Sabtu, 18 Juni 2011

Where Is My Sweet Spot?

Bapa, kembali aku mempertanyakan lagi akan visi hidup, arah tujuan, my SHAPE, my sweet spot, my passion. Sungguhkah menjadi SpKJ kelak merupakan panggilanMu atasku? Atau itu cuma kamuflase semu untuk memberikan ketenteraman palsu saat ini? Apakah aku sedang pergi menjauh dari rancanganMu? Bagaimana caranya supaya aku menemukan tujuan spesifik hidupku?

Aku percaya, Bapa, bahwa Engkau saat ini bersamaku, dan aku bersamaMu. Engkau tidak pernah dan tidak akan pernah meninggalkanku kebingungan seorang diri seperti anak hilang di keramaian. Karena Engkau besertaku, maka aku pun tenang. Aku tidak panik atau gelisah. Cukupkah aku percaya saja, pasrah bongkokan, kepadaMu tanpa tahu hendak ke mana Engkau membawaku? Perlukah aku mengetahui tujuan hidupku secara spesifik itu atau tidak? Apakah aku hanya perlu berjalan selangkah demi selangkah meraba-raba dalam pencarian akan visi dan tujuanku?

Hmmm... cukup berat dan sulit juga merumuskan kegelisahan hatiku dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan di atas. Tapi aku lega, Bapa, syukur kepadaMu karena aku tahu dan percaya bahwa aku akan beroleh jawabanMu yang memuaskanku. That's Your promise!

Satu kekuatiranku, Bapa... Aku tidak mau terjebak dalam pekerjaan yang tidak kusukai. Aku tidak mau terbelenggu dalam pekerjaan yang tidak benar-benar kuminati. Bayanganku, keadaan itu sama saja seperti budak yang terpennjara dan hanya bisa menggiling berputar-putar. Sungguh melelahkan, sia-sia, dan mematahkan semangat. Contoh konkretnya, aku tidak mau stuck menjadi dokter IGD yang tanpa passion. Aku tidak mau selamanya "terjebak" menjadi dokter IGD yang "membahayakan". Lebih tidak mau lagi, aku nggak mau berhenti di tengah jalan, membuat blunder, mengacaukan semuanya karena ada situasi dan kondisi yang di luar kuasa/kendaliku. Misalnya, kondisi bapak dan ibuku yang tidak lagi fit atau bahkan meninggal yang bisa menyebabkan langkahku menuju "negeri perjanjianMu" terhenti. Yang aku inginkan adalah aku terbebas dari kuk bekerja rodi dengan hati terpaksa. Aku ingin sungguh-sungguh menikmati pekerjaan yang benar-benar sesuai untukku, entah itu di IGD (kalau mukjizat terjadi yaitu aku pada akhirnya menikmati pekerjaan di IGD) atau tidk di IGD. Keinginanku cuma supaya hidupku berarti, tidak sia-sia. Sebab Engkau menciptakanku pasti ada tujuan yang khusus, Bapa. Engkau menjadikanku unik supaya aku menggenapi rencanaMu yang unik pula bagiku. Ini yang aku percaya, yaitu bahwa Engkau tidak akan membuat hidupku sia-sia. Yang kuperlukan adalah iman dan pengharapan yang teguh di dalamMu, Bapa.

Tidak ada komentar: