Minggu, 07 September 2008

Janji Ketemu Sama Bapa Malam Ini

Aku merasa kesepian di sini saat ini... Nggak tahu kenapa... apa mungkin karena nggak ada teman yang bisa diajak untuk ngobrol atau chatting sesuka hati sampai puas... masing2 punya kesibukannya sendiri... ada yang sudah punya pacar dan sibuk dengan pacarnya, ada yang sudah bekerja dan sibuk dengan pekerjaannya... Aku cuma memerlukan teman untuk ngobrol saja kok... tapi rasanya, sepertinya, untuk ngobrol pun dibutuhkan syarat2 tertentu supaya bisa nyambung dan asyik... di antaranya adalah level pendidikan, tingkat pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya... rasanya sulit untuk hanya sekedar say hi tanpa ada tendensi macam2 dari orang lain... duh, sepertinya memang hanya Tuhan saja satu2nya Pribadi yang mau menerimaku apa adanya tanpa perlu harus persiapan atau belajar teks book terlebih dahulu untuk hanya sekedar datang, duduk diam, dan ngobrol sesuka hati...So, here I am...

Bapa, aku kembali datang kepadaMU dengan segala yang ada padaku... nggak banyak, Bapa, nggak banyak... aku cuma ingin ngobrol sama seseorang yang kukenal baik dan mengenalku dengan baik... nggak perlu pake topeng, nggak perlu basa-basi, dan nggak perlu takut akan menyakiti perasaannya karena aku dan dia tahu bahwa kami masing2 saling memahami... dan aku dapati Bapa, bahwa sahabat terbaik seperti itu hanya aku peroleh di dalam pribadiMu... Engkaulah sahabat terbaikku, Bapa... aku mau jadi sahabatMu juga nih... ayo kita ngobrol ngalor ngidul nggak perlu takut2 nggladrah karena aku lagi butuh teman dan tempat untuk ngobrol... let's talk, Father...

Sebelumnya, berkati dulu teman2 dan sahabat2ku yang ada di dunia ini dengan kesibukan dan kesenangannya masing2. Berkati mereka satu per satu, Bapa, sehingga meskipun aku nggak ketemu mereka muka dengan muka, mereka tetap terpelihara aman dalam naungan kasihMu. Aku sungguh merindukan saat2 bersama dengan sahabat2ku, Bapa. Aku rindu membagikan sukacita dan kegelisahanku dengan mereka. Mengapa harus mereka? Karena mereka adalah sahabatku, Bapa. Aku tahu, Engkaupun punya kerinduan yang sama terhadapku... Engkau begitu rindu untuk berdua saja denganku, secara eksklusif, lebih dari saat aku sedang asyik sendiri di depan komputer seperti ini... Ok, Ok, Bapa.... setengah jam lagi akan kumatikan komputer ini dan aku akan masuk kamar dan meluangkan waktu yang bermakna hanya bersamaMU... tunggu sebentar ya, Bapa...

Tidak ada komentar: