Rabu, 17 Februari 2016

TUHAN...

Mata hati membuka diri
Memahami mencoba menghayati
Mendengarkan rahasia kelam
Pertumpahan darah tiada habisnya
Memenuhi bumi langit negeri
Kekejaman yang curang
Kebengisan yang kelam

Senyum tak lagi tersungging
Menyisakan garis datar sudut bibir
Memendam geram duka nestapa
"Sampai kapan, Tuhan?"

TUHAN...
pertumpahan darah,
Ketidakadilan,
Kesewenang-wenangan,
Intrik licik politik,
Telah, sedang, dan masih terus terjadi
Di sini di bumi ini...

TUHAN...
tolong suarakan kebenaran
Tolong tegakkan keadilan
Paparkan semuanya apa adanya...
Kami rindu...
Kami muak...
Kami siap...

TUHAN...
bukan demi negeri ini...
Bukan demi diri kami...
Tapi demi nama-Mu yang kudus...
Karena Engkau benar dan adil...
Hosana Anak Daud...
Hosana Gusti Yesus...
Hosana Jehova Shalom...

TUHAN...
kami merindukan-Mu
Sang Alfa
Sang Omega

TUHAN...
aku tahu Engkau lebih tahu
Aku tahu Engkau berkuasa
Aku tahu Engkau adil dan benar
Engkau telah mendengar seru doa
Engkau telah melihat setiap kejadian
Engkau punya penyelesaian terbaik

Karena itu...
Mari TUHAN, nyatakanlah
Hikmat keperkasaan-Mu...
Keajaiban kuasa-Mu...
Kasih karunia-Mu tercurah...

Singkapkan semua selubung
Pulihkan setiap luka hati
Mampukan untuk mengampuni
Hingga kesembuhan sejati terjadi...

TUHAN...
Tiada yang mustahil bagi-Mu
Tiada yang tak mungkin bagi yang percaya
Dan aku percaya...
Aku percaya...
Aku percaya...

(Rabu, 10 Februari 2016)

Tidak ada komentar: