Rabu, 04 November 2015

Teguran-Nya Menyadarkanku

TUHAN itu sungguh baik. Dia menegurku dengan lembut sehingga aku disadarkan bahwa aku telah tertipu dan terpikat. Ya, aku telah tertipu dan terpikat oleh ajaran dunia yang menyerupai kebenaran firman TUHAN. Sungguh licin caranya menipu dan memikatku itu, tanpa kentara. Tapi, sungguh lembut pula cara TUHAN menegurku, yaitu dengan melalui firman-Nya. Firman-Nya sungguh nyata lebih tajam dan berkuasa. Dan saat aku tersadar telah tertipu, aku pun hanya bisa bergumam, "Oooo... gitu to..." (jadi ingat pelajaran tentang mengatasi penipuan di School of Healing level dua ^^). Bagaimana aku bisa tertipu? Dan bagaimana cara TUHAN menyadarkanku? Begini ceritanya...

Seminggu ini aku keranjingan dengan yang namanya 'law of attraction' yang gencar dikumandangkan oleh penulis buku RAHASIA (terjemahan). Aku mencoba mempraktekkan prinsip sederhana itu. Rasanya sangat enak dan membuatku ketagihan. Aku mencoba memikirkan hal-hal yang menyenangkan bagiku dan mengimaninya sungguh-sungguh (tanpa perlu menyerukan doa kepada TUHAN secara khusus). Aku pikir ini sepele dan tidak berbahaya. Toh di buku RAHASIA itu dicatut pula satu ayat tentang berdoa dalam iman yang tertulis dalam kitab Markus. Maka, tanpa pikir panjang, aku pun mengadopsi prinsip 'sederhana' yang ditawarkan oleh si penulis RAHASIA itu.

Kemudian, karena masih keranjingan dengan konsep RAHASIA, aku pun melanjutkan dengan meminjam buku sekuelnya yang berjudul HERO. Tapi ketika kubaca, entah mengapa tidak begitu mengesankan seperti RAHASIA. Rasanya agak hambar dan kurang greget. Aku pun membacanya sambil lalu saja.

Saat acara pendalaman Alkitab di rumah Cahaya, barulah aku beroleh teguran dari TUHAN melalui firman yang disampaikan. Bukan kebetulan kalau tema firman yang disampaikan saat PA malam ini adalah 'pertobatan'. Ayat-ayat rujukan yang diambil secara perlahan membuka kesadaranku. Berikut ayat-ayat tersebut:
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55: 6-9)
Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bertobatlah dan berpalinglah dari berhala-berhalamu dan palingkanlah mukamu dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji. (Yehezkiel 14: 6)
Satu kata yang menyentakku adalah kata berhala. Aku diingatkan bahwa berhala itu dapat berupa diri sendiri yang diposisikan lebih tinggi dari TUHAN. Atau dengan kata lain, berhala itu dapat berupa sikap egosentris atau antroposentris dalam hatiku yang timbul setelah aku membaca RAHASIA itu. Kemudian, aku pun diingatkan kembali akan ayat-ayat berikut ini:
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di padang angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasillan buah. (Yeremia 17: 5-8)
Memang, di sepanjang tulisan RAHASIA dan sekuelnya, sangat ditekankan sikap percaya pada diri sendiri. Di samping itu, pribadi TUHAN tidak dinyatakan secara gamblang. Sebagai gantinya, dipakailah istilah 'semesta', yaitu pihak yang akan memenuhi semua keinginan pribadi orang yang menerapakan prinsip RAHASIA itu. Nah, di sinilah letak gap antara RAHASIA dengan kebenaran firman TUHAN. Untuk lebih jelasnya, akan kukutip satu lagi ayat dari Alkitab.
Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapa yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya. (Yeremia 17: 9)
Kesimpulan sementara yang bisa kubagikan di sini adalah sebagai berikut:

  • Penulis RAHASIA mengajarkan sebagian kebenaran dan mencampurnya dengan prinsip-prinsip yang tidak sesuai dengan firman TUHAN. Misalnya, prinsip berdoa dengan iman (tertulis di kitab Markus) dicampur dengan sikap egosentris. 
  • RAHASIA menekankan bahwa perasaan itu sangat penting dan sangat dapat dipercaya, padahal firman TUHAN mengatakan sebaliknya.
  • RAHASIA mengajarkan supaya manusia mengandalkan dirinya sendiri dan mengharap mendapat pertolongan dari 'semesta'. Siapakah semesta? Tidak dijelaskan secara gamblang. Padahal, Firman TUHAN berkata bahwa pertolongan kita adalah Dia yang menciptakan langit dan bumi. 
  • RAHASIA seolah mengajarkan bahwa manusia layak dan berhak memperoleh 'hak waris' surgawi tanpa harus melalui pertobatan dan penebusan. Padahal, firman TUHAN dalam Alkitab mengajarkan bahwa yang berhak memperoleh hak waris adalah anak-anak TUHAN. Siapakah anak-anak TUHAN itu? Mereka adalah yang mau bertobat dan menerima karya penebusan dalam Kristus Yesus.
Berdasarkan prinsip dalam Alkitab, yaitu supaya kita menguji segala sesuatu karena tidak semuanya itu berasal dari TUHAN, maka aku pun menarik lagi beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  • TUHAN itu baik. Dia tidak langsung menghukum manakala kita melakukan kesalahan, tetapi Dia menegur atau mengingatkan kita terlebih dahulu supaya kita bertobat, berbalik dari yang jahat. (Ini membuktikan bahwa asumsi seorang bapak yang dengan lantang diutarakan tadi siang di tempat kerja itu tidak benar--> bapak itu berkata bahwa Gusti Allah itu gak pernah ngasih peringatan, Gusti Allah itu langsung ngasih hukuman ^^)
  • TUHAN yang baik itu sanggup menjaga anak-anak-Nya dari penyesatan atau penipuan. Terbukti dengan apa yang kualami malam ini. Syukur kepada TUHAN.
  • TUHAN menjaga kita melalui kuasa-Nya dalam firman dan Roh Kudus yang dianugerahkan secara ajaib. 
Demikianlah yang bisa kusaksikan malam hari ini. Semoga memberkati. Haleluya ^^
 
 
 

Tidak ada komentar: