Minggu, 25 Oktober 2009

Bertanya Yuk...

"Waktu kecil kamu nggak banyak bertanya ya?" begitu komentar dr. Satiti waktu menungguku melontarkan pertanyaan, satu saja, buat temanku yang mengajukan refleksi kasusnya hari Jumat kemarin. Waktu itu aku emang lagi gak tahu mau nanya apa, berhubung lagi telat mikir. Aku memang bukan tipe orang yang suka banyak bertanya, lebih banyak diem dan asyik dengan pikiranku sendiri. Tapi komentar dr. Satiti itu sedikit banyak menggelitik hati nuraniku. Hehe... Aku yang gak banyak bertanya ini jadi bertanya-tanya dalam hati, "Sedemikian parahnyakah aku?"

Aku mulai mengingat-ingat bagaimana waktu aku kecil dulu... nggak banyak yang aku ingat... apa mungkin karena aku sejak kecil memang nggak banyak omong, ya, sehingga memori yang terekam pun jumlahnya relatif sedikit? Jangan-jangan aku ini nggak normal... wew... kata sepupuku, aku ini kesannya pendiam dan pemikir, gak banyak omong.... Ini pujian atau ejekan ya? Ah, entahlah...

Waktu sekolah di SD sampai kuliah pun aku mendapati bahwa aku juga nggak banyak bertanya... entah karena aku sudah paham atau nggak paham sama sekali dengan bahan pelajarannya... padahal ada yang bilang, bahwa kecerdasan seseorang itu diukur bukan dari bagaimana dia menjawab pertanyaan melainkan dari bagaimana dia melontarkan pertanyaan... kalau begitu, aku termasuk yang nggak cerdas dunk ya? Secara, aku nggak banyak, jarang malah, melontarkan pertanyaan...

Kenapa sih aku nggak bisa banyak bertanya? Hmmm... kenapa ya? Apa aku kurang dikondisikan oleh lingkungan keluargaku? Apa ada trauma masa kecil? Wah, kok belum2 sudah bertendensi untuk menyalahkan orang lain sih? Hehe... yuk, mulai dari diri sendiri dulu... kenapa aku nggak bisa banyak bertanya? Karena aku nggak biasa... kenapa aku nggak biasa? Karena aku nggak membiasakan diri untuk bertanya... kenapa aku nggak membiasakan diri untuk bertanya? Karena aku sudah terbiasa menganggap diriku tahu segalanya atau kalau nggak tahu, aku menunggu seseorang memberitahuku tanpa perlu bertanya... kenapa? Karena aku malas untuk menggali-gali... kenapa? KArena aku kurang tertarik akan banyak hal yang ada di sekitarku... kenapa? Karena aku kurang menaruh perhatian pada lingkungan sekitarku... kenapa bisa begitu? Mungkin karena aku terlalu egois, hanya mementingkan diriku sendiri saja... Kenapa? Wah, kalau dilanjutkan nggak akan berhenti2 deh... ^^

Terus bagaimana? Apa yang bisa kulakukan untuk memperbaiki diriku sendiri? Mulai dengan diri sendiri juga... Kalau aku nggak biasa banyak bertanya, aku bisa mulai dengan membiasakan diri untuk bertanya-tanya akan hal2 sederhana yang ada di sekitarku... Aku harus stop bersikap sok tahu dan nggak mau tahu, aku harus mengaktifkan diriku sendiri untuk mencari tahu hal2 yang sekiranya penting demi kemajuanku... Aku harus membangkitkan minat untuk menggali-gali informasi yang relevan dengan kebutuhanku... Aku harus menumbuhkan ketertarikan yang kreatif terhadap lingkungan sekitarku... aku harus membuang sikap egois yang hanya mementingkan diriku sendiri itu...

Ngomong sih gampang, tapi gimana prakteknya? Ya dimulai dari sekarang... mulai dari hal2 sederhana dan kecil terlebih dahulu, hal2 yang ada dalam jangkauanku... Mulai membangun kebiasaan baik dan stop bermalas-malasan... Hehe... aku akui memang bahwa aku ini punya kebiasaan buruk yang harus aku buang yaitu MALAS... OK deh... I will do it... I am doing it now... Aku bertobat... Roh Kudus, tolong aku ya... mampukan aku untuk bisa berubah seperti yang Tuhan mau... hehe... ^^

7 komentar:

capasitor mengatakan...

Karakter orng beda2|klo mmg dah tahu knapa harus bertanya?|tp mmg dari pertanyaan dengan jawaban yang benar orang bisa bertambah maju/kreatif|seperti tokoh2 besar dengan penemuan besar meraka yang diwujudkan dan dipakai sampai saat ini adalah lahir dari pertanyaan2 sederhana.

capasitor mengatakan...

Karakter orng beda2|klo mmg dah tahu knapa harus bertanya?|tp mmg dari pertanyaan dengan jawaban yang benar
orang bisa bertambah maju/kreatif|seperti tokoh2 besar
dengan penemuan besar meraka yang diwujudkan dan dipakai
sampai saat ini adalah lahir dari pertanyaan2 sederhana.

mimi imut mengatakan...

ya, itu dia... bahkan pertanyaan sederhana pun aku kadang sulit untuk membuatnya... bahkan aku sering bikin pertanyaan2 yang terdengar bodoh dan tidak ilmiah... yang penting bikin pertanyaan, gak tahu itu berguna apa enggak...

capasitor mengatakan...

lho komentarku kok muncul 2 kali ya? itu pertanyaan sederhana yang harusnya langsung muncul..

ngapain bikin pertanyan2 bodoh yang untuk sekedar bertanya?ada yang menilai po?
pertanyaan kan muncul otomatis karena kita belum ngerti dan atau ngerti sedikit dan pengen ngerti lebih lanjut, atau masih penasaran

klo aku sih bisa tidak bertanya meski dipikiran ada pertanyaan biasanya karena malu/sungkan untuk mengatakan atau memang sudah ngerti atau bahkan ndak mudeng babar blas hi3

(komentarku ini gak usah km publikasikan ya)

mimi imut mengatakan...

ups... sudah terlanjur aku publikasikan, hehe... memang sih gak ada yang menilai benar atau salah, tapi aku selalu merasa bahwa apapun yang kulakukan itu senantiasa dilihat dan diperhatikan oleh entah siapa... semacam the all seeing eyes...

pertanyaan yang jujur dan cerdas itu baru muncul kalo aku bener2 tertarik dengan sesuatu, gak peduli gimana reaksi sekelilingku... dan biasanya jarang2 aku tertarik sedemikian rupa akan suatu hal... makanya aku jarang bertanya...

soal komentar yang muncul dobel, itu juga aku gak tahu kok bisa begitu... aku publikasikan apa adanya, karena emang komentar yang masuk dobel... hehe...

capasitor mengatakan...

wau kok selalu ada yang memperhatikan..? Tuhan atau hanTu atau dua2 nya :) bagus to jadi pusat perhatian...drpd cari perhatian ha2

saya kira mmg karaktermu spt itu kok, jd gak perlu merasa bersalah gara2 tidak ada pertanyaan, beda2 lah kelebihan dan kekurangan seseorang.. enjoy aja teruskan koasnya sampai lulus jadi dokter nanti kan otomatis akan bertanya sakitnya apa bu? dah berapa hari? kesini naik apa bu? becak..kok becak? mbok lari saja biar sehat... ha2

mimi imut mengatakan...

haha... Tentu aja Tuhan dunk yg selalu memperhatikan. Kalo hantu mah tukang tiru n ikut2 aja.

Makasih ya buat komentar2nya. Selain nambah rame, juga membuat tambah semangat dan percaya diri. Hehe.