Kamis, 05 Agustus 2010

Empat Hari Ngadem di OK

Ternyata menjadi orang yang baik itu menyenangkan... kalau kita puas sama diri kita, maka kita akan puas di mana pun kita berada, dengan siapa pun kita, kapan pun itu... benar kata pepatah yang mengatakan bahwa "tak kenal maka tak sayang"... selama empat hari ini aku ngadem di Ruang Operasi karena lagi stase anestesi seminggu, aku mendapatkan banyak pelajaran berharga... aku belajar untuk bersikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain... dimulai dengan bangun tidur pagi2 untuk mencari wajah Tuhan dan mendapatkan kekuatan baru melalui doa dan meditasi firman Tuhan... kemudian waktu mandi dan siap2 berangkat ke tempat aktivitas diisi dengan puji2an dan penyembahan (rengeng2) dari hati yang tulus... yang paling seru adalah waktu perjalanan di mobil pulang pergi... karena nyetir sendirian tanpa ada teman berwujud manusia, aku banyak ngobrol dengan Tuhan... apa aja aku obrolkan... nggak lupa aku doakan apa saja yang melintas di pikiranku waktu nyetir, tentu saja dengan mata terbuka dan mulut komat kamit seperi merapal mantra... sepertinya kebiasaan itu berefek luar biasa... selama empat hari ini aku merasa tansah binerkahan luar biasa... selalu full of joy, penuh sukacita... mungkin karena aku nggak menghadapi suasana gawat darurat sendiri seperti di IGD... aku jadi punya banyak kesempatan untuk mbatin (berdoa dalam hati) sama Tuhan... aku memberkati semua civitas hospitalia RS Bethesda dan semua gugus tugas yang ada, khususnya IGD dan IBS...

Selain penuh sukacita, aku mendapatkan pelajaran berharga... yaitu bagaimana bersikap positif terhadap orang lain... meskipun dr D menceritakan hal2 yang kurang menyenangkan dari dr G, di mana aku diharapkan bersikap hati2, aku mendapati bahwa dr G tidak semengerikan itu... malah sebaliknya... semua dokter anestesi yang menjadi supervisorku baik2 semua... nggak ada yang bersikap negatif atau antipati terhadapku... semuanya mau ngajarin aku meskipun aku banyak diam dan nggak pahamnya... memang sih awal2 ketemu dr P rasanya agak2 terintimidasi karena mungkin belum kenal, tapi setelah siang beliau bersikap lebih ramah dan open... mungkin karena faktor siapa orang tuaku sehingga sikap mereka padaku begitu baik... apakah yang terjadi jika aku bukan anak siapa2? Hmmm... nggak boleh berpikiran negatif, ya... yang jelas, aku bersyukur aja dengan apa yang aku punyai... Tuhan menganugerahiku dengan orang tua yang terkenal hebat... aku jadi merasa sangat terberkati karenanya...

Apa yang sudah kurasakan dan kualami selama empat hari ini kiranya dapat menjadi tonggak sejarah pelajaranku berjalan bersama Tuhan... kiranya Tuhan berkenan dengan renungan hatiku ini... dan kiranya bukan hanya aku saja yang merasa sangat terberkati... terpujilah nama Tuhan Yesus... haleluya!!!

Tidak ada komentar: