Jumat, 10 Oktober 2008

Mimiel Chronicles bagian 6

Duh, Mimiel mengeluh dalam hati, kapankah ia dapat melewati penghalang yang dibuat oleh musuh. Pandangannya lama2 semakin kabur. Pegangan tangannya semakin terasa kendur. Pedangnya terasa semakin berat. Perisainya sepertinya sudah penyok terkena serangan bertubi-tubi dari musuh yang tanpa ampun menghajarnya. Duh, Big Boss, kapankah pertolonganMu akan datang, jerit Mimiel dalam hati. (Sebenarnya lucu juga membayangkan malaikat yang meminta pertolongan, karena selama ini kan gambaran malaikat adalah penolong yang diberikan Tuhan untuk menolong manusia...hehe, ya maap... saya bukan ahli teologi yang baik)

Kulayangkan pandanganku ke gunung2,
dari manakah pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN semesta alam...

Syuuuuut.... Pranggggg!!!!!! Tiba2 saja Mimiel mampu memusatkan perhatiannya dan mengayunkan pedangnya tepat mengenai pangkal sayap musuhnya. Entah dari mana tiba2 Mimiel bisa memikirkan sepenggal frase tersebut di atas. Pastilah ini kerjaaan si anak manusia yang menjadi target perlindungannya. Pastilah si anak manusia sedang bersekutu dengan Big Boss. Mimiel menjadi semakin bersemangat. Tangannya kembali terasa kuat sekuat baja. Perisai dan pedangnya tidak lagi menjadi bebannya tetapi seperti menyatu dengan tubuh Mimiel. Tiga tusukan lagi, dan Buuuummm...!!! Mimiel pun berhasil mengalahkan musuhnya.

Senyum kemenangan menghiasi bibir Mimiel. Yah, aku menang, tapi bukan aku sendiri yang menang. Bukan karena kuat dan gagahku, pikir Mimiel, semua ini karena pekerjaan Roh Big Boss yang mahakuasa.

Akhirnya, perjalanan Mimiel pun berlanjut. Sebentar lagi Mimiel akan melihat anak manusia yang akan dilindunginya sekuat tenaga. Sebentar lagi rasa penasaran Mimiel akan terpuaskan. Sebentar lagi jawaban Big Boss akan sampai ke tujuannya. Ya, sebentar lagi...

Bagaimana kelanjutan cerita Mimiel? Apakah Mimiel dapat melaksanakan perintah Big Boss dengan sempurna? Nantikan kelanjutannya... hehe...

Tidak ada komentar: