Selasa, 27 Oktober 2015

Memetakan Kehidupanku dalam-Nya

Ini bukan tentang aku sebenarnya. Ini adalah tentang Dia dan pekerjaan-Nya dalamku. Apa yang sedang kupersiapkan untuk hari ini adalah langkah kecil bagi keberhasilan rencana-Nya yang mulia. Hidupku adalah proyek-Nya yang sudah sangat cermat dipersiapkan bahkan sebelum dunia dijadikan. Semenjak aku ada dalam hati dan pikiran-Nya, saat-saat ini sudah terancang dengan amat rapi. Jemari tangan-Nya dengan sabar menenun dan merenda setiap detil dalam aspek kehidupanku. Tujuannya adalah hal yang begitu indah dan mulia. Detik ini adalah mata rantai yang terjalin dalam benang merah maksud tujuan itu.

Siapakah yang bisa menceritakan gambaran besar pekerjaan-Nya dari awal sampai akhir? Aku hanyalah satu noktah kecil yang rapuh namun dipakai-Nya untuk melengkapi mahakarya yang abadi itu. Tanpa aku pun sebenarnya Dia tetap bisa berkarya. Tapi entah mengapa Dia tetap memilih untuk menyertakanku dalam keagungan karya tangan-Nya. Yang aku tahu hanyalah bahwa Dia baik dan berbuat baik, maka jiwaku mendapat ketenangan. Hidupku aman dalam genggaman tangan-Nya yang kuat.

Jika ini bukan tentangku, lalu mengapa aku bercerita tentang hidupku? Mengapa tidak kuceritakan tentang sesuatu yang lebih akbar dan universal? Karena aku tidak atau belum memahami semua hal dengan cukup baik. Aku baru bisa meneropong kedalaman jiwaku dengan mikroskop introspektif yang kesahihannya pun masih patut dipertanyakan. Bahkan jiwaku sendiri belum kupahami dengan penuh. Apalagi dengan Dia dan pekerjaan-Nya. Namun ini yang kutahu, yaitu bahwa aku akan merasa penuh saat aku bergerak untuk mengenali Dia dan apa yang dia perbuat dalam hidupku. Dan perjalanan pencarian itu secara ajaib pun turut mempengaruhi kehidupan-kehidupan lain yang juga Dia kerjakan. Kehidupan-kehidupan yang bersentuhan denganku, yang secara sadar maupun tidak sadar kujumpai, entah bagaimana telah Dia atur dan tempatkan di sana untuk menjadi tanda-tanda penunjuk jalanku. Melaluinya, aku belajar memahami dan memetakan jalan hidupku yang penuh keajaiban ini. Tanda tanya pasti ada, tapi tanda tanya itu bukan untuk ditakuti melainkan untuk dicari terus jawabannya. Meskipun kemudian setiap jawaban akan menghasilkan pertanyaan-pertanyaan baru, aku tidak patah semangat karena dalam perjalanan pencarian jawaban itu selalu ada proses yang menumbuhkan.

Sampai di sini, aku baru bisa memetakan sekelumit jalan hidupku yaitu bahwa aku sedang, sudah, dan akan terus berakar, bertumbuh, dan berbuah. Dan yang saat ini ditekankan adalah aspek pertumbuhan tiada akhir, sama seperti pohon kehidupan yang tertanam di tepi aliran sungai kehidupan, yang selaku mengasilkan buah-buah kehidupan yang menyegarkan dan memulihkan. Inilah aku, Tuhan, terus menerus melekat pada-Mu sehingga kehidupan-Mu mengalir dalamku dan terpancar ke luar.

Tidak ada komentar: