Kamis, 29 Oktober 2009

Pengakuan Dosa

Aku telah berdosa terhadap TUHAN dan terhadap surga.... aku telah menjadi seorang yang sedemikian bodoh dan pengecutnya karena membiarkan diriku sendiri terseret dalam perbuatan dosa dan manipulasi yang terjadi di depan mataku... hanya demi kepentingan sesaat... begitu egoisnya... begitu bodohnya... yang jelas, meskipun aku kelihatannya aman2 saja, hati nuraniku nggak tenang... kalau besok aku ketahuan dan harus menjalani konsekuensinya, aku terima2 aja karena aku memang layak untuk dihukum... tapi kalau tidak? Dan perbuatan salah atau dosa itu tetap selamanya tertutup rapat2 tanpa pernah ketahuan oleh yang berwenang? Yang jelas, ada TUHAN yang maha tahu yang tak pernah tinggal diam... nggak ada istilah dosa kecil atau besar di hadapanNya... pastilah suatu saat nanti, cepat atau lambat, Dia akan meminta pertanggungjawaban dariku...

Apa sih dosa yang aku lakukan? Sungguh memalukan... begini ceritanya... hari Jumat tanggal 30 Oktober 2009, aku sudah harus ujian stase DV (kulit dan kelamin). Dan salah satu syarat yang harus kupenuhi bersama dengan rekan satu kelompokku (disebut gemeli), si Dewang, adalah mendapatkan kasus Morbus Hansen (lepra) di poli untuk diajukan ke konsulen... Sampai hari KAmis tanggal 29 Oktober 2009 ini kami masih belum juga mendapatkan kasus MH yang baru atau kasus kontrol yang masih jelas dan khas tanda2nya... Atas alasan kepepet, Dewang dan aku mengambil kasus kontrol yang sudah nggak jelas lagi tanda2 khasnya untuk diajukan ke konsulen... Seharusnya, satu kasus itu untuk satu gemeli (2 orang), yaitu cukup untuk aku dan Dewang saja... tapi karena ada satu kelompok gemeli lagi yang belum dapat, yaitu kelompok Chon dan Hafizz, maka satu kasus itu kami pakai berempat... Hal ini berani kami lakukan mengingat konsulen hari Kamis itu adalah dr. Soedirman SpKK yang dapat dengan mudah kami manipulasi... Dengan demikian, kami sudah bersekongkol melanggar peraturan yang sudah ditetapkan oleh kodik... Singkat cerita, dr. Soedirman berhasil kami manipulasi dan syarat ujian terpenuhi sudah...

Susah memang hidup bersama teman2 yang begitu mudahnya melakukan hal2 yang salah tanpa merasa bersalah... MAu berdiri tegak di atas kebenaran, nanti malah gak punya teman sama sekali... TApi kalau terus menerus jadi ekor teman2 yang bermental bandit, bisa2 ikut binasa dalam kesia-siaan... padahal Firman Tuhan berkata apa? PErgaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik... JAngan suka berteman dengan orang2 fasik... Btw, aku sebenarnya juga gak terlalu deket sama teman2ku itu, tapi kok bisa2nya aku ikut terseret dalam perbuatan dosa yang memalukan itu? Duh, benar2 payah...

Aku menulis di sini pun rasanya percuma... karena yang baca juga gak bisa berbuat apa2 untuk menegakkan kebenaran apalagi menenteramnkan hati nuraniku... apa perlu aku mengakui perbuatanku sama Kodik? Bisa2 aku malah membuat masalah baru... semakin dikucilkan oleh orang2 yang disebut sebagai teman2ku... Jadi orang jujur dan mempertahankan integritas memang susah ya... tapi sebenarnya sederhana saja lho... yang bikin susah itu adalah diri kita sendiri... Terlalu banyak mikir yang enggak2...

Ampuni aku, Tuhan... aku layak untuk dihukum...

Tidak ada komentar: