Sabtu, 28 Januari 2017

Surat untuk Ibu (2): Rumah Anugerah

24 Januari 2016

Ytk Ibuku yang kukasihi
Dan mengasihiku Shalom!

Apa kabar Ibu hari ini? Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena hari ini aku menyaksikan Ibu bersemangat dalam aktivitas di Rumah Anugerah (Bethesda). Semua karena anugerah-Nya saja, Bu... amin! Jika Rumah Sakit Bethesda yang kita perjuangkan dan majukan mutu pelayanannya itu masih tegak berdiri sampai "hari ini", itu benar-benar karena anugerah Tuhan. Apakah Ibu percaya akan hal ini? Aku sungguh-sungguh percaya!

RS Bethesda tercinta ini telah menjadi perwujudan anugerah Tuhan Yesus di tengah-tengah masyarakat Jogja, Indonesia, dan dunia. Bagaimana tidak? Melalui berbagai macam tantangan, hambatan, dan ancaman, dengan berbagai macam karakter manusia di dalamnya, Tuhan menunjukkan kasih dan kuasaNya yang ajaib sekali. Apakah Ibu ingat tentang demonstrasi karyawan beberapa waktu yang lalu? Tentu Ibu ingat, karena Ibu menjadi seorang pahlawan yang berani menghadapi orang-orang yang marah itu dengan sepenuh hati. Itu yang kudengar pernah Ibu ceritakan. Melalui peristiwa tersebut, Tuhan mempromosikan Ibu menjadi dokter bintang lima, yang melampaui klinisi biasa. Yang membuatku kagum, Ibu tidak bermalas-malasan ataupun bertindak sesuka hati terhadap promosi Tuhan itu. Ibu terus menambah kapasitas Ibu dalam bidang manajerial, tanpa ada yang menyuruh... murni karena Ibu merasa terpanggil dan terbeban untuk kebaikan RS Bethesda. Bahkan, melalui Ibu, Tuhan menggerakkan hati-pikiran-tenaga civitas hospitalia untuk sangkul sinangkul ing bot repot sehingga RS Bethesda beroleh predikat PARIPURNA. Meskipun, kita sama-sama tahu bagaimana gemes dan jengkelnya Ibu terhadap para pimpinan yang seolah lambat berproses dan kurang bisa berterima kasih. Sekali lagi, ini adalah anugerah Tuhan dalam RS Bethesda.

Ibu, anugerah Tuhan itulah yang menyelamatkan kita dan memampukan kita untuk terus hidup sampai akhir. Anugerah Tuhan itulah yang menjaga keutuhan keluarga kita di Pelem Kecut. Anugerah Tuhan itu pulalah yang menjaga kita, terutama Ibu... dan aku juga... Oleh anugerah Tuhan, aku disadarkan akan betapa besar kasih dan peran Ibu dalam kehidupanku. Untuk itu, aku sangat bersyukur. Terima kasih, Ibu!

O iya. Aku diberi nama oleh Ibu: Yohana Puji Dyah Utami (Mimi). Tahukah Ibu apa arti nama itu? Suatu ketika, aku membaca buku arti-arti nama di perpus sekolah. Dan, kudapati nama Yohana Mimi yang berarti "anugerah terindah". Wow! Luar biasa! Kebetulankah?

Mari, Ibu, kita nyatakan anugerah Tuhan yang terindah itu melalui karya nyata kita di Rumah Anugerah-Nya ini. Sekian surat cintaku kali ini. Besok akan kulanjutkan lagi. Shalom!

Salam semangat
Dari si anugerah kecil,

Yohana Mimi

Tidak ada komentar: