Senin, 20 April 2015

Berpikir secara Divergen

Kupikir-pikir dan kurasa-rasakan, cara berpikir demikian (aktif berbicara kepada diri sendiri) itu seperti memfokuskan diri pada satu hal atau konvergen. Itu baik untuk forum diskusi yang sedang berusaha mencari solusi. Tapi untuk keseharian, sepertinya kurang pas bagiku. Selama ini aku terbiasa berpikir secara divergen, ala cewek yang seperti bakmi, dan aku tidak mengalami masalah yang berarti dengan itu. Aku bukannya ‘pasif’ dalam arti negative, melainkan ‘aktif’ menyeleksi apa pun yang ‘kudengar’ dalam pikiran. Mungkin ini cara berpikir yang kurang dipahami oleh para ahli intelektual ya. Tapi, bukankah Einstein pun juga demikian? Bukankah para pemikir ‘out of the box’ itu juga berpikir secara divergen? Dan, menurutku, sepanjang tidak merusak diri sendiri maupun orang lain, bukankah cara berpikir divergen itu adalah cara jitu untuk menemukan solusi? Ah, jadi ingat film Divergent, hehe.

Tidak ada komentar: