Minggu, 20 Juni 2010

Tugas Akhir Sekolah Doa ^^

School of Prayer. Sekolah Doa. Sudah lama saya tertarik untuk ikut Sekolah Doa yang diadakan di GKI Gejayan. Dan akhirnya, pucuk dicinta ulam tiba, saya pun mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini. Puji Tuhan. Dengan berbekal kerinduan untuk mendapatkan lebih banyak dasar dan pengetahuan tentang doa, maka setiap Senin saya selalu menghadiri kegiatan Sekolah Doa di GKI Gejayan jam lima sore. Harapan saya adalah saya pulang dengan membawa sesuatu yang baru yang bisa memperkaya saya dalam berdoa setiap hari.

Dari tanggal 22 Maret 2010 sampai tanggal 14 Juni 2010 setiap hari Senin jam 17.00 bertempat di ruang kebaktian GKI Gejayan, saya selalu hadir mengikuti materi-materi yang disampaikan. Tidak pernah absen atau bolos, terlambat pun hanya sekali. Materi-materi yang disampaikan cukup menarik dan membuat saya semakin bergairah dan bersemangat dalam membangun kedihupan doa sehari-hari. Meskipun jujur saja, akhir-akhir ini semenjak saya mulai masuk ke dunia kerja, kehidupan doa tidak lagi sekental dan serajin dulu.

Materi-materi yang disampaikan meliputi: Apakah Doa Itu, Berdoa dengan Firman, Doa Sebagai Gaya Hidup, Doa Bapa Kami, Apakah Doa Hening, Praktek Doa Hening, Berdoa dengan Pujian, Praktek Berdoa dengan Pujian, Doa Deborah, Apakah Boleh Berdoa untuk Orang Mati, Saat Teduh dan Doa Pribadi, Doa Medan Peperangan Rohani, Doa Nehemia. Dari semua materi tersebut, yang paling berkesan bagi saya adalah Doa Hening dan Berdoa dengan Pujian. Dalam doa hening, saya belajar untuk hanya “sekedar” datang di hadirat Tuhan tanpa tendensi apapun, hanya berbekal kerinduan saja tanpa ada embel-embel permohonan untuk dinaikkan. Sungguh menarik mempelajari bahwa ternyata ada kekayaan dalam dunia Kristiani di mana kita dapat menikmati doa dalam keheningan. Saya belajar bahwa respon terhadap kehadiran Tuhan dapat diekspresikan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan berdiam diri di hadapan Tuhan dan menikmati begitu saja kehadiranNya. Kemudian dalam doa dengan pujian, saya sangat menikmati suasana yang terbangun oleh alunan musik dan kata-kata yang memperkuat iman. Sederhana tetapi sangat mengena. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, apalagi bila kita melakukan hal-hal yang kita sukai. Saya sangat menyukai kegiatan sekolah doa ini sehingga waktu selama kurang lebih dua jam terasa berlalu begitu cepat.

Saya yang terbiasa dengan doa-doa spontan, sesuai dengan dorongan hati, serta seringkali saya tuliskan, sangat diperkaya oleh Sekolah Doa terutama dalam hal dasar-dasar alkitabiah dan pengetahuan-pengetahuan umum serta praktis seputar doa. Selama ini saya menghayati doa sebagai bentuk percakapan yang intim dan dekat dengan Tuhan di mana saya dapat leluasa mencurahkan isi hati yang paling dalam kepada Tuhan tanpa perlu takut dicemooh. Dan selama saya mengikuti Sekolah Doa, saya semakin dikuatkan dan diyakinkan bahwa apa yang selama ini saya lakukan sudah dalam koridor firman Tuhan dan harus semakin tekun lagi dilakukan.

Di samping mengikuti Sekolah Doa, saya juga membekali diri dengan membaca buku-buku pinjaman dari perpustakaan Narwastu berkaitan dengan doa dan misi sehingga semakin memperkaya pengetahuan dan batin saya. Apa yang saya baca di buku-buku ternyata banyak yang diaminkan oleh para pembicara sehingga membuat saya semakin mantap dalam berdoa dan semakin bersemangat dalam mengikut Tuhan melalui doa-doa saya. Mungkin ada baiknya jika untuk waktu ke depan, buku-buku yang berbicara tentang doa yang sesuai dengan materi Sekolah Doa itu direkomendasikan sebagai bacaan wajib bagi para peserta sehingga dapat memancing diskusi dan pembicaraan tentang materi yang disampaikan dengan lebih mendalam lagi.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada semua pembicara Sekolah Doa yaitu: Pdt. Ratna I. Widhiastuty, Pdt. Paulus Lie, Sdr. Esaol Agustriawan, MA, Pdt. Hadyan Tanwikara, Ibu Metty Wihadhi, S.Th, Pdt. Rimma S. Matruty, Pdt. Sundoyo, dan Pnt, Beppy P. Ohello. Dengan ciri khas dan talenta yang dipunyai, masing-masing pembicara telah menyampaikan apa yang harus disampaikan dengan cukup baik dan menarik sehingga saya merasa sangat terberkati dan tidak merasa rugi mengikuti setiap materi yang ada. Kiranya Tuhan Yesus memberkati para pembicara semuanya.

Selain materi yang disampaikan, yang membuat saya merasa tertarik dan nyaman dalam mengikuti Sekolah Doa adalah suasana akrab yang terbangun dan terjalin di antara panitia dan peserta. Saya menikmati berjabat tangan hangat dengan semua peserta saat datang maupun selesai Sekolah Doa. Senyum yang tulus terpancar dari masing-masing peserta membuat saya merasa tidak sendirian. Saya juga sangat menikmati diskusi-diskusi yang boleh berlangsung selama Sekolah Doa. Setiap pertanyaan yang diajukan membuat saya semakin bersemangat dalam menggali lebih banyak lagi firman Tuhan dan memperluas wawasan saya dalam hal berdoa. Tidak ada pertanyaan yang salah atau bodoh, karena semua pertanyaan itu mewakili semua ketidaktahuan saya juga. Dan saya pun berusaha untuk menyampaikan pertanyaan yang jujur dan memang sesuai dengan tema materi yang disampaikan saat itu meskipun saya terbilang jarang sekali bertanya dan menyampaikan pendapat.

Saya cukup bersyukur dengan talenta yang Tuhan beri yaitu bermain musik khususnya piano karena cukup berguna untuk mengiringi puji-pujian bersama setiap kali acara Sekolah Doa dimulai maupun diakhiri. Meskipun pas-pasan, saya merasa cukup percaya diri dalam mengiringi setiap pujian karena adanya dorongan yang positif dari setiap peserta dan penyelenggara. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Sekolah Doa merupakan kegiatan yang sangat positif dan sangat perlu dilakukan setiap tahun dengan berkesinambungan dan terus-menerus diperbaharui dalam hal materi karena doa merupakan kegiatan yang dinamis. Kiranya semakin banyak orang yang terpanggil dan terpilih untuk berdoa dan berkomitmen untuk berdoa melalui Sekolah Doa. Kiranya nama Tuhan semakin dimuliakan. Haleluya. Amin.

1 komentar:

capasitor mengatakan...

akhirnya kelar juga sekolah doanya...lega...trimakasih juga kepada panitia untuk konsumsinya.