Kamis, 12 Agustus 2010

Tuhan, Tolonglah Aku... Sebuah Renungan...

>> "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air."

>> "Datanglah!"

--> Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak:

>> "Tuhan, tolonglah aku!"

--> Segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata:

>> Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

--> Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

Sebagai manusia biasa, kita pasti pernah mengalami situasi yang mirip seperti yang dialami oleh Petrus dan murid2 Tuhan Yesus pada waktu itu. Kejadiannya adalah ketika Yesus berjalan di atas air. Seperti Petrus, kita mungkin sering mengajukan permohonan atau tantangan kepada Tuhan supaya Tuhan menunjukkan pula kuasanya kepada kita secara pribadi. Mungkin permohonan itu bisa berupa pekerjaan, pasangan hidup, prestasi, kesuksesan, dll. Dan perjalanan kita menuju ke terkabulnya permohonan atau tantangan itu mirip sekali dengan pengalaman Petrus berjalan di atas air. Yang mengherankan adalah bahwa Tuhan Yesus sama sekali tidak menolak permohonan atau tantangan yang diajukan oleh muridNya yang masih kurang pengalaman itu. Malah sepertinya Tuhan Yesus sendiri yang balik menantang dengan mengajak Petrus, dan juga kita semua, untuk berjalan di atas air menuju kepada sesuatu yang kita anggap mustahil terjadi. Ternyata, Petrus pun bisa berjalan di atas air. Dan kita pun bisa melalui semua hal yang kita anggap mustahil. Hal yang kita anggap mustahil itu dapat berupa menjalani ujian, wawancara kerja, masa-masa orientasi yang menegangkan, saat-saat menyatakan perasaan dan isi hati kepada sang calon pasangan hidup, mengerjakan tugas akhir, maju ujian skripsi, dll. Dan seperti Petrus yang tiba-tiba merasa takut saat dirasakannya tiupan angin sehingga ia tenggelam, kita pun sering juga demikian. Di tengah2 hal yang sedang kita lakukan, kita mungkin mendengar komentar2 atau kabar2 sumir dan miring yang menciutkan nyali kita sehingga hati kita menjadi bimbang. Kita seolah-olah mulai tenggelam. Kemudian sama seperti Petrus, kita segera berseru meminta pertolongan pada Tuhan Yesus. Dan sesegera Tuhan Yesus menolong Petrus, seperti itu jugalah Dia mengulurkan tanganNya dan memegang kita sehingga kita tidak mati tenggelam. Mungkin kita dapat tenggelam ke dalam rutinitas yang membosankan, melelahkan, dsb dalam pekerjaan, kuliah, sekolah, pacaran, berkeluarga. Tapi kabar baiknya, kita dapat beroleh inspirasi, kekuatan, dan kelegaan saat kita berseru kepada Tuhan di dalam kebimbangan dan keraguan kita. Dan happy endingnya seperti cerita Petrus dan Tuhan Yesus yang naik ke perahu bersama dan anginpun reda. Begitu juga dengan kita, hidup kita akan semakin indah karena bersama Yesus kita ada dalam perahu yang sama sehingga angin yang membuat kita stag itu pun reda.

Saat ini saya juga sedang mengalami pergumulan yang lumayan berat menurut ukuran manusia. Mungkin nggak seberat pergumulan orang lain. Tapi saya percaya bahwa Tuhan itu jauh lebih besar daripada pergumulan saya. Saya dikuatkan oleh janji dan kebenaran firman Tuhan bahwa Dia selalu mendengar dan menjawab doa-doa saya bahkan yang sulit terucapkan seturut dengan waktu dan kehendakNya yang sempurna. Pergumulan saya telah saya ceritakan, gembar-gemborkan setiap hari kepada Tuhan dan sesama yang selalu bertanya hendak ke mana saya. Hendak melanjutkan spesialis apa nantinya. Dan selalu jawaban yang sama saya sampaikan, bahwa saya nggak punya keinginan ambil spesialis. Saya ingin lanjut ke s2 IKM, tapi saya masih belum tahu bagaimana prospek ke depannya, sementara saat ini saya sudah berstatus sebagai pegawai kontrak RS Bethesda. Kalau ditanya bagaimana perasaan saya bekerja di IGD, jujur saya masih belum dapat menikmatinya. Masih setengah hati. Masih bimbang dan mendua hati. Siang ini saya sudah berdoa dengan sungguh2 meskipun tanpa keluar air mata dan bahasa doa yang dahsyat. Tapi ada suatu kelegaan dan damai sejahtera yang membuat saya bisa yakin dan tenang dalam menantikan jawaban Tuhan. Puji Tuhan. Thank God. Saya percaya, Tuhan telah mendengar dan menjawab doa saya. Tinggal bagaimana saya menyiapkan hati untuk menerima apapun jawaban itu dengan penuh rasa syukur. Untuk sementara ini saya akan senantiasa bersyukur dan bersukacita meskipun merasa berada di tempat yang tidak pas menurut saya.

Tuhan, tolonglah aku... ^^

Tidak ada komentar: