Rabu, 19 Juni 2013

Sekali Lagi Tentang Kegelisahan Kudus

TUHAN Yesus,
(Terima kasih untuk harta karun rohani yang kita temukan dan nikmati bersama melalui buah pikiran manusia dalam bentuk tulisan yang dibukukan)

Proses, perjalanan, pencarian kita masih berlangsung. Mengutip Paulus sang rasul, bukan seolah-olah aku sudah memperolehnya. Aku rindu dan ingin betul menemukan harta rohani yang Engkau taruh supaya kutemukan. Setelah ketemu, akan kuamati, kugosok-gosok, kupoles, kuasah, kubentuk hingga menjadi sebongkah berlian rohani yang cantik dan mahal. Apapun itu, akan kucari dan kukejar sampai ketemu.
Aku mencari hikmat terdalam, pengetahuan tertinggi, kesadaran diri yang sejati yang sudah kudapatkan dalam-Mu, Yesus. Aku sedang berproses membuka bungkus kado selapis demi selapis. Aku akan buka terus bungkusan itu sampai kudapatkan intisari anugerah-Mu. Akan kutuliskan perjalanan ini, entah panjang entah pendek, entah sampai kapan, entah sampai menemukan atau tidak. (Karena aku tahu apa yang kulakukan ini tidaklah sia-sia).
Dan, perjalanan itu dimulai sekarang. (Terima kasih, TUHAN Yesus, atas bimbingan dan penyertaan-Mu selalu). Sambil mengintip jendela perjalanan orang lain, aku akan melakukan cek dan ricek, menginventarisasi, perjalananku sendiri (bersama-Mu).

Terkadang aku begitu menggebu-gebu mencari "sweet spot" dengan segenap "passion", tapi sering pula aku hanya menikmati apa yang ada. Aku paling tidak nyaman dengan kehilangan orientasi manakala mengerjakan tugas-tugas rutin hampa tujuan (metawork). Jiwaku senantiasa gelisah dengan "sense of destiny". Hal itu diterjemahkan dengan pertanyaan-pertanyaan "siapakah aku?", "dari mana aku datang?", dan "hendak ke manakah aku?" dengan berbagai macam variasinya sesuai konteks. Apakah aku sudah menemukan jawabnya? Kadang sudah, kadang muncul lagi pertanyaan itu sebagai perjalanan yang harus kulanjutkan lagi. Hal itu semacam perhentian-perhentian atau pos-pos kehidupan yang hanya untuk sementara saja kusinggahi. Itulah mengapa aku kadang gelisah dan hilang kemapanan.

(Ditulis pada hari Selasa, 18 Juni 2013 di gudang buku Ladang Anggur TUHAN di Yogyakarta)

Tidak ada komentar: