Selasa, 25 Juli 2017

Nasi Sudah Menjadi Intip

Hari ini di Facebook, aku mendapati 3 postingan teman tentang sekolah/ pendidikan di Indonesia. Ketiga postingan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Postingan mb Tyas tentang SALAM
2. Postingan Pdt. Daniel K. Listijabusi tentang anaknya yg masuk sekolah Mangunan
3. Postingan Pak Purnawan tentang segregasi agama di sekolah negeri Intinya adalah tentang kebebasan dalam proses pendidikan anak di Indonesia.

Entah bagaimana, aku merasa tergelitik. Apakah kegelisahan dan perjuangan para pegiat kebebasan/ pembebasan anak dalam proses belajar di sekolah itu dapat berhasil? Berhasil di sini berarti memperoleh momentum yang tepat sehingga dapat mencelikkan, menyadarkan, dan mendobrak kesalahkaprahan proses pendidikan anak-remaja-dewasa di Indonesia. Entah kapan dan bagaimana.

Mengapa aku sampai bisa tergelitik? Jujur, aku sedang gelisah juga tentang diri sendiri berkaitan dengan MINAT & BAKAT... PASSION... PURPOSE... CALLING. Apa hubungannya? Tanpa bermaksud menyesali diri/ frustrasi, aku mengakui bahwa aku selama ini merupakan 'korban' dari kesalahkaprahan itu. Kegelisahan dan kesadaran itu mulai muncul sejak 7 tahunan ini. Nasi sudah menjadi 'intip'. Aku sudah bergelar dokter umum yang tidak umum. Aku masih belum aman dalam hal status dan posisi. Aku masih mencari jati diri. Sebenarnya aku ini senangnya apa? Apakah destinyku? Apakah panggilan tertinggi dalam hidupku? Apakah tujuan hidupku secara spesifik?

Tadi pagi, secara bukan kebetulan pula, aku membaca 2 postingan di Facebook dengan tema PASSION. Ternyata passion itu bisa lebih dari 1. Berarti passionku adalah berdoa, musik, tulis-menulis, learning process. Apa hubungannya dengan dokter?

Setelah proses seleksi PPDS kemarin, kini aku punya waktu untuk piknik. Akan kugunakan waktu piknik ini untuk benar-benar mencari, menemukan, dan menguji sungguh-sungguh tentang PASSION, PURPOSE, DESTINY of my life. Untuk itu, aku mungkin perlu berbagi dan diskusi secara mendalam dengan orang-orang yang kuanggap lebih dewasa dan bijak yang sekiranya bisa menolongku menemukan PASSION, PURPOSE, & DESTINY tersebut. Rencananya, hasil diskusi dan berbagi itu akan kudokumentasikan dengan teratur secara tertulis di blog. Kiranya Tuhan memberkatiku.

Tidak ada komentar: