Rabu, 28 Oktober 2009

Penghiburan dari Tuhan

Dua hari ini aku merasakan berkat Tuhan yang luar biasa... di tengah2 gelombang pasang yang melanda, yaitu langkahku yang tersendat di stase terakhir ini, Tuhan masih juga menunjukkan kemurahan, kebaikan, dan kasih setiaNya padaku... meskipun aku nggak setia2 banget sama Tuhan... Entah bagaimana, Tuhan menopangku sehingga aku gak jatuh dalam jurang depresi yang dalam... hanya sempat terlintas pikiran, "kenapa begini, Tuhan? Apa mauMu? Apa maksudMu? Bukankah aku sudah bertekad untuk stay alert di dalamMu? Tapi kenapa aku harus mengalami 'nasib sial' begini?" Aku yang masih harus berkutat dengan 2 tutorial yang dilimpahkan ke kodik oleh dr Satiti, dan yang masih harus mencari satu kasus Morbus Hansen (lepra) sebagai syarat ujian, ternyata dua hari ini mendapat penghiburan yang luar biasa dari Tuhan. Apa itu?

Penghiburan yang pertama adalah: ketemu Pak Mubasysyr lagi. Beliau adalah dosen pembimbing kelompokku waktu stase IKM. Kemarin kami janjian ketemu untuk ngumpulin tugas akhir supaya nilai IKM bisa segera keluar dan urusan2 segera beres. Ternyata Pak Mub masih ingat aku dan semangatku yang membara selama 2 minggu stase IKM. Kemudian beliau menawarkan siapa saja yang berminat untuk join dalam proyeknya menangani PKL. Dalam hati aku bersorak kegirangan. Aku ingin sekali terlibat. Rasanya seperti telah mendapatkan tempat di negeri perjanjian. Sampai malam aku merenungkan kembali semuanya dan aku memutuskan untuk menghubungi Pak Mub via email segera. AKu pingin tanya ini itu berkaitan dengan proyeknya. Pendek kata, aku kembali merasa eksis setelah sekian lama aku merasa seolah-olah menjadi pecundang di koas ini. Semoga ini bukan harapan kosong atau semu belaka. God bless me please... kiranya kehendakMu yang terjadi, dan kiranya kehendakMu itu menjadi keinginan bagiku... amin...

Penghiburan yang kedua, hari ini aku dikenali oleh seorang ibu perawat poli DV (kulit dan kelamin) sebagai sesama warga jemaat gereja Gondokusuman. Ibu perawat yang aku kira judes itu ternyata baik sekali. Beliau mengenali keluargaku dengan baik. Bahkan, beliau mau membantuku mencarikan kasus MH yang baru sebagai syarat ujian. Aku jadi merasa terhibur karena akhirnya aku gak sendirian lagi. Tuhan sekali lagi telah mengirimkan malaikatNya yang berwujud manusia untuk menghibur dan membangkitkan semangatku yang hampir padam ini. Hari2 akhir menjelang ujian yang berat ini jadi terasa ringan dan penuh sukacita karena ada pengharapan yang tidak mengecewakan. TErima kasih, TUhan... haleluya...

2 komentar:

capasitor mengatakan...

siip,only by grace..,pertolongan Tuhan tepat dan indah pada waktuNya..

mimi imut mengatakan...

iya, Tuhan itu baik dan setia meskipun kita nggak setia...