Senin, 09 Maret 2015

Hikmat dari Nonton RED



Sugeng dalu, Gusti Rama Prabu. Aku tadi sore lihat film RED bersama Mas Cah di Rumah Cahaya. Film yang dibintangi Bruce Willis ini bercerita tentang seorang pensiunan CIA yang masih sangat handal. Ia berjuang mempertahankan hidupnya, cintanya, dan menegakkan kebenaran serta keadilan dengan caranya. Ada banyak hal menarik yang menjadi bahan refleksiku secara pribadi. Beberapa di antaranya adalah ini:


1.       Tokoh utama film RED ini sedang jatuh cinta dengan seorang perempuan muda yang tidak tahu apa-apa. Karena diincar oleh pihak yang berkepentingan, maka si perempuan pun ikut-ikut menjadi target untuk dihabisi. Hal ini mirip dengan TUHAN yang jatuh cinta pada mempelai-Nya yang sering tidak tahu apa-apa. Tahu-tahu si mempelai berada dalam kondisi di tengah-tengah pertempuran dahsyat sehingga mau tidak mau ia pun harus ekstra waspada jika ingin selamat. Satu-satunya cara untuk tetap aman adalah selalu berada di dekat si RED. Demikian juga dengan kita mempelai-Nya. Kita harus senantiasa dekat dengan TUHAN, jangan sampai menjauh karena kita pun menjadi target incaran Musuh. Mengapa? Karena Musuh sangat ingin melukai hati TUHAN dengan cara mencelakakan kekasih hati-Nya.

2.       Di tengah hiruk pikuknya pertempuran dan konspirasi yang super canggih, ada satu hal yang Nampak sebagai kebodohan tapi sangatlah besar kuasanya. Hal itu adalah KASIH. Saat RED tengah sibuk dengan baku tembak dan pemecahan misteri konspirasi, ia diingatkan oleh sekutu-sekutunya untuk mempertahankan cintanya terhadap Sarah karena itulah hidupnya sebenarnya. Dan ternyata, memang betul bahwa senjata yang kita gunakan untuk melawan segala karut marut kejahatan bukanlah strategi yang rumit bin njelimet melainkan ‘hanyalah’ bahasa KASIH yang sederhana, tampak sepele, dan seperti bodoh itu.

Demikianlah yang bisa kubagikan dari film laga komedi RED ini. Dalam film lanjutannya, RED 2, tema di atas diulang lagi. Intinya adalah kasih kepada TUHAN merupakan senjata yang ampuh dalam peperangan rohani. Haleluya.

Tidak ada komentar: