Senin, 18 November 2013

Tentang Kesembuhan Ilahi--Sebuah Pembelajaran

Hari-hari ini aku sedang membaca buku perpus berjudul "Healing and Christianity". Mengapa aku memilih buku ini? Atau, mengapa buku ini memilihku? Mungkin karena TUHAN ingin menyampaikan sesuatu secara khusus perihal kesembuhan ilahi. Mungkin aku memerlukan sepercik hikmat pengetahuan tentang kesembuhan, entah untuk diriku sendiri atau untuk kubagikan. Apapun itu, aku akan baca buku ini dengan hati yang terbuka dan penuh pengharapan. Selain membaca untuk kesenangan, aku membaca ini juga untuk belajar supaya terjadi transformasi hidup.

Mungkin ini alasan aku memilih membaca buku tersebut secara khusus. Dalam hatiku, aku percaya akan "kesembuhan ilahi". Aku percaya bahwa TUHAN masih bekerja mengadakan mujizat kesembuhan sampat saat ini. Meskipun dunia medis klinis telah berkembang sedemikian rupa, aku percaya bahwa Dia masih sanggup dan mau melakukan intervensi kasih dan kuasa ke dalam dunia materi. Aku mendapati bahwa salah satu kendala adalah "bahasa". Ada gap antara "bahasa iman" dengan "bahasa ilmiah". Memang terkadang bahasa iman terdengar bodoh dan tidak masuk akal, sedangkan "bahasa ilmiah" cenderung melemahkan iman pengharapan. Tapi di atas itu semua, "kasih" mempersatukan. Kasih memberi ruang untuk saling pengertian dan memberi kesempatan. Yang satu tidak meniadakan yang lain. Bukan altenatif, melainkan komplementer. Tidak peduli berapa persen masing-masing memberikan kontribusi, kesembuhan yang terjadi bukanlah demi kesembuhan itu sendiri. Kesembuhan adalah salah satu bentuk tanda dari iman keselamatan.

Mungkin aku memiliki iman yang cukup untuk "memindahkan gunung", termasuk untuk adanya kesembuhan ilahi. Aku percaya setiap penyakit dapat Dia sembuhkan melalui aneka sarana. Bahkan, tanpa obat-obatan pun Dia sanggup menyembuhkan setiap penyakit, sesederhana apa pun penyakit itu kelihatannya. Di sinilah diperlukan hikmat marifat untuk memahami dan menyetujui rencana-Nya. Di sinilah diperlukan kepekaan dalam bertindak. Di sinilah pengalaman yang nyata diperlukan untuk mengasah intuisi. (Mari mohon bimbingan Roh Kudus dalam hal ini).

Tidak ada komentar: