Jumat, 12 September 2008

Chatting Membawa Berkat

Hari ini aku melakukan banyak hal yang tidak berguna. Mulai dari main sudoku waktu koas di RSUD SLeman, sampai chatting berjam-jam dengan bermacam-macam karakter manusia yang sulit ditebak apa maunya. Tapi sepertinya aku masih dilindungi oleh Tuhan sehingga aku dapat meloloskan diri dari jerat iblis yang sungguh licin bin licik. Kalau biasanya dalam chatting aku selalu melayani orang lain dengan ramah, sopan, dan cenderung mengutamakan perasaannya, kali ini aku coba untuk jujur apa adanya aku tanpa tedeng aling2. Ternyata, hasilnya sungguh mencengangkan. Nggak ada satupun yang mau berteman denganku karena aku ngomong segala sesuatu secara apa adanya dan tanpa ditutup2i. Maksudnya, aku katakan yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Sepertinya karakter kenabianku mulai keluar dari tempurungnya. Aku mulai berani berkata-kata yang benar sesuai dengan maksud Tuhan. Sebenarnya aku juga salah sih, seharusnya aku lebih konsentrasi belajar daripada menyibukkan diri dengan chatting nggak jelas sampai larut malam kayak gini. Untung masa percobaannya cuma seminggu. Minggu depan aku bisa lebih konsentrasi belajar dengan konsekuensi logis agak keteteran karena seminggu yang luang ini aku lebih banyak mainnya daripada belajarnya. God, forgive me please...

Tidak ada komentar: