Jumat, 26 Februari 2010

Grace

Grace terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak. Jam 2 pagi. Hari masih gelap, tentu saja. Grace baru saja bermimpi seram dan menakutkan. Begitu menakutkannya sehingga Grace terbangun dengan keringat yang mengucur deras dan jantung yang berdegup kencang. Mimpi yang aneh… Mimpi yang luar biasa aneh… Grace hanya bisa mengingat wajah mengerikan yang menerornya… Wajah yang tampan tapi memancarkan aura yang amat sangat jahat seolah-olah ingin mengambil hidup Grace… Kalau saja tidak ada kejahatan yang terpancar dengan begitu kuatnya, mungkin Grace akan merasa lain karena sosok dalam mimpinya begitu mempesona… ketampanan gaib yang melampaui apa yang bisa Grace bayangkan… Siapakah dia, yang berambut hitam dan berbola mata hitam namun sangat mengerikan dan menakutkan itu, batin Grace. Perasaan takut masih terbawa meskipun Grace sudah bangun. Grace tidak dapat tidur lagi karena masih sangat ketakutan… seolah-olah ada tangan jahat yang menghilangkan ketenangan batinnya… Huff, setidaknya aku masih bisa bangun dan hidup, pikir Grace… diambilnya buku catatan harian yang berisi kisah hidupnya kemudian dituliskannya mimpi anehnya barusan… Kebiasaan yang sudah lama dilakukan oleh Grace yaitu menulis di buku harian tentang kehidupannya sehari-hari, semakin sering dilakukannya akhir-akhir ini apalagi semenjak ia mendapatkan mimpi-mimpi aneh yang sebagian besar menerornya tanpa ampun.
Grace melangkah keluar kamarnya menuju meja makan di ruang makan rumahnya. Dibukanya tutup toples tempat penyimpanan obat dan diambilnya sebutir kapsul obat berwarna kuning. Diminumnya obat itu dengan bantuan segelas air putih segar. Grace duduk di depan meja makan sambil merenungkan kehidupannya akhir-akhir ini. Sudah dua bulan Grace tidak dapat tidur nyenyak dan hampir selalu terbangun di malam hari dengan perasaan gelisah. Mimpi buruk selalu dialaminya sepanjang malam tanpa henti, padahal Grace tidak pernah menonton film-film horor atau membaca cerita-cerita menyeramkan. Tapi mimpi-mimpi yang menakutkan itu tiba-tiba saja datang menghantuinya sehingga Grace mengalami apa yang dinamakan insomnia selama dua bulan kurang lebihnya.
Insomnia yang menyebalkan! Grace tidak dapat menikmati hidup yang “normal” lagi sejak insomnia menyerangnya. Ini semua gara-gara mimpi-mimpi sialan itu! Tubuh Grace menjadi tidak fit untuk melakukan aktivitas-aktivitasnya karena kurang tidur. Sialnya lagi, setiap tidur, mimpi buruk menyerangnya. Perubahan dalam kepribadian Grace pun mulai terlihat oleh orang-orang terdekatnya, terutama oleh keluarganya. Grace menjadi lekas marah dan matanya tidak lagi memancarkan kehidupan seperti Grace yang biasanya dulu. Sekarang Grace menjadi pribadi yang agak paranoid dan pemarah. Lagi-lagi semua ini gara-gara mimpi buruk dan insomnia yang dialaminya. Diteguknya air putih di gelas sampai habis untuk mengusir kekesalan hatinya, tapi tetap saja Grace tidak dapat menemukan kedamaian yang didambakannya. Sudah waktunya untuk menulis kemudian mencoba untuk tidur lagi. Grace segera beranjak ke kamar tidurnya yang terletak di lantai dua rumahnya.
Grace mengambil pensil dan buku catatan hariannya kembali dan mulai menulis, “ Bapa…” tulisnya, “Hari ini lagi-lagi aku mimpi aneh. Aku nggak tahu siapa itu yang bertampang cakep tapi menakutkan dan sangat jahat. Sungguh aneh, benar-benar aneh sehingga aku jadi insomnia begini dan harus mengkonsumsi obat untuk seterusnya karena kondisiku yang memprihatinkan menurut penilaian medis… Berkati dokter yang merawatku, Bapa, supaya dia nggak salah diagnosa dan dapat memberi terapi yang tepat sasaran. Terus, untuk masalah siapakah orang yang menerorku lewat mimpi, aku serahkan sepenuhnya ke dalam tanganMu, Bapa… Demi nama Yesus aku berdoa, amin!!!!!!!” Begitulah kebiasaan Grace saat menuliskan pengalaman hidup dan isi hatinya di buku catatan hariannya itu. Selalu saja Grace mengajak pribadi Tuhan bercakap-cakap seperti layaknya sahabat karena Grace percaya bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan telah menebusnya melalui pengorbanan Yesus di kayu salib dua ribun tahun yang lalu. Grace sedang bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus, Allah yang disembahnya dan menjadi Tuhannya secara pribadi. Hanya saja, dalam pertumbuhan ini, Grace tidak mempunyai komunitas yang tepat untuknya bisa bertumbuh dengan optimal. Dulu pernah Grace punya komunitas, tapi sayang, Grace memutuskan untuk keluar dari komunitas tersebut karena masalah komunikasi yang tidak terselesaikan dengan baik. Ditambah lagi, Grace mulai bertumbuh dalam karunia-karunia ilahi yang belum sepenuhnya dipahami sehingga banyak orang yang salah paham terhadap Grace, menyangka bahwa Grace sedang mempunyai masalah kepribadian atau kepribadian ganda atau apalah yang membuat Grace muak dan ingin marah-marah kalau mengingatnya. Bagi Grace, kehidupan komunitas adalah masa lalu yang harus dikubur atau disimpan dengan rapi dan harus berhati-hati untuk tidak lagi terikat pada satu komunitas tertentu yang terlalu eksklusif. Sepertinya sakit hati yang tidak disadarinya masih dirasakan oleh Grace sampai saat ini. Semua ini akibat dari perseteruannya dengan salah satu anggota komunitasnya dulu, tidak usahlah disebut namanya sekarang. Nanti akan diceritakan dengan lebih mendetil siapa dan bagaimana orang yang telah membuat Grace merasa pahit dan sakit hati.
Kembali ke kamar Grace… setelah puas menuliskan semua uneg-uneg dan kegelisahan hatinya, Grace merebahkan dirinya di atas kasur spring bed besarnya. Hmmm… Grace sedang menikmati suasana dini hari yang dipenuhi dengan suara-suara jangkrik dan kodok, yang secara ajaib membuat irama-irama ritmis yang enak didengar. Pastilah ini semua karena ada satu atau dua malaikat yang memberi aba-aba sedemikan rupa sehingga terciptalah orkestra binatang malam yang riuh rendah, batin Grace. Ini adalah sisi lain dari Grace yang paranoid, yaitu ia selalu membayangkan bahwa di sekelilingnya selalu terdapat malaikat-malaikat pelindung yang diutus Tuhan untuk menjaganya. Benar-benar imajinasi yang hebat. Grace memang jagonya berimajinasi. Bahkan, imajinasinya itu sampai pernah dipakai Tuhan untuk menguatkan Grace dan orang-orang yang bertemu atau berhubungan dengan Grace. Sayang sekali sampai saat ini Grace masih merasa belum puas dengan karunia Tuhan tersebut. Ia masih mengharapkan sesuatu yang lebih, yaitu karunia untuk dapat melihat dan mendengar hal-hal gaib yang tidak semua orang bisa mendapatkannya sementara Grace kurang berterima kasih dan bersyukur akan karunia-karunia yang sudah ada padanya yaitu karunia berimajinasi, menulis, mimpi, dan bermain musik.
Merasa belum tenang juga, Grace mencari-cari ponselnya. Dikirimnya pesan singkat melalui SMS ke nomor yang sudah tidak asing lagi. Pesannya berbunyi demikian: “Melody, aku habis mimpi aneh lagi. Aku susah tidur terus. Tolong doain aku ya. Thx. Gbu.” Kemudian, dikirimkannya pesan itu ke nomor Melody yang sudah dihafalnya di luar kepala. Pesan pun terkirim.

Tidak ada komentar: