Jumat, 30 Januari 2009

Sekelumit Tentang Masa Depan

Meskipun sedang nggak ada inspirasi, akan kucoba untuk menuliskan sesuatu... tapi apa ya? Mmmm... tentang cinta? tentang persahabatan? tentang Tuhan? Hehe... bingung nih... mau sok2an juga wagu jadinya... oke deh, tentang masa depan aja... here we go...

Tadi waktu konsul ke dokter Mahar, ditanyain lagi tentang masalah yang dihadapi... pertanyaan yang standar dan itu2 aja... aku jawab aja dengan jujur kalo aku lagi bingung besok sehabis lulus koas mau ke mana... aku ceritakan aja bahwa aku nggak pingin praktek... dan dokter Mahar kasih sedikit pencerahan sepengetahuan beliau, yaitu bahwa dokter itu nggak harus praktek untuk bisa kerja... hehe... bingung? Maksudnya gini, kerjaan seorang dokter atau seseorang dengan titel dokter itu nggak harus praktek atau menghadapi pasien... Dokter Mahar sendiri yang seorang spesialis jiwa lebih banyak mengajar dan mengikuti rapat daripada menghadapi pasien... terus ada juga orang dengan titel dokter yang ahli dalam bidang manajemen (Pak Coco), ahli dalam pasien safety (Pak Iwan), dan ahli dalam pendidikan (lupa namanya). Hmmm... interesting... cukup mencerahkan... terima kasih, Pak...

Aku emang lagi mencari-cari di mana sebenarnya letak kekuatanku... dari buku yang lagi aku baca, kalo aku sudah menemukan letak kekuatanku dan berfokus pada hal2 yang menjadi kesenanganku, maka hidupku akan menjadi penuh dan bahagia... masalahnya, aku masih belum menemukan dengan pasti apa yang sebenarnya menjadi kesukaanku... Aku suka apa ya? Membaca, menulis, berdoa... main musik nggak terlalu suka, cuma bisa aja dan itu pun standar2 aja... yang jelas, aku suka mendengarkan orang yang curhat atau berkeluh kesah dan diam2 mendoakan mereka... sukur2 aku bisa berdoa bersama mereka... kata mbak Herfina sih itu cocoknya jadi konselor... tapi aku belum pernah tuh jadi konselor yang resmi... kalo nggak resminya sih sudah pernah sekali dua kali... Hmmm... konselor? sepertinya menarik... adakah ide lain?

Tidak ada komentar: