pesawat Adam Air jurusan Jakarta-Surabaya-Manado beberapa hari yang lalu, diduga akibat turbulensi udara atau faktor cuaca yang buruk. Sampai sekarang keberadaan itu pesawat masih belum diketahui. Kira2 di mana ya, God, pesawat Adam Air itu sekarang? Banyak kemungkinannya sih, ada yang bilang mungkin jatuh di laut, di gunung, dll. Apa mungkin meledak akibat bom, ya, sehingga hancur berkeping-keping & sulit ditemukan? Katanya lagi, ada yang sempet denger ledakan gitu deh... Lagian banyak penumpangnya yang orang Kristen, God... (Njuk ngapa?). Yah, mungkin aja ada yang senewen atau sentimen sama orang Kristen trus ngisengin seperti masang bom atau mbajak pesawat sekalian. Tapi kemarin kok bisa2nya ya muncul barita yang simpang siur kaya' gitu? Sumbernya dari mana tuh? Bikin orang lain jadi ketar-ketir aja. Gimana ya kalo seandainya keluargaku ada yang jadi korban, katakanlah Yoyo atau orang tuaku? What would I do then? Yang jelas, kayaknya aku nggak bakalan terlalu histeris deh. Paling juga bengong dan membiarkan orang lain aja yang bingung. Tapi habis itu ngapain ya? Aku tiba2 ingin bertanya, gimana seandainya aku ditinggalkan keluargtaku sebelum aku sempet mandiri terutama dalam hal keuangan? Pertanyaan itu nggak perlu dijawab dengan kejadian yang beneran, God,soale aku juga belum siap apa2 nih. Jadi, tolong untuk waktu2 sekarang ini, sebelum aku bener2 mandiri dalam segala hal, jangan ambil dulu keluargaku, Bapa... supaya aku nggak jadi orang paling malang sedunia.

Terus pertanyaanku semalam yang aku akhiri dengan doa singkat: "beri aku iman seperti yang dimiliki Abraham saat dia pergi ke tempat yang tidak ia ketahui" kok bisa2nya nyambung sama topik Renungan Harian pagi ini sih! Wah, pasti bukan kebetulan t7uh! Perlu dicermati. Kenapa aku bisa doa demikian? Asal mulanya karena akhir2 ini sering muncul kekuatiran akan hari depan, khususnya dalam hal ekonomi & finansial. Seandainya aku dah lulus (itu dah pasti) besok trus nggak jadi dokter, aku masih belum jelas mau ke mana. Apa harus ngelanjut ke S2? Kalo iya, ke mana? Kalo enggak, mau ngapain? Aku emang dah mutusin tahun ini aku mau off dulu dari dunia akademik, mau nyari inspirasi dulu n netapin hati mau ke mana. Jadi bener2 blank, nggak tahu tujuannya secara pasti. Bener2 mirip Abraham, kan. Makanya aku butuh banget pertolongan, penyertaan, & petunjuk dari TUHAN entah gimana bentuknya. Kalo serius mau jadi penulis, mau mjadi penulis yang gimana? Banyak banget deh pertanyaan yang muncul yang belum bisa aku jawab. Mungkin dibutuhkan lebih dari satu kepala untuk nemuin jawabannya ato kalo belum ketemu juga, minimal ikut nemenin & bantuin aja mikirnya.So, mungkin yang aku butuhkan sekarang lebih berupa companionship atau temen yang bener2 baik & peduli. But who? Sekali lagi, aku serahin sama Engkau sajalah, supaya aku nggak salah langkah lagi.

Pokoknya, Bapa, setelah selesai pendadaran besok, aku akan segera mulai proyek kita bersama yaitu mulai nulis cerita The True Love Story of Nevaeh sama living historynya ibuku. Mungkin sebagai selingannya, aku akan nulis cerita2 pendek yang aku senangi, nggak tahu segmentasinya buat siapa. Intinya, aku cuma mau menjalani apa yang selama ini aku percayai sebagai panggilan utamaMu dalam hidupku, Bapa. Itu aja dulu... Urusan lainnya itu belakangan (pinjem mottonya RS Bethesda). We'll see the difference.
So, sebagai reward setelah pendadaran, aku mau beliin diriku sendiri 2 buku tulis tebel. Yang satu untuk nulis cerita kita, yang satu lagi untuk nulis cerita ibuku. Ini rencananya, Bapa. Sederhana banget, ya? Tolong berkati rencanaku ini, Bapa, supaya apa yang kulakukan itu beneran karena inspirasi dariMu sehingga aku nggak melakukan pekerjaan yang sia2. Dan, bukan juga pelarian dari panggilan yang sebenarnya (seperti Yunus) melainkan sungguh2 melakukan apa yang sudah seharusnya kulakukan. Because I love writing & I long to be a creative writer, Your creative writer.This is my deliference. Jika menulis adalah hidupku, duniaku, & (salah satu) caraku untuk ketemu Tuhan, maka tanpa menulis, aku akan kehilangan identitasku. Hal ini akan kita buktikan sebentar lagi, Bapa. Ya, sebentar lagi menjelang the momet of truth. Bless me, Father! Amen!

Hm... Bapa...
hari ini aku nggak ke mana2 padahal seharusnya ketemu Pak TB buat ngelanjutin konsultasi naspubnya. Semoga besok cukup banyak waktunya sehingga cepet selesai revisinya. Sekalian ngurus administrasi2 yang lumayan ribet itu. Hmm... tumben kan, aku ngomongin masalah kuliahku yang menyebalkan itu sama Engkau, Bapa? Nggak pa2 deh, mumpung dah hampir selesai. Tapi proses hidupku masih terus berlanjut tuh... nggak tahu sampai kapan. Aku nggak mau menjalani hidup sendirian, Bapa, meskipun kepribadianku cenderung suka menyendiri. Hmm... nanti aku sambung lagi ngobrolin masalah kepribadianku.

Rabu, 31 Oktober 2007

Kritik Sosial Nih Ceritanya...

3 Januari 2007

Dear God, my Father...
ugh, aku agak gemes denger2 berita akhir2 ini. Mulai dari mana nih ceritanya? Oke deh, mulai dari hal2 yang aku sukai dulu... Yang pertama yaitu tentang film Indonesia masa sekarang. Aku salut & bangga banget dengan kakak2ku, mas2 & mbak2 yang telah begitu luar biasanya melakukan sesuatu yang berarti dalam bidang perfilman. Sebut saja mbak Mira Lesmana, Nia Dinata, Riri Riza, dll yang karya2nya bener2 keren... berbobot tapi tetep enak ditonton. Idealis tapi juga praktis dan dinamis. Dimulai dari film "Petualangan Sherina" yang fenomenal dulu sampai sekarang--sebut saja "Gie" dan "Berbagi Suami"--di mana karya2 mereka selalu menggebrak dan mencerahkan. Yang aku suka adalah: mereka melakukan ini semua karena "they really love it", mereka punya passion & nggak begitu mikirin masalah2 nggak penting seperti "cita2 mulia mengangkat harkat & martabat bangsa di mata dunia". Karena aku suka (nonton) film yang bermutu, maka aku amat sangat mendukung perjuangan mereka yang begitu concern bikin film Indonesia ini. Tambah salut lagi ketika tadi aku liat beritanya di Metro TV bahwa mereka melakukan tindakan simbolis dengan mengembalikan piala2 Citra yang mereka terima dari FFI kemarin. Wow! Keren banget! Seharusnya cukup menampar muka para penggedhe2 atau sesepuh2 dunia perfilman Indonesia yang cuma bisa berkoar-koar tentang idealisme di media massa tapi mandul dalam berkarya. Kalo toh nggak mandul, karya yang dihasilkan malah nggak laku di pasaran karena terlalu idealis, nggak membumi. O God, I really appreciate what they (Mira Lesmana cs) have done. Bless them, Lord! Soale aku pingin liat gebrakan2 selanjutnya yang bikin aku sebagai orang Indonesia yang cinta film ini puas & bangga.

Terus yang kedua adalah tentang kasusnya bos KR yang sayangnya nggak terlalu banyak dimuat di KR. Curang ya, nggak adil. Mentang2 bosnya sendiri, berita2 yang menyudutkan itu nggak banyak dimuat. Jujur, God, aku agak2 nggak sreg sama KR.Berita2 yang dimuat kebanyakan bad news melulu. Plus lagi, lebih banyak menyoroti sisi2 negatif yang ada di masyarakat daripada sisi positifnya. Gimana bisa maju kalo nggak termotivasi dengan baik? Gimana bisa termotivasi dengan baik kalo nggak terinspirasi dengan bener? Gimana bisa terinspirasi dengan bener kalo beritanya negatif melulu? Masa' yang dieksplor cuma kemiskinan, penderitaan, musibah, dkk terus? Masyarakat yang baca jadi tambah takut & pesimistis, kan? Kapan cerdasnya kalo dicekoki kaya' begituan?! Huh, sebel! Sebel! Kayaknya perlu ada perubahan pada filosofi jurnalistiknya nih. Jurnalisme yang membangun & bukan merusak itu adalah yang selalu mencari mutiara2 di balik tumpukan kotoran & bukannya menyumpah-nyumpahi kotoran2 yang emang jelek & bau itu. Saking sibuknya mengutuki hal2 yang emang dah jelek, jadinya malah lupa deh nyari mutiara terpendamnya. Pantesan miskin terus, nggak kaya2... Huh! God my Father, please send Your mercy to this city, especially to those who are supposed to be treasures hunter so they can enrich the people. Bless them who are supposed tobe the light bearer so they can enlight the world with Your light, Lord. Berkati bos KR, Bapa, supaya bener2 cari wajahMu & sukur2 nemu kerajaanMu & kebenaranMu (which is Jesus Christ), shg dampak yang dihasilkannya pun bener2 memberkati & memuliakanmu, Bapa.

Palagi, ya? Thank's for Your mercy today, Lord... I really2 apreciate that, Father.

New Year 2007

2 Januari 2007

Happy New Year, Bapa...

Brrr... dingin. Serasa musim dingin di Alaska atau Antartika aja. Anginnya kenceng banget sehingga jadi kerasa dingin. Hujan belum turun meskipun dari tadi pagi mendung terus. Apa kabar, Bapa? Seharian kemarin aku nggak ngasih kabar berita tertulis sama Engkau karena firstly, capek. Secondly, agak males. Thirdly, aku merasa nggak enak hati. Apa sebab? Banyak. Here they are...

Aku merasa tersinggung & nggak enak hati karena perkataannya Om Yoyok yang menyiratkan bahwa aku lupa dengan sanak keluarga. Really? Am I? Aku emang lagi males rame2 & kumpul2 karena aku lagi pingin sendirian untuk menulis lebih banyak lagi. Makanya aku kemarin gak sepenuh hati ngikutin acara keluarga yang rame2. Nggak tahu kenapa pokoknya aku lagi pingin menyepi & nggak pingin diganggu. Terus aku lumayan kaget & shock juga waktu denger dari Baba yang bilang kalo anak2 PMKK 05 pada marah karena kemarin Sabtu aku nggak bisa ikut latihan. Lha gimana, aku dah janji duluan sama ibuku untuk ikut Natalan Marturia di Kalipenten. Salahku cuma lupa ngasih tahu Baba sebelumnya kalo kemarin Sabtu aku nggak bisa ikut latihan. Lagian minggu kemarin aku juga ada seminar hasil yang nganyelke itu, jadinya ya lupa deh mau ngasih tahu Baba. Pokoke serba nggak ngenakin deh, Bap... makanya aku jadi males nulis. (Akhirnya, hujan juga deh... Jadi tambah adem... brr).

Bap... aku sekarang kaya'nya lagi lupa sama yang namanya seni berkomunikasi. Nggak tahu lupa apa males, rasane aneh wae nek diajak ngobrol atau disapa sama orang lain. Kok bisa gitu, ya? Aku juga lagi nggak niat untuk tahu penyebabnya. Pokoknya cuma pingin nulis wae.

Bap... aku pikir aku ini mirip Kain, saudaranya Habel, yang jahat itu. Aku merasa marah pada diriku sendiri & nggak aman saat lihat saudaraku lebih berhasil & lebih baik daripada aku. Padahal seharusnya nggak boleh gitu, kan! Aku marah karena setiap kali ada yang tanya Yoyo mau kerja di mana (& Yoyo dah tahu dia mau ke mana), aku merasa seolah-olah aku ini orang paling bodoh sedunia. Pokoknya segala macam negative thinking yang self destructive itu membanjiri pikiranhku & siap menenggelamkanku dalam jebakan mental (aku belum dapat nama yang cocok) yang jauh lebih parah daripada sebelumnya. Semakin besar lagi kemarahanku saat inget2 hal2 yang nganyelke seperti saat menghadapi para klinisi yang memang pinter tapi nggak punya empati & nggak bisa memahamiku sebagai manusia seutuhnya. Urgh! Pokoknya sebel banget!

Bap... aku lupa gimana caranya jadi seorang sahabat. Terus aku marah dengan perasaan takut & kuatir yang mulai menghantui perjalananku ke depan. Aku marah! Aku pingihn mengcounter strike semua kebohongan yang membuatku bimbang ini! Tolong Bap, kasih aku senjata2 yang tepat untuk memenangkan pertarungan pribadi satu lawan satu ini. (Barusan aku mengalami 'de javu'). I need Your counsel & comfort, Father. Here I am. Please, help me...! I need You! Right here, right now. I want to win the battle! In the name of Jesus Christ, amen! Haleluya!

Aku masih marah (untuk mengcounter perasaan takut & bimbang) nih, Bapa! Aku marah memikirkan keharusanku untuk memberikan pertanggungan jawab kepada orang lain yang mempertanyakan dasar pengharapanku. Aku marah memikirkanh kemungkinan terburuk yang bakal aku hadapi di kemudian hari terutama saat impianku terwujud. Aku marah kalo aku sampai kehilangan lagi akses ke sumber pengharapan & sukacitaku (yaitu Engkau, Bapa). Aku marah mengingat kebodohan2 yang ada dalam keluargaku. Harus aku salurkan ke mana energi amarahku ini, Bapa? Habis marah biasanya aku capek. Kalo capek, aku gampang pusing. Kalo dah pusing, aku lebih baik tidur. Tapi apakah itu menyelesaikan masalah, Bapa? Ugh, aku pingin melampiaskan amarahku dengan melakukan sesuatu. Bagaimana kalo nggambar?\

I am angry...

O iya, gimana kabarnya Gladies, Bapa? Terakhir SMS keliatannya dia ada masalah berat & butuh hikmat. Dia cuma minta aku ndoain dalam roh aja. Satu kata yang menyadarkanku akan panggilanku adalah: ANGEL. Gladies mengingatkanku kembali akan sukacitaku yang besar saat aku berperan sebagai "angel" atau malaikat penjaganya orang lain lewat doa. Hmm... mungkin ini jawabanMu, Bapa... akan kusalurkan energi kreatif akibat amarah ini dengan berdoa syafaat... nggak lagi memikirkan diriku sendiri. Let's do it!

Bapa, aku marah & nggak terima dalam hati sama sikap Tante Asih (& Om Fifi juga) terhadap anak2nya, Veno & Yayan. Kenapa Tante Asih selalu bilang di depan anak2nya sendiri kalo mereka goblog, nggak pinter, dsb? Kenapa mereka selalou dibanding-bandingkan dengan orang lain? Apa Tante Asih & Om Fifi nggak tahu bahwa sikap seperti itu dapat menghancurkan semangat & membunuh impian anak2? Nggak heran kalo Veno begitu benci & pernah terlontar untuk membunuh ibunya sendiri (menurut cerita yang kudengar dari ibu). Tapi aku berdoa, Bapa, STOP semuanya ini! STOP kekerasan psikologis tsb! Apa pun akarnya, tolong cabut itu semua sampai bersih, Bapa, & gantikan dengan benihMu... benih cinta kasih surgawi yang benar & kudus sehingga keluarga Tante Asih & Om Fifi dapat menjadi keluarga kemuliaanMu. Bless them, Father... in the name of Jesus Christ! Amen!

Selasa, 30 Oktober 2007

Self Jugement

31 Desember 2006

Sore, Bap...
aku kok agak aras2en, ya? Kayaknya agak males untuk ngapa2in. Paginya sih punya waktu yang lebih banyak untuk menyepi & bersekutu dulu secara pribadi denganMu. Seperti HP yang harus dicharge... Kalo nggak, aku bisa kehabisan energi kreatif & sukacita. Thanks buat atmosfer dingin & sejuk hari ini, jadi enak banget buat bobok. Dan ketoke, sebagian dari diriku ada yang tertidur nih, Bapa... nggak 100% wake up. JAdinya seperti setengah sadar. Mata jasmaniku memang melek, tapi mata nonjasmaniku yang nggak kelihatan ini sepertinya ngantuk, tinggal 5 watt. Jadi kaya' hayub2en... bisa nabrak2 kalo jalan, seperti orang mabok. Bahaya kan? Makanya, aku perlu "sesuatu" untuk membuatku tetap "terjaga"...

Bap, aku agak2 giamana gitu kalo denger Pak Christian Sutopo kotbah. Agak2 "gimana" gimana? Gini nih Bap, kesan yang aku tangkap dari cara membawakan kotbahnya adalah ada semacam sikap menghakimi atau menggurui yang bikin aku nggak nyaman. Menghakimi sih boleh2 aja, tapi nada pesimistis & seperti "meremehkan" iman (membuatku seperti "harus merasa berdosa terus") itu lho yang aku nggak suka sama gaya berkotbahnya beliau. Untuk isi kotbahnya sih aku bisa terima karena emang bener & kadang berguna untuk menegur. Tapi ya itu tadi, Bap, sikap beliau yang seolah-olah selalu meragukan iman orang lain yang dikotbahi itu lhop yang aku nggak bisa terima. Wong Bapa aja sepengetahuanku nggak pernah bikin aku down, kecil hati, lemah iman, apalagi meragukanku... Ada semacam "kacek" deh antara sikap Pak CS sama karakterMu yang aku kenal selama ini. Mbuh akunya yang salah apa beliaunya yang emang ada masalah, aku minta tolong deh Bapa aja yang kerjakan sesuatu untuk mengoreksi hati kami masing2.

Bap, setelah kupikir-pikir sebentar, Pak CS itu mengingatkanku sama seorang nabi PL yang namanya Mikha. Siapa itu Mikha? Mikha adalah nabi yang lain daripada nabi2 sezamannya. Kalo pada umumnya para nabi itu selalu menubuatkan hal2 yang menyenangkan hati raja Israel, maka lain dengan Mikha. Dia cuma menyampaikan apa yang TUHAN ingin sampaikan sehingga lebih sering Mikha menyampaikan hal2 yang tidak menyenangkan hati raja. So, lepas dari bener apa salahnya sikap Pak CS, aku akan belajar untuk mendengarkan lebih baik & lebih seksama lagi suaraMu yang disampaikan melalui kotbah beliau. Karena, bagian utamaku adalah mendengar & terutama adalah mendengarkan firmanMU yang murni supaya aku tetep "stem" dengan "nada dasarMu" sehingga aku tetep peka terhadap kehendak hatiMu, Bapa.

Setelah nonton film Spiderman kemarin, aku mendapati adanya beberapa kesamaan antara karakter Harry Osborn (temennya Peter Parker) dengan karakterku. Karakter anak orang kaya yang sangat tergantung dengan figur orang tuanya yang begitu besar & sukses menurut ukuran dunia. Ternyata, karakter si Harry itu sangat rapuh, labil, & cenderung destruktif... kalo tidak self destructuve ya merusak ke luar. Sangat mirip denganku, Bap. Kecenderunganku yang terbesar adalah self destructive. Kalo kata Mas Roma, kemampuanku untuk menilai diriku sendiri ini merupakan nilai lebih yang aku punya & itu membuatku sedikit lebih PD, Bap. So, bless him & Mbak Rini yang telah sedemikian rupa membesarkan hatiku sehingga aku dapat lebih menghargai & menerima diriku sendiri. Hmm... wait a second. Let me see... ketoke lawan terbesarku bukanlah Iblis atau orang lain yang ada di sekitarku melainkan diriku sendiri. Why... Aku mendapati bahwa suara yang paling keras & kejam yang membuatku kecil hati itu paling sering adalah suara hatiku sendiri. Lepas dari sumber suara tersebut (entah Roh Kudus, diriku sendiri, atau Iblis), aku mendapati bahwa suara yang paling berpengaruh bagiku bukanlah suara2 dari luar melainkan suara2 dari dalam diriku. KArena kecenderungan terbesarku adalah mendengarkan, maka suara2 tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan dengan seksama. Terkadang bukan melulu berupa bahasa verbal yang kutangkap dalam hati melainkan berupa gambaran2 atau bayangan2 mental tertentu yang jauh lebih cepat dari kata2. Hmm... karena kecenderunganku lagi yang lebih banyak berpikir & merenung daripada ngobrol & bercakap-cakap dengan orang lain, maka aku cenderung menjadi "orang asing" di mana pun aku berada. Bahkan terkadang aku pun merasa "asing" dengan diriku sendiri. Orang yang mungkin paling tak terpahami & misterius, ya Bap... Penghiburanku ya cuma satu ini, yaitu bahwa Engkau mengenalku dengan baik bahkan melebihi diriku sendiri. Cuma itu yang membuatku mampu bertahan menghadapi diriku sendiri yang begitu sulit dipahami & cenderung misterius ini. Hehe... coba hitung berapa kali kata "cenderung" aku tulis... ^.^

OK Bap, percakapan rahasia antara aku & Engkau ini kita lanjutkan lagi kapan2 ya... Cukup menarik & menantang diriku sendiri untuk megeluarkan semua yang ada sehingga makin lama makin terungkaplah siapa diriku yang sebenarnya. Thanks!

Happy Ending

3o Desember 2006

Met pagi, Bapa...
Wow, makasih ya... Kekuatiran & ketakutanku yang nggak beralasan kemarin nggak terbukti. Apa yang aku takutkan ternyata nggak terjadi. Sebaliknya, aku malah diberkati & dapat menjadi sedikit berkat buat keluargaku. Aku nggak ngerencanain apa2, cuma ngalir gitu aja... Eh, malah Bapa yang kerja. Aku nggak tahu apa2 & nggak mengharapkan apa2 tapi Bapa malah ngasih yang terbaik & nggak pernah aku bayangin sebelumnya. Kok bisa2nya ya keluargaku kemarin kayak gitu, begitu antusiasnya nyanyi puji2an? Syukur banget deh buat keluargaku, khususnya ibuku yang telah nyuport aku sedemikian rupa hingga suasana hangat & nyaman seperti kemarin dapat terjadi. Semuanya karena Engkau juga sih, Bapa... ^.^ thanks!

Hari ini hujan... brrr, dingin! Dingin2 gini enaknya ngapain, ya? Aku pingin banget mbaca yang bagus2 terus nulis yang keren2 nih. Hehe... O iya, ada cerita cantik hadiah dari Petra FM dulu. Nanti aku baca ah... Hari ini rencananya mau main ke gereja yang ambruk karena gempa nih, Bapa. Di sana nanti kaya' gimana ya? Asyik nggak ya? Hmm... flowing in the go aja ah (minjem istilahnya Marlin).

Ngomong2, Marlin sekarang lagi ngapain ya? Katanya sih dah pulang ke Kupang. Kapan ya, Bapa, bisa ketemu lagi sama Marlin? ^.^ Terus kabar temen2 yang lain gimana, ya? Hope for the best aja deh, & prepare for the worst (pinjem istilahnya Pak Hendro). Btw lagi nih, Pak Hendro itu orangnya lucu ya, Bap...! Bener2 kerasa banget "asin"nya & keliatan banget "cahaya"nya. Bisa dijadiin teladan hidup tuh! Wow, salut!

Aku laper nih, Bap... pingin maem... Maem dulu yuik! Hehe...

Kisah Seorang Anak Kecil

29 Desember 2006

Bapa...
met pagi & pakabar? Habis njemput Yoyo nih di bandara... perasaannya? Seneng tapi juga agak kagok dikit... aneh ya? Aku lagi mikir tentang sesuatu nih, Bap... yaitu tentang "mencintai bayangan" atau perasaan cinta terhadap sesuatu yang kita pikirkan. Saat aku memikirkan sesuatu atau seseorang yang aku (pikir) sangat sukai, biasanya aku merasa amat sangat yakin bahwa aku telah mengenalnya dengan baik. Tetapi begitu sesuatu atau seseorang itu bener2 ada di hadapanku, segala yang aku pikir telah kukenal & kuketahui dengan baik itu tiba2 hilang lenyap... diganti dengan ketakjuban yang membuatku nggak bisa berkata-kata atau berkomentar seperti biasanya. Jadi seperti merasa asing dengan diri sendiri... Apa yang ada nyata di depan mata bener2 menghapus bayangan2 yang aku susun dengan rapi dalam pikiranku selama ini... Hmmm.... seperti itu jugakah nanti saat aku ketemu face to face denganMu, Bapa? Aku jadi takjub, diam seribu bahasa, & malu2 mau untuk mendekat padaMu? Aku jadi bingung & nggak tahu lagi gimana mau mengekspresikan perasaan senangku padaMu? Wew... pinjam istilahnya Jamrud, ketoke aku perlu kursus merangkai kata untuk bicara nih... Di atas kertas mungkin aku bisa cerewet & cerita panjang lebar ngalor ngidul, tetapi begitu kertas & alat tulis nggak ada... aku jadi diem. Hmm... normal nggak sih, Bap? Normal donk, ya?^.^

Jam 15.20 di kamarku...
Bapa...
pertama-tama, biasa... bingung lagi nih mau nulis apa. Tapi paling juga ngalir sendiri setelah aku mulai nulis2... hehe... Mmm, ketoke temene Yoyo yang nitip laptop itu bukan mas tuuuut deh. Syukurlah... fiuh! ^.^ Terus nanti malem jam 7 katanya mau ada acara kebaktian keluarga di Bukit Surya Kaliurang. Nggak tahu siapa yang punya inisiatif tapi nggak ada salahnya untuk ikut... juga nggak terlalu banyak berharap.Entahlah, Bap... keluargaku emang agak2 unik,kalo nggak mau dibilang aneh. Semacam ada tembok yang tak tampak atau kabut misterius yang bikin aku merasakan semacam kecurigaan, iri hati, ketidaktulusan, dengki, dendam, benci, kemunafikan, dkk. Nggak tahulah... Aku agak bingung nih, Bap... Dari apa yang selama ini aku pelajari, yang namanya persekutuan itu bukan hanya pas ngumpul2 bareng waktu ada acara2 khusus melainkan gimana hubungan satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Bapa tahu sendirilah, mungkin karena saking sibuknya, masing2 jadi jarang banget komunikasi atau silaturahmi (pinjam istilah tetangga). Aku dah lama nggak main ke tempat Pakde Tato & Bude Lingga, & mereka juga nggak pernah main ke rumah. Heran deh aku... aku dah lama nggak merhatiin gimana hubungan kasih antarkeluarga yang dulu sedemikian rupa akubela2in dihadapanMu. Aku dah lama ngggak gitu meduliin mau baik apa hancur hubnungannya... dah lama juga nggak ndoain secara khusus. Hmm, masih perlu nggak sih, Bap? Keadaan yang kelihatannya adem ayem seperti ini tuh sebenarnya gimana sih menurut pandanganMu? Kok kasihku terhadap mereka2 yang notabene adalah keluargaku ini menjadi dingin, ya? Hmm...

Seandainya nanti beneran ikut ke Kaliurang, aku masih bingung mau jadi diriku yang seperti apa... harus bagaimana... Apa biasa2 aja, datar2 aja? Atau berusaha bersikap sedikit lebih antusias? Hmm... belum tahulah, Bapa... Lagian kalo ada Yoyo, biasanya perhatian orang2 akan lebih banyak ke Yoyo... Aku selalu jadi bayangan yang nggak kelihatan deh, Bapa... Terus, rencanaku ke depan mau ngapain setelah lulus juga belum aku rumuskan secara mateng... masih mentah... Yang ada dalam pikiranku ya cuma nulis dan nulis... Aku masih belum tahu gimana njawab pertanyaan orang lain tentang hal ini nantinya... So, gimana nih, Bap? Pengalaman2 yang lalu membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku nggak sehebat & sekeren yang aku bayangkan... semua itu kadang bikin aku down & kecil hati. Hmm... Aku emang jarang ngeluh sih, tapi sekalinya ngeluh... wuih, bisa panjang banget! Tapi aku belajar untuk nggak terlalu banyak ngeluh/curhat tentang masalah pribadiku sama orang lain. Soale orang lain juga kadang punya masalahnya sendiri sehingga mereka bisaq capek & bosan ndengerin keluhanku. Tapi kadang banyak juga kok yang punya hati sebaik Engkau, Bapa, yang diem2 perhatian & ndukung aku dalam doa saat aku lagi ada masalah berat & butuh pertolongan. Well, aku cuma bisa bilang... mbuh ah! Biar Bapa sendiri yang mbales semua kebaikan mereka secara diam2 juga... Aku nggak gitu ambil pusing, tapi aku ikut seneng kalo Bapa & yang lain seneng.

Apa lagi ya, Bap? Nek tak baca2 lagi tulisanku barusan, kok mesakke juga ya? Hehe... anak yang patut dikasihani nih, Bapa... nggak banyak orang yang tahu & mau mengerti apa yang sedang dipikirkannya. Berusaha mati2an untuk nggak jatuh dalam sikap mengasihani diri sendiri & berusaha meyakinkan diri bahwa dia nggak sendirian meskipun kadang2 merasa kesepian tapi akhirnya jatuh tertidur juga karena kecapekan sendiri (biasanya). Hmm... gimana kalo sesuatu yang nggak biasa terjadi ya, Bapa? Gimana kalo tanpa disangka-sangka, Engkau sudah siapin "something special" yang menjadi kejutan yang membangkitkan sukacita si anak tsb? Wow... keren!

Senin, 29 Oktober 2007

Curhat Sehabis Mati

28 Desember 2006



Bapaa...

Terlalui juga tahap seminar hasil yang acak adut & kacau abis ini. Aku merasa seperti menjadi orang paling bodoh sedunia. Rasa malunya masih belum hilang, nih... plus rasa nggak layak yang nggak enak banget itu. Tinggal satu tahap lagi yang nggak kalah menjemukan dan membosankan yaitu konsultasi, revisi, & pendadaran. Rasanya mau muntah... huek!

Rasanya seperti pahlawan bertopeng yang harus melepaskan topengnya... aku jadi nggak bisa mikir banyak nih! I know, I know that You still love me, Father. Aku juga tahu kalau Engkau nggak meninggalkanku, Bapa... tapi sekarang rasanya seperti membuat seluruh dunia berpaling menonton kebodohanku yang memalukan... duh, malunya! Huhu...

Mana Bu Tari tahu lagi kalo bukan aku yang bikin itu skripsi & ketidakmauanku untuk koas... Kalo bukan karena faktor keluargaku, pasti aku nggak akan diperhatikan atau diistimewakan kayak gini. Harus bersyukur atau malah malu nih, Bapa?



Hmm... sedikit berpikir & merenung untuk menghibur diri nih... bicara masalah status,Bapa... statusku sebagai anak bapak & ibuku yang mempunyai reputasi sebagai dokter itulah yang membuatku seperti mendapat "hak istimewa" atau "perhatian khusus". Apalagi ibuku yang bela-belain repot cuma demi kelulusanku yang tinggal selangkah lagi sementara aku dah nggak minat. Jadi, semua ini bukan karena usahaku, Bapa... sama sekali bukan! Mirip2 dengan kesalematan & kasih karuniaMu, ya? Bedanya cuma ini bikin aku nggak bangga & nggak merasa layak sedangkan kasih karunia & keselamatan itu bikin aku bangga & melayakkanku untuk menjadi anakMu & memandang wajahMu.



Hmm lagi... ketoke ironis ya, Bapa... dulu aku berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan status & identitasku sebagai anak dokter yang cukup dikenal di lingkungan kampus FK UGM dengan alasan "keadilan". Tapi sekarang justru sebaliknya yang terjadi. Usahaku itu malah menghancurkanku & menjadi bumerang buatku sendiri (ceritanya panjang). Malah, keuntungan & kelebihan yang berusaha aku tutupi itulah yang sekarang "menyelamatkan" (muka)ku. Sekarang malah aku dikenal banget sebagai anak bapak ibuku yang hebat2 (jadi yang hebat bukan aku, hiks...). Ini gimana sih? Adil gak sih? Hmm... Pokoke, Bapa, aku dah wegah banget jadi dokter! Dah kepalang basah malunya! Wagu banget...



Tadi sepulang dari "pelucutan topeng", aku disapa 3 orang temenku dengan nggak disangka-sangka. Apakah ini yang namanya kasih karunia? Aku masih mendapatkan kebaikan2Mu meskipun sebenarnya dah nggak layak banget? Wah, Bapa... rasane aku masih perlu belajar lagi akan kasih karuniaMu nih, bukan secara konsep2 abstrak melainkan yang bener2 nyata di kehidupan sehari-hari. Aku bener2 anak yang bikin malu, bukan kepasa siapa2 melainkan kepada diriku sendiri... Apakah ini yang namanya "mati", Bapa? Kalo gitu, "bangkit"nya seperti apa, Bapa?



"Dah puas Mi, menghukum diri sendiri?"



Hmm... baik nggak sih, Bapa, menghukum diriku sendiri? Menyiksa diri kaya' gini ini berguna gak sih? Yang jelas bukan Engkau, Bapa, yang menghukum diriku bahkan bukan juga si Iblis melainkan diriku sendiri... Bener2 konyol. Aku harus mengampuni diriku sendiri nih, Bapa, biar nggak keterusan makin parah menyiksa diri... So, dengan ini, aku nyatakan: Mimi nggak bersalah & nggak boleh disalahkan lagi oleh siapa pun, terutama oleh Mimi sendiri!

TOK... TOK... TOK...

Hehe... jadi nget film2 China klasik seperti Puteri Huan Zhu dulu, di mana para kasim & pelayan yang bikin kesalahan harus menampar dirinya berkali-kali & bilang "Hamba pantas mati!" berulang-ulang. Bener2 bego & konyol ngeliatnya... Ya, mungkin mirip2 kaya' gitu kalo aku menyiksa diriku terus sementara Bapa sendiri nggak menyalahkan/menghukum aku. Wah, hujan nih, Bapa... deres keliatannya... Jadi inget, hujan itu sama seperti Bapa setuju denganku... hehe, ya gak sih?


So, Bapa... aku menyimpulkan bahwa pepatah "Allah akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri" itu nggak berlaku untukku... buktinya ya aku ini, Bapa... Pokoke nggak ada deh alasan buatku meninggikan diri lagi setelah ini karena aku dah ngerasain sendiri sakitnya... Aku bener2 dah "mati" ya, Bapa? Sakit & nggak enak ya, rasanya... Yang penting, yang terbaik aja deh yang terjadi... Ayo, Bapa, kita main bola lagi! Hehe...


TUHAN, Bapa, aku mau curhat dikit... ("Banyak juga boleh kok!") Bapa, kalo aku ketemu Nelly, aku mau ngomong apa ya? Nggak tahu deh... Dah, cuma itu yang pingin aku curhatin sama Engkau, Bapa... hehe...


Aku janji sama Bapa, aku nggak akan menyalahkan atau menghukum diriku sendiri setelah lulus nanti.

Selasa, 23 Oktober 2007

Bagian Akhir dari Dua Bagian

Bapa...
I can't stand alone! I need You! I need my neighbour(s). Bapa, salah satu hal yang menggelisahkanku adalah tentang KEDEWASAAN. What is the meaning of "DEWASA", Bapa? Apakah definisi dari DEWASA? Aku kok masih belum ngerti & rasane nggak pingin ngerti, ya... Apa lebih baik nggak usah aku pikirin sedemikian rupa sampai njelimet, cukup ngalir aja, gitu? Hmm... bisa sih, cuma kadang2 dalam pikiranku timbul semacam kekuatiran dan kebimbangan konyol such as gimana nanti kalo dah hidup terpisah dari bapak ibu (maksude kalo dah nikah, gitu)... Aku kan nggak biasa ngerjain pekerjaan2 rumah seperti nyapu, ngepel, masak, nyuci, nyeterika, belanja, dsb. Gimana nanti kalo aku nggak bisa & bikin malu? Duh, pertanyaan konyol. But, I think, itu semua bisa diatur kan... Tahun depan yang tinggal sebentar lagi datangnya bakalan jadi tahun latihanku, Bapa... Yah, minimal aku belajar ngurus kamarku sendiri lah, sambil mulai ngerjain proyek kita itu. Aku pikir, ini lebih baik dan lebih berguna buat kita semua, Bapa... gimana?

Mmm... selanjutnya tentang MIND SETTING. Tiba2 aja vocab tsb muncul mak "TING" di kepalaku. What's the matter with that? Gini. Bisa2 aja aku ngerencanain hal2 keren & luar biasa itu sekarang. Tapi You knowlah, Bapa, aku seriiiing banget berubah setia (pinjam istilahMu). Maksude, kadang berhenti di tengah jalan atau mbalelo sebelum selesai. So, gimana caranya supaya aku bisa me-MIND SET diriku sendiri... biar nggak sia2 lagi, Bapa... Dan sepertinya, aku nggak bisa sendirian... aku perlu orang lain untuk mengingatkanku saat aku lupa, membangunkanku saat aku tertidur, mengispirasiku saat aku blank, and so on. Aku percaya sih kalo Bapa pasti dah siapin siapa2 aja untuk menyemangatiku... Aku perlu menekankan pada diriku sendiri bahwa perjalananku setahun ke depan bukanlah lari pendek/ sprint melainkan marathon panjang sehingga aku perlu mengatur nafas sebaik-baiknya... So, help me, Father!

Cuma sebelum sampai ke sana, aku harus melalui dulu "golgota" yang nggak enak banget itu. Aku harus menghadapi seminar hasil penelitian sama pendadaran. Padahal aku pong2 bolong soal itu semua. Hmm... kalo dipikir-pikir, selama empat tahun numpang lewat di bangku perkuliahan ini, aku belum tahu dapat apa aja dari sana... Belum aku audit & evaluasi sih... tapi berdasarkan firmanMu, Bapa, semua ini nggak sia2 selama aku terus bersekutu denganMu.

Wah, Bapa... bentar lagi kan Yoyo pulang. Katanya bawa 4 laptop, salah satunya buat temen SMAnya. Siapa ya? Semoga bukan mas tuuuuuut, soale rasane aku malu & belum siap untuk ketemu lagi. Sepertinya "jubah"ku masih terlalu lusuh, kotor, & compang-camping nih... harus diganti atau diperbaiki dulu sebelum ketemu... Tenang, tenang, bentar lagi kan lulus tuh... "jubah"ku juga bakalan diganti dengan yang putih bersih & polos... hehe... Hmm, Bapa... aku masih belum berani ketemu mas tuuuuuut face to face nih... Bener2 nggak ksatria ya... hiks...hiks... Bapa, mbok Bapa melakukan sesuatu, please... tolong buat mas tuuuuuuut melupakan & nggak mempermasalahkan lagi ulahku beberapa waktu lalu... please... Jadi inget ceritanya Yakub yang takut waktu mau ketemu Esau nih... Bakalan ketemu & gulat sama Tuhan juga nggak, ya? Hehe... Jujur, Bapa, aku masih takut & malu nih kalo ketemu sama mas tuuut. Duh, gimana ya? Mau ngomon g apa aku nanti? Pake topeng apa lagi nih?

Duh, Bapa... masih takut & belum tenang nih... aku merasa nggak layak benget kalo ketemu sama mas Tuuuut nantinya... What should I do? What should I say? I am not a good sister, Father... aku dah nengacaukan banyak hal & bikin perkara2 yang nggak perlu... Nggak heran kalo mas tuuuut nggak suka, muak, & marah banget... tapi aku nggak mau kalo dibenci sama mas tuuuut... gimana dong? Sindrom brother complex-kah ini? Adik yang amat sangat mengagumi & menyukai kakak laki2nya? Tapi kan mas tuuuut emang bukan kakak kandungku, nggak ada hubungan darah! Jadi, boleh donk! Cuma, mas tuuuut sepertinya tetep nganggep aku sebagai adik, nggak lebih... Duh, Bapa... masalah klise yang sinetron banget yang aku benci mengakuinya... Aku suka banget sama mas tuuuut tapi gimana dengan mas tuuuut-nya, Bapa? Hiks... hiks... konyol dan kekanak-kanakan banget ya... Hmm... Help me, Father... I surrender to You...

Kepalaku jadi pusing nih, Bapa... mungkin karena mbayangin nggak enaknya kalo ketemu mas tuuuut besok... harus jaim & menahan diri banget... Emang siapa yang suruh sih untuk jaim? Nggak ada kan? Mbuh ah... kita lihat aja besok. Semoga aku bisa jadi diriku sendiri yang "ndhagel banget" seperti yang mas tuuuut pernah kenal dulu... Hmmm... wish me luck, Father! Aku deg2an nih... ^.^

Bagian Awal dari Dua Bagian

27 Desember 2006



Shallom, Bapa...

hehe, seharian kemarin aku tewas, jadinya nggak sempat atau menyempatkan diri untuk nulis surat buatMu. Ada kejadian yang lumayan lucu yaitu lift di gedung Radiopoetro yang nggak jalan karena mati lampu. Jadinya aku harus naik tangga sampai lantai 6. Gila, capek! Terus pulangnya seperti mau muntah rasanya, mana bus kotanya gak gitu nyaman lagi. Ya udah deh, sampai rumah langsung tidur di kamar ibu... Tidur siang setengah pingsan yang panjang dan lama. Kalo orang2 pada umumnya mengidap workaholic, maka aku sepertinya mengidap sleepyholic. Hehe... Semakin berat suatu beban atau masalahnya, semakin banyak aku tidur. Gampang kan mengenali tanda2 stresku? Bener2 anak phlegmatik. Mirip2 dikit sama Yakub (di Betel), Yunus (di kapal), n Elia. Bangunnya karena ada kejadian luar biasa yaitu intervensi ilahi.



Kalo Yakub tidur karena kecapekan saat ia melarikan diri dari Esau, Yunus tidur di kapal karena kecapekan saat melarikan diri dari panggilanMu, dan Elia tidur karena kecapekan melarikan diri dari Izebel. Semuanya sama situasinya, escaping! Aku juga melarikan diri dari kenyataan yang tidak menyenangkan. Terus bangunnya gimana? Yakub dikasih mimpi tentang tangga dari surga ke bumi dengan malaikat2 yang turun naik, Yunus dibangunin ABK saat badai, & Elia dibangunin malaikatMu terus disuruh makan. Kalo aku, kombinasi sih... tapi yang paling sering mbangunin adalah ibuku, nggak tahu kenapa. (Bless her, Father!). Mungkin suatu saat nanti aku akan nulis biografi ibuku sebagai balas budi mengingat satu2nya keahlian yang aku punya & ingin aku kembangkan terus adalah menulis. Hehe... boleh kan, Bapa? (Boleh donk... kan membangun... tul gak?)



Jadi, proyek besar kita besok selain bikin cerita tentang The True Love Story of Nevaeh adalah bikin biografi ibuku. Tadinya sih pingin bikin biografi kakekku, tapi data2nya kurang lengkap. So, mending bikin ibuku dulu yang lebih reliable... mumpung masih hidup, hehe... Sekali lagi aku tegaskan pada diriku sendiri, Bapa, bahwa semua itu bukan untuk nyari uang. Aku cuma pingin memberi yang terbaik sebagai ungkapan syukurku kepadaMu, Bapa. Aku percaya, keinginanku ini bener2 muncul karena Engkau sendiri yang punya mau. Dan di mana ada keinginan yang sesuai dengan kehendakMu, Engkau sebagai Bapa pasti akan bukain jalan satu per satu... hehe, pokoke yang keren2 gitu deh! Terus, pertimbanganku yang lain adalah hal seperti ini sepertinya belum banyak atau emang baru aku yang bikin di sini, belum ada yang pernah melakukannya di Indonesia (mungkin ada, tapi nggak banyak). So, aku pikir, ini bener2 ladang yang masih luas & belum banyak penghuninya... gak banyak saingan deh, aku seneng! I like it, Father! So lagi, setelah aku lulus s1, aku nggak bakalan nganggur... tetapi mulai mengerjakan proyek kita bersama! Horeee! I am glad! It's so wonderful! Thank you, Father! Hehe...



So, let us conclude for today... Job description kita untuk tahun depan adalah:

1. Mulai bikin tulisan2 iseng (proyek besar kita, The True Love Story of Nevaeh & The Living History of my Mother)

2. Berjaga-jaga & berdoa selama "satu jam" bersamaMu (mbuh maksude apa & piye realisasine... pokoke aku melu Panjenenganipun kemawon ^.^)

Dah, 2 itu aja... cukup singkat tapi padat, kan? Hehe... Lagian "dua" adalah angka yang bagus & KEREN... huehehehe... I know that You know what I mean, Father... it's our secret, right? Hehe... ^.^

Pas Natalan

25 Desember 2006

Bapa...
Banyak banget SMS Natal yang masuk, mbalesnya piye? Belum nemu kata2 nih... Hari ini aku nggak ke gereja karena rasanya nggak wajib deh. Aku laper, mau makan dulu... ntar kita sambung lagi, ya. Ayo makan... ^.^

Wow, Bapa...
barusan aku denger di radio Petra ada berita sekilas tentang pelayanan Bu Debora (5 orang, ibu2 semua) yang concern nsama penyembuhan orang gila... Apa mereka kelompok yang sama dengan "Pemulihan Ministry"-nya Bu Titik & Bu Poer dulu, ya? Denger dari wawancaranya tadi, ada banyak kemiripannya deh... Alamatnya yang jalan Wates km 8,5 sama cara yang dipakai untuk pelepasan yaitu menggunakan metode air... dasar Firman Tuhannya juga sama dengan yang aku terima dulu... So simple but powerful! Wah Bapa, rasanya aku kangen... pingin deh ketemu lagi sama mereka... Moreover, aku pingin memberkati mereka & pelayanan mereka... belum tahu gimana & kapan, tapi rasane Bapa juga setuju dengn apa yang aku inginkan... Furthermore, mungkin emang dah kehendakMu, kali ya... Hehe... Haleluya deh klo emang gitu... ^.^
Pikiran jahatku yang cenderung membanding-bandingkan orang lain ini aku tundukkan di bawah kakiMu, Bapa, dalam nama Yesus. Soale, aku cenderung suka melihat konfrontasi ilahi sih... maksudnya, aku suka melihat, mendengar, & mengalami sendiri gimana kalo kekudusanMu yang murni itu ketemu dengan segala sesuatu yang cemar & najis. Pasti bakalan seru & keren banget karena sudah barang tentu kuasaMu yang menang. Bakalan terjadi ledakan & kebakaran yang dahsyat di mana namaMu dikuduskan, kerajaanMu datang, dan kehendakMu jadi di bumi seperti di sorga. Soale Bapa kan api yang menghanguskan! Hehe!Haleluya! Amen!

Mmm... aku juga mau serahkan keinginan hatiku ini sama Engkau, Bapa, yaitu keinginan untuk memberkati pelayanan Bu Debora dkk itu... Kalo bener mereka orang2 yang kukenal dulu waktu SMA, maka aku mau serahkan keinginanku untuk ketemu lagi & lebih mengenal lagi mereka secara pribadi di dalam Engkau, Bapa. Aku mau serahkan kerinduanku yaitu mengenalkan mereka pada keluargaku supaya terjadi sesuatu yang luar biasa dahsyatnya hanya sama Engkau juga, Bapa.

Palagi ya?

About Salvation

24 Desember 2006

Bapa...
aku merasa bingung... sekali lagi aku nggak tahu mau ngomong apa... Hari ini aku banyak tidur, entah karena beneran capek atau cuma pingin tidur aja... Saat aku mendengar orang2 pada menyerukan adzan maghrib, aku merasa sedih... aku mendapati adanya perbedaan yang nyata antara seruan mereka yang belum percaya dengan seruan anak2Mu... Spirit atau semangatnya berbeda banget... Bagi mereka yang masih dalam penghukuman karena belum percaya, seruan mereka mengandung unsur kemarahan & ketakutan sedangkan bagi kami anak2Mu, setiap pujian & doa yang kami naikkan mengandung kesukaan, kecintaan, & tidak ada rasa takut atau marah karena kami tahu bahwa kami sudah tidak ada di bawah penghukuman. Emang sih, belum semua juga anak2Mu yang bener2 ngerti & hidup di dalam kebenaranMu tentang keselamatan yang sederhana itu sehingga mudah ditipu, diombang-ambingkan, bahkan sampai disesatkan. Sesat masih mending karena masih bisa dicari & dibawa pulang. Tapi paling parah kalo dah murtad, mengeraskan hati sehingga gak mau terima kasih karuniaMu lagi... Memang bener kalo sampai seseorang bisa terima & yakin bahwa dia sudah selamat itu semua karena anugerahMu saja... untuk itu aku amat sangat bersyukur sama Engkau, Bapa, karena at least aku punya kepastian dalam hatiku bahwa aku sudah selamat. Untuk urusan bagaimana meyakinkan orang lain tentang jaminan keselamatan yang cuma ada di dalam Yesus ini, aku berserah total aja sama Engkau, Bapa... Sebab aku sadar bahwa kalo seseorang bisa bertobat & lahir baru itu bukan karena pintarnya manusia berkata-kata ataupun membujuk rayu melainkan oleh karena pekerjaan tanganMu sendiri oleh keterlibatan Roh Kudus... Jadi, nggak ada yang namanya formula atau rumus instan untuk bisa membuat seseorang kenal Tuhan Yesus & memperoleh kerajaan Sorga, apalagi sampai dimetodekan. Hmm... kalo mau nulis tentang ini bisa panjang banget, Bapa... gimana nih?

OK deh, daripada bengong nggak tahu mau ngapain & untuk menghindari rasa bersalah akibat menyerahkan urusan tetek bengek skripsi sama ibuku, lebih baik aku pakai waktu yang ada ini untuk nulis tentang KESELAMATAN. Hehe... itung2 sebagai langkah awalku ngerjain panggilan surgawiMu,Bapa... Tapi jangan kecewa ya, kalau aku nggak sepiawai atau selihai ahli2Mu yang lain dalam bidang ini... So, sugeng midhangetaken...

Bapa, apa sih definisi dari "selamat"? Mengapa begitu penting sih? Siapa yang punya ide ini? Di mana, kapan, & bagaimana seseorang bisa dikategorikan "selamat"? Hehe... pertanyaan yang ketoke nggak penting banget ya buat kita2 yang dah pasti selamat. Tapi, buat mereka2 yang masih belum atau gak gitu yakin selamat, mungkin penting banget. Ya, kan? So, gimana nih enaknya... hmm... Karena aku nggak gitu mahir & kompeten untuk urusan penjabaran, pemaparan, presentasi, etc yang njelimet2 itu, maka biarlah aku serahkan bagian ngajar-mengajar ini sama temen2 & saudara2ku yang lebih berkompeten... Hehe, silakan... Aku akan nyeritain apa yang kualami sendiri aja meskipun amat sangat subjektif & tidak ilmiah karena tidak mengikuti kaidah2 metodologi yang baku. (Makanya aku tuh nggak gitu cocok sama dinamika dunia akademik yang metodologis abis... ^.^)

Hmm... mulai dari mana ya? Yang aku inget adalah aku kenal Tuhan itu sebagian besar di sekolah karena aku kan anak sekolahan... dah lulus SMA, lho... Di sekolah, aku diajari & belajar (yang mana duluan aku nggak gitu ngerti) banyak hal tentang sejarah (di mana Tuhan menjadi otak super cerdas di balik layar) dan kebenaran2 Tuhan dalam Alkitab (thx to Bu Herlin, Bu In, & Pak Noer). Waktu SD, aku diajarin bahwa Tuhan Yesus itu mati bukan cuma buat orang Kristen aja melainkan juga untuk semua orang apapun keyakinannya. Terus ketika SMP, aku baru tahu kalo Tuhan Yesus itu satu2nya jalan untuk selamat atau untuk sampai kepada Bapa (Yoh 14:6). Waktu SMP juga, aku dapat pewahyuan yang lembut, langsung masuk ke pikiranku & aku langsung ngerti, yaitu bahwa Yesus Kristus itu adalah Allah. Jadi, Yesus bukan sekedar nabi atau manusia suci, tapi Yesus itulah Tuhan yang kita sembah sebagai Allah. Waktu SMA, aku diajarin untuk doa minta Tuhan Yesus masuk dalam hatiku sehingga menurut standar ajaran Injili, aku sudah lahir baru (meskipun aku belum ngerti apa itu). Aku baru "ngeh" dengan hal2 rohani & kebenaran2 dasar itu waktu retreat umum kelas 2 di mana aku mengizinkan intervensi Tuhan dalam bentuk apapun (terserah Roh Kudus) masuk dalam hidupku. Kemudian, aku baru bener2 ngerti, meskipun belum 100% berjalan sesuai apa yang kuketahui, & mendapat jaminan pasti bahwa aku sudah termasuk warga kerajaan Sorga. Aku sudah dimateraikan oleh Roh Kudus dengan cara yang di luar batas pemahaman manusia. Jadi, meskipun aku jatuh bangun & sering mbingungi sendiri bahkan sampai bikin orang lain ikut bingung, aku tetep selamat sentosa dalam Tuhan Yesus. Buktinya, meskipun aku jatuh berulang kali & sempat mau undur diri, Roh Kudus tetap menopangku & mendorongku untuk terus hidup dalam Tuhan. Intinya, memperoleh & mempertahankan keselamatan itu nggak bisa pakai kekuatan kita sendiri tetapi hanya bergantung pada Roh Kudus. Itulah yang namanya kasih karunia Tuhan.

Well... sulit juga ya mau nulis tentang apa yang aku ketahui secara pasti... yah, namanya juga lagi belajar... ya nggak, Bapa? Sekarang enaknya ngapain lagi, ya? Jam setengah 8 nanti mandi ah... terus habis itu, kita lanjutin lagi ngobrol2nya...

Bagian Kedua

Jam 10.40 di KPTU lantai 2

Bapa...
Aku bener2 blank & nggak dhong dengan mekanisme & segala macam tetek bengek urusan di fakultas. Kalo nggak ada ibuku yang nganter & ngoprak2, aku nggak bakalan mau berangkat sendiri ke sini... pong2 bolong aku kaya' singa ompong, tampak keren & sangar di luar tapi keropos di dalam. (Untung aku tadi dah sikat gigi, hehe ^.^). Tadi papasan sama Bu Lina, dosenku radiologi... nggak gimana2 sih, & syukur deh nggak ada rasa malu atau takut lagi... Thank God buat ibuku yang cukup terkenal & punya nama besar di sini... So, semakin yakin & mantap aku bahwa di sini ini bukanlah tempatku yang seharusnya... Aku cuma suka nonton, mengamati, mendengar, dan menikmati suasananya untuk kemudian aku jadikan bahan tulisan bebasku tanpa perlu merasa harus terjun langsung ke lapangan... Mungkin caraku terjun ke lapangan bukan dengan sebagai dokter atau klinisi atau orang praktis pragmatis melainkan dengan sebagai pengamat (aktif maupun pasif), penggembira, pencelik mata, penghangat suasana, dsb melalui tulisan2ku yang lebih bersifat idealis canggih... hehe... Mulai deh keluar sok2annya... Gpp ya Bapa, daripada diem aja karena minder & bingung (padahal sebenernya juga minder & bingung sih... hehe). Enak juga ya, Bapa, menertawakan diri sendiri... Jadi nggak takut lagi.

Jam 12.45 di kamar atas rumah Pelem Kecut

Yes, Bapa...
akhirnya kembali ke tempat ternyaman di bumi saat ini, yaitu kamarku dhewe... Enak deh di sini, bebas mau ngapa2in, cuma between You & me... so cool & romantis abis... Sayangnya kunci kamarku ini hilang entah ke mana sejak tahun 2002 yang lalu... jadinya nggak enak banget kalo digangguin sama orang yang sukanya ngetuk2 & buka pintu (biasanya sih si Tintin) pas aku lagi enak2nya "having a romantic time with You" (pinjem istilahnya mas Papang). Bapa, thanks ya urusan hari ini bisa selesai meskipun rasanya belum plong tuntasnya... hehe... matur nuwun sanget, Gusti...

Wah, seandainya aku bisa baca tulisan tanganMu secara langsung, Bapa... betapa kerennya! Pingin banget rasanya baca2 buku diaryMu sendiri, langsung tahu & ngerti isi hatiMu yang terdalam, ^.^ Hehe... so, nanti di surga, aku nggak bakalan bosan atau bingung lagi karena bengong atau nggak tahu apa yang harus aku lakukan (nggak kaya' di sini) tapi aku bakalan keasyikan mbaca & nulis terus apa pun yang kuinginkan tanpa takut merasa bersalah lagi... Kan di surga lingkungannya sedemikian rupa kondusifnya sehingga nggak akan memungkinkanku untuk berpikir yang cemar atau jahat, kecuali kalo emang sebegitu ndablegnya sehingga harus dibuang... Hehe... lagi ngomongin apa sih ini? Aku kok jadi mbingungi sendiri... ^.^ Betapa beruntungnya Musa,k Daniel, Yohanes dkk yang telah melihat tulisan tanganMu sendiri, Your own handwriting, Bapa, selama mereka masih hidup di dunia ini... Wow, keren!!! Rasanya kaya' gimana ya? Aku cuma bisa mbayangin dengan mbandingin lewat tulisan tangan orang lain yang aku sukai... katakanlah mas tuuuuut... aku punya lho tulisan tangannya waktu SMA meskipun cuma sekelumit. Walaupun cuma lihat goresan tangannya yang sederhana itu (pake pensil), sepertinya aku bisa sedikit menyelami & memahami kepribadian mas tuuuuuut yang unik. Tulisannya mirip dengan tulisanku waktu SD, bentuknya bulet2 gedhe tapi lebih tegas & kaku daripada punyaku. Mungkin sama2 tipe orang yang kaku, saklek, nggak gampang kompromi dan polos seperti anak2 kali ya... hehe... Mulai deh memuji diri ^.^!

Sekarang mau ngapain lagi ya? Aku laper nih, mau makan... Makan yuk, Bapa! Hehe...

Jam 17.10 di kamar atas

Wow, Bapa...
uban pertamaku mulai keliatan barusan... kaget deh... rasanya campur aduk antara seneng, sedih, bangga & malu. Seneng & bangga karena uban kan kata Alkitab merupakan lambang hikmat. Sedih & malu karena berarti aku tambah tua tapi masih seperti anak2 & cenderung nggak mau jadi dewasa. Habis, kalo dewasa nanti nggak bisa terbang lagi (based on film Hook--> Peter Pan yang lupa cara terbang karena dah dewasa), nggak bisa main2 lagi & nggak seru lagi. Pokoke Bapa, aku mjau seperti Pak Putih (Pak Ibnu--Red) yang masih sangat berjiwa muda meskipun rambut di kepalanya dah putih semua... yang muda2 aja kalah semangat!

Eh Bapa, barusan aku ditelpon sama Baba... dimintain tolong buat main kibor untuk Natalan PMKK tanggal 20 Januari besok... Wow, senengnya... dah lama nggak main kibor, apalagi buat PMKK yang kadang dibenci tapi kadang juga dikangenin. Apa ya? Yah, buat seneng2 aja sekalian ngerayain "kebebasanku" dari "belenggu" kuliah salah tempat ini. Sebenernya aku nggak benci2 banget sama the faculty of medicine GMU, cuma nggak cocok itu aja... nggak cocok bikin aku nggak gitu dhong... nggak gitu dhong bikin aku nggak berprestasi, nggak berprestasi bikin aku nggak pe de, nggak pe de bikin aku gampang down... Dan kalo sudah down, aku nggak mau ngapa2in lagi... hehe... Semoga ini bukan sekedar berdalih melainkan bener2 sesuai dengan kenyataan & kebenarannya. Tapi yang penting, at least aku ngerasa lega sekarang karena... mmm... gimana ya cara ngutarainnya? Yah, karena aku bisa bersukacita kembali dengan pikiran yang jernih setelah sekian lama... Hehe... Thank's, Father, for You Are so good all the time!

Bapa, bentar lagi aku & ibu mau ke rumah Bu Fonali. M1au latihan paduan suara buat ngisi tanggal 31, pas sidhi anaknya Bu Pon yang bungsu. Hehe... wish us luck ya...! Terus habis itu, mau latihan di gereja buat ngiringi kebaktian Minggu jam setengah 9 pagi. Pendetanya Bu Retno, lho! Hehe... dah lama nggak ketemu. Berkati kita ya, Bapa... Oke deh, siap2 untuk berangkat. Mau sikat gigi dulu. Cayo!!! Ayo semangat! Ganbate!!!

Senin, 22 Oktober 2007

Bagian Pertama

23 Desember 2006





Bapa...


aku bingung mau bilang apa... mau mengeluh apa berterima kasih... mau merasa seneng apa malah malu... Habis, aku bener2 nggak bisa sendiri, aku amat sangat ketergantungan... yang terutama tentu aja sama Engkau, Bapa... terus (atau tapi) kemudian juga sama orang lain. Di dunia yang selalu menganjurkan "Do it by yourself" untuk bisa dikatakan berhasil, kok aku malah "I can't do anything without You (& others)". Jadi, menurut standar dunia pada umumnya, aku ini termasuk dalam kategori "Looser". Karena, aku emang nggak umum. Aku ini orang yang berkebutuhan khusus, nggak bisa berdiri sendiri & (selalu) membutuhkan dukungan (& bantuan) dari pihak lain untuk bisa berjalan maju. Ini gimana, Bapa? Apakah aku termasuk golongan orang yang "celaka" karena selain mengandalkanMu, aku juga (masih) bergantung pada orang lain?





Untuk saat ini aku masih belum bisa berkomentar & menilai dengan jujur & adil. Mungkin setelah lulus nanti aku baru bisa membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku ini termasuk ke dalam golongan orang yang "diberkati" & bukannya golongan orang yang "celaka".





Satu2nya pengharapanku saat ini yang memampukanku untuk tetap bertahan & melangkah maju sedikit demi sedikit menuju hari depan yang penuh harapan adalah apa yang aku yakini, imani & amini sebagai panggilanMu yang utama dalam hidupku, yaitu: MENULIS. Karena, bagiku menulis adalah cara yang paling cocok untuk lebih mengenal hidupku, duniaku, dan Tuhanku. Aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa perlu pake topeng atau polesan macam apa pun ya saat aku menulis-nulis kaya' gini ini, Bapa... ^.^





Bapa, aku punya satu permohonan lagi & aku percaya pasti Engkau juga setuju. Aku pingin jadi teman dekatnya Nada... anaknya mas Irawan sama mbak Novi itu... Alasannya? Nggak tahu kenapa & gimana, pingin aja... Mungkin sekalian belajar gimana rasanya kalo punya adik kecil, karena aku kan anak bungsu di rumah... Hehe... Yah, itung2 sbg latihan kalo besok punya anak... hehe... Bapa, aku kalo sama siapa saja, nggak peduli berapa pun umurnya, cowok ataupun cewek, sekarang kok bawaannya pingin berteman melulu ya? What's the matter with me? Jiwa seorang temankah ini yang Engkau taruh dalam diriku? Wow... keren juga tuh... Alasannya berteman, ya cuma pingin ngobrol2 atau main2 bareng, seperti layaknya teman... Sesuatu yang wajar & biasa kan, tetapi sebenernya amat sangat luar biasa. Saking sederhananya, nggak banyak orang yang sadar bahwa Engkau sedang mengerjakan sesuatu yang "wow, keren!" saat kami anak2Mu ngumpul2 bareng sekedar untuk duduk2, ngobrol, gojeg, main, en so on... ^.^





"Berbahagialah kamu, Mi... (lanjutin sendiri, ya... hehe)", kata2 yang barusan muncul/ timbul dalam benakku (BTW, "benak" itu secara anatomis letaknya di mana ya? Ada yang tahu? Hehe)





Thx, Bapa... Nanti, setelah aku semakin deket sama si Nada yang imut lucu itu, mungkin aku bakalan dapat banyak ide untuk ngembangin ceritanya si Grace... mungkin Nada bakalan aku tambahin untuk ngisi kekurangannya Gita dalam karakter Melody... Hehe...


Hmm... wait a minute... kabarnya Gita sekarang gimana ya, Bapa? Lama nggak ketemu... Antara Gita & Nada, aku mendapati ada beberapa kesamaan & perbedaan... Persamaannya adalah sama2 memiliki gambaran ibu yang telah dirusak (oleh si jahat T_T), sama2 cantik & menarik... Perbedaannya, wah... banyak banget donk! Yang jelas & pasti, mereka--Gita & Nada--sama2 unik & nggak ada duanya. Nggak ada yang bisa nggantiin posisi mereka (di hatiku & hatimu terutama) meski dengan 10 pangkat n malaikat surgawi sekalipun. Karena itu, sebisa mungkin, aku akan jaga hubunganku dengan Gita & Nada supaya nggak rusak... hehe... sok2an banget ya kelihatannya... Tapi, nggak ah... aku serius & tulus, kok, Bapa... Jadi, tenang aja... percayakan aja padaku sama seperti aku mempercayakan hal2 yang berharga dalam hidupku padaMu, Bapa...



Wow, Bapa... saat aku mulai berpaling 100% serius untuk memenuhi panggilanMu (yang sebenarnya "cuma" aku imani karena aku belum pernah denger suaraMu secara audibel, so... ini "cuma" sebatas kesimpulanku) untuk menulis, aku merasa nggak kuatir lagi akan masa depanku... aku nggak kuatir lagi akan pasangan hidupku... aku nggak kuatir lagi akan bagaimana aku hidup... Sekali lagi, prinsip kerajaan Allah semakin terpatri & diteguhkan dalam hatiku... So, here I am, Lord... I will follow You wherever You go... Aku nggak takut lagi akan apa pun juga karena Engkau yang menaungi & memeliharaku... Bagianku adalah terus menulis apa pun yang Engkau taruh dalam hati & pikiranku, urusan selanjutnya itu bagianMu... Yes! I found it! Thx, Father!



"You're welcome!"