Jumat, 16 Juni 2017

Enyahkan Takut

1 Yohanes 4:18 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. http://www.bibleforandroid.com/v/f5f346e4c125 Apa yang paling ditakuti oleh civitas hospitalia saat mendengar kata "survey" atau "audit" atau "akreditasi"? Sebagian besar (mungkin) akan merasa takut salah saat ditanyai oleh surveyor atau auditor. Mengapa? (Mungkin) karena takut dihukum, atau takut dimarahi, takut disalah2kan apabila salah menjawab atau memperagakan. Ada semacam ketakutan/kekuatiran akan terlihat bodoh atau tidak kompeten (saat disurvey/diaudit/dinilai). Karena takut/kuatir yg berlebihan, orang jadi malu bertanya padahal tidak tahu. Orang jadi enggan berproses meningkatkan diri. Akibatnya, jadi mudah iri hati saat melihat orang/pihak lain yg tampak lebih maju dan enjoy dlm prosesnya. Tidak terasa, pikiran2 negatif pun mengungkung. Semua itu dapat menghambat kinerja. Lalu bagaimana supaya kita dapat mengenyahkan ketakutan/kekuatiran semacam itu? 1 Yohanes 4:18 memberikan jawabannya. (Kasih yg sempurna mengenyahkan ketakutan). Sadarilah, yakinilah bahwa Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita. Bersyukurlah! Wujudkan rasa syukur itu dalam pikiran, ucapan, & tindakan kita (termasuk saat kita beraktivitas di rs masing2). Nyatakanlah syukur atas kasih yg sempurna tsb kepada Tuhan, sesama, dan lingkungan kerja kita. "Krn Tuhan mengasihiku, aku tdk takut dicap bodoh/kikuk" "Tuhan yang mengasihiku memampukanku berproses menjadi lebih baik setiap hari" "Krn Tuhan mengasihiku, maka aku lakukan jobdesku dengan penuh tangguh jawab" Perkatakan, deklarasikan, isi pikiran dan hati kita dengan kebenaran tsb... sampai hati kita dipenuhi semangat yg meluap-luap dan membara... sehingga tdk kita temui lagi rasa takut/kuatir dlm keseharian kita. Contoh kecil: anak saya Asa (mau 5 tahun) sering dengan berani dan tanpa takut bertanya "kenapa kok...", "what is this" saat ia tidak tahu. Asa tidak malu, sebaliknya dengan penuh antusias dan keingintahuan yg besar, ia akan kejar terus jawabannya. Asa juga mulai suka belajar menyeterika bajunya sendiri meskipun ada risiko keslomot. Asa tidak takut gagal/jatuh/sakit krn yakin dia tetap disayangi, diterima, dan dijaga oleh papa mamanya. Demikian juga kita civitas hospitalia, terlebih asesor internal, hendaknya juga berani bertanya saat tidak tahu/tidak paham, berani bertindak sesuai SPO/standar apa pun risikonya tanpa takut akan bayang2 gagal, tanpa takut diejek/dicemooh apabila gagal/salah/keliru. Saat gagal/keliru, lakukanlah evaluasi dan langkah2 perbaikan sesuai dengan standar mutu yg ada. Jangan tawar hati/ kecil hati karena kita yakin bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menyertai kita. Mari kita berproses dan senantiasa belajar sehingga kualitas pelayanan kesehatan di RS kita masing2 dpt terus-menerus ditingkatkan. Amin.

Tidak ada komentar: