Minggu, 22 Agustus 2010

Terima Kasih Buat Manusia sebagai Mitra

Sehebat apapun kelihatannya manusia, tetaplah dia manusia biasa yang tidak dapat menggantikan posisi Tuhan sejengkal pun...
karena itu, aku perlu terus mengingatkan diriku untuk tidak terlalu mudah terpesona dan menggantungkan segala-galanya pada figur manusia...
tapi seperti yang Tuhan telah ajarkan, pandanglah orang lain itu sebagaimana Tuhan memandangnya...
jadikan mereka mitra kita, kawan sekerja, sahabat sejati...
dalam persahabatan yang sejati, akan terjadi proses penajaman satu sama lain yang sedemikian rupa luar biasanya...
apalagi jika dalam persahabatan itu, pribadi Tuhan senantiasa dilibatkan...
sungguh alangkah baiknya, sungguh alangkah indahnya, haleluya...
Semoga api yang membakar hati dan membangkitkan semangatku ini bukanlah api asing yang akan padam selamanya melainkan api Tuhan yang murni yang menyambar habis korban persembahan di atas mezbah...
Untuk sementara ini aku akan memakan habis semua hidangan yang tersedia di depanku supaya puaslah jiwaku dan kuatlah spiritku...
Tuhan, berkati aku ya...
aku lakukan ini demi kemuliaan namaMu...
terima kasih untuk makananku yang secukupnya... ^^

Tidak ada komentar: