Rabu, 30 September 2015

Sedikit Cemas

Sedikit cemas, itu yang kurasakan saat ini. Seorang temanku mengatakan bahwa akan ada semacam acara orientasi (yang dinilai) besok, semacam magang. Yang membuatku sedikit cemas adalah ketidakbiasaanku menggerakkan otot dalam bekerja. Aspek psikomotorikku kurang terlatih karena selama ini aku keasyikan di zona nyaman. Aku perlu mempersiapkan diri secara khusus untuk mengaktifkan psikomotorikku. Cara termudah adalah dengan rajin melakukan pekerjaan rumah tangga, mulai dari hal-hal sederhana terlebih dahulu.

Dengan melakukan pekerjaan rumah tangga, aku melatih kepekaanku terhadap lingkungan sekitar. Pekerjaan rumah tangga membuatku bergerak dengan lebih sigap, gesit, dan disiplin. Apalagi, dalam rumah tangga, aku juga berinteraksi dengan orang terdekat. Di situ aku bisa berlatih aspek sosial. Dua hal yang kudapati semakin menyenangkan karena makin terbiasa adalah mencuci piring dan menyeterika. Aku menemukan keasyikan tersendiri dari melakukan dua hal itu. Memang sih pada awalnya terasa membosankan dan melelahkan. Mungkin hal ini (rasa asyik setelah menikmati proses kerja) dapat pula terjadi saat aku sudah nyemplung di sana besok.

Mengenai proses orientasi atau magang itu, aku perlu mempersiapkan segenap roh jiwa dan tubuhku sedemikian rupa supaya aku bisa sukses melewatinya. Aku masih menunggu pemberitaan resminya. Yang baru kudengar adalah sekilas info, namun cukup membuatku siaga. Aku perlu mengatur waktu dan strategi untuk bisa melalui semua tes seleksi besok. Dan tidak kalah penting, aku perlu lebih mendekat dan melekat pada Tuhan melalui saat teduh setiap hari. Dengan persiapan yang cukup, dan dengan penyertaan Tuhan, aku pasti dimampukan melewati semua tantangan.

Kecemasan kecil yang kurasakan ini bisa dikatakan sebagai eustres, atau stres yang 'baik'. Stres yang 'baik' itu akan membuatku menjadi pribadi yang lebih baik lagi jika kusikapi dengan tepat. Aku jadi ingat satu ayat dari Mazmur yang menyebutkan tentang hal ini.
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:71)
Ya, aku merasa sedikit cemas seperti tertindas. Tapi aku tahu dan percaya bahwa itu semua baik bagiku karena dengan demikian aku belajar jalan dan cara Tuhan membentukku. Untuk itu, aku bersyukur atas semua perasaan tidak nyaman ini karena dengan demikian, aku keluar dari zona nyaman. Dengan keluar dari zona nyaman, aku mulai kembali proses bertumbuh itu. Dan hanya dengan bertumbuh terus itulah aku dapat terus hidup dengan penuh makna.

Mari menyambut proses selanjutnya dengan hati yang gembira. Shalom!

Tidak ada komentar: