Selasa, 10 Agustus 2010

Sore Hari di Halaman Belakang Rumah

Sore ini aku berjalan-jalan di halaman belakang rumah sambil menikmati langit sore yang cerah dan indah... cuaca begitu sejuk... aku memutuskan untuk mengambil waktu bersama Tuhan di luar rumah karena aku merasa sumpek... sekalian untuk refreshing... boleh kan? Aku membawa alkitab dan buku catatanku untuk "berjaga-jaga" kalau-kalau Tuhan tiba-tiba memberikan inspirasi atau wahyu yang harus kucatat... hehe, sok sokan dikit boleh lah... nggak, nggak, aku nggak bermaksud sok rohani... aku cuma lagi pingin ganti suasana aja, karena biasanya aku menghabiskan banyak waktu di kamar... terlalu banyak waktu di kamar malah... ok ok, kembali ke topik... aku mengarahkan pandangku ke awan-awan... langit biru bercampur dengan awan jingga... matahari hampir terbenam... lamat-lamat kusenandungkan lagu-lagu pujian untuk Tuhan yang aku tahu...

Ku mengangkat wajahku, memandang keindahanMu Yesus, syukur bagi kesetiaanMu di sepanjang hidupku, dan kuangkat tanganku, ke tahta kasih dan karuniaMu, tak sekalipun Kau tinggalkanku, Yesus sahabatku...

aku berseru dan mengeluh kepada Tuhan dalam hati dengan kata-kata yang tak terucapkan... sambil terus menikmati keindahan sore yang sepertinya kontras dengan kondisi hatiku yang lagi sumpek itu... aku berseru, Tuhan tunjukkan jalanMu... nyatakan kehendakMu... kemudian aku diam dalam kesunyian yang tidak sia-sia karena aku percaya bahwa dalam kesunyian itu aku tidaklah sendirian... Tuhan sedang menemaniku dan hendak menyatakan sesuatu... sesuatu yang aku butuhkan, lebih dari yang dapat kupikirkan... kubuka akhirnya alkitabku yang telah kubawa sedari tadi... dan kudapati perkataan pemazmur yang menggambarkan isi hatiku saat itu...

TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Begitulah... aku merenung resapi firman Tuhan itu... dan ketika aku sedang asyik dengan meditasi firman, Tuhan mengirimkan seorang malaikat kecilnya untuk menghibur dan menemaniku... adik sepupuku, Yayan, datang sambil membawa oleh-oleh tiwul... kemudian kami pun main basket kecil-kecilan... cuma sekedar mendribel dan memasukkan bola ke dalam keranjang sampai hari menjelang gelap... aku cukup terhibur dan lumayan terbebas dari kesumpekanku... thank God... terima kasih buat Tuhan... hari ini sungguh indah luar biasa...

^^

Tidak ada komentar: