Selasa, 17 November 2015

Ingat Bersyukur

Daya ingatku tidak bagus-bagus amat. Aku sering lupa banyak hal. Tapi satu hal yang selalu kuingat yaitu bersyukur. Dengan bersyukur, aku dapat merasa bahagia lebih lama. Dengan bersyukur, aku merasa dunia tidak jelek-jelek amat. Dengan bersyukur, aku semakin menyadari betapa Tuhan itu sungguh amat baik.

Bersyukur adalah sikap yang bagiku sangatlah vital untuk memiliki kehidupan yang penuh makna. Tanpanya, hidup dapat dengan mudah tergelincir ke sisi kelam. Kita jadi mudah bersikap sinis, apatis, dan nyinyir terhadap segala sesuatu. Hal-hal yang kita lihat dan dengar sehari-hari dapat membuat kita terjebak dalam sikap pesimis berlebihan jika saja bersyukur tidak kita jadikan gaya hidup. Misalnya saja berita-berita seputar dunia, negara, dan profesi yang hari-hari ini dipenuhi oleh teror, kekecewaan, dan kemarahan yang dilampiaskan melalui hiruk pikuk dunia maya (dan nyata). Lihat saja status-status dan komentar-komentar yang saling sindir dan saling hujat setiap saat menanggapi peristiwa yang fenomenal. Belum lagi grup-grup WA maupun BBM yang berisi keluhan dan sikap-sikap pesimis apatis terhadap setiap kebijakan dan pernyataan para pejabat terkait profesi masing-masing. Kita jadi lupa bahwa di samping hal-hal yang tampak buruk itu, ada sisi lain yang luput dari sorotan. Ada sisi kemanusiaan yang butuh didengarkan dan dipahami, bukannya dicela dan dihina dina. Ada jurang perbedaan yang perlu dijembatani, bukannya semakin dilebarkan.

Lalu bagaimana cara sederhana supaya kita tidak mudah lupa untuk bersyukur? Apa sih yang mesti kita syukuri itu? Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat membantu mencerahkan hati dan pikiran kita... semoga... ^^

  • Saat bangun pagi, jangan langsung buru-buru mandi, makan, dst. Ambil waktu sejenak untuk berdiam diri. Saat diam tenang, mari kita arahkan perhatian kita sepenuhnya kepada Sang Khalik Semesta. Mari sapa Dia dengan segenap rindu, cinta, kasih, dan semua perasaan positif. Tekankan dalam hati bahwa Dia telah terlebih dahulu mengenal dan mengasihi kita dengan begitu limpahnya. Maka, kita hanyalah meresponi segala kebaikan-Nya itu denga sepenuh hati. Peluk erat semua yang kita rasakan, alami, dan hayati saat duduk diam di dalam hadirat-Nya. Nikmati terus kebersamaan yang indah dan kudus itu. 
  • Saat hati dan pikiran dipenuhi oleh kasih dan kekaguman kepada-Nya, maka bolehlah kita mengeskpresikannya dengan berkata-kata, atau bersenandung, atau bersujud, atau apa pun yang baik dan patut kita lakukan. Ingatlah selalu bahwa Dia sangat senang menerima segala pemberian kita yang dilandasi dengan hati yang tulus ikhlas.
  • Sebagai 'penutup' atau kesimpulan dari waktu kudus kita bersama-Nya, dapatkan setidaknya satu kata kunci yang menginspirasi, yang lahir dari kedalaman hati kita, yang tidak dibuat-buat. Misalnya: "anugerah"... "grace"... "berkat"... "rahmat"... "karunia"... dsb... Simpan baik-baik kata kunci tersebut sepanjang hari, dan saksikan adanya perbedaan yang nyata dari hidup kita pada hari itu. 
Langkah-langkah di atas bukanlah formula baku atau hafalan mati yang harus dilakukan secara kaku. Bisa ada variasi-variasinya, tergantung situasi, kondisi, latar belakang budaya/keyakinan masing-masing. Yang terpenting di sini adalah tumbuhnya sikap bersyukur atau penuh rasa terima kasih atas segala anugerah TUHAN yang maha sempurna setiap hari. Karena dengan bersyukur, kita dimampukan untuk menikmati segala kelimpahan dalam hidup ini, apa pun itu bentuknya.

Mari besyukur senantiasa! Salam!

Tidak ada komentar: