Rabu, 24 Februari 2010

Jangan Malas, Jangan Takut, Jangan Kuatir...!!!

Sambil mendengarkan Sari Simorangkir, aku mencoba untuk menuliskan sesuatu yang semoga nggak sia2... Hari ini adalah hari kedua aku ngurus2 berkas pelantikan... Dari pagi aku sudah siap untuk mengurus ini itu di sardjito... begitu sampai di bagian rekam medis, aku diminta untuk menyerahkan kertas sama buku rapor untuk kemudian ditinggal dan baru bisa diambil nanti jam 1 siang... wew... padahal jam waktu itu masih menunjukkan pukul 10an, betapa pemborosoan waktu yang amat besar... Karena aku pikir aku nggak bakalan dapat apa2 dengan menunggu tengil2 di sardjito atau di kampus selama itu, aku putuskan untuk pulang lagi... sampai di rumah, aku malah tidur karena gak ada kerjaan... Benar2 sia2... Mengapa aku banyak tidur ya?

Kalau nggak ada kesibukan atau sesuatu yang mendorongku dari luar, aku biasanya menghabiskan waktu dengan tidur bermalas-malasan... benar2 tidak disiplin... bagaimana bangsa ini bisa maju kalau salah seorang anak bangsanya begini malas dan tidak disiplin? Hu uh... aku tahu, aku bertobat dan nggak mau mengulanginya lagi... Lain kali kalau rasa kantuk yang luar biasa menyerangku pada waktu seharusnya aku melek, aku akan lawan dengan sekuat hati... Aku mau menumbuhkan kedisiplinan pribadi dari dalam, nggak lagi tergantung dari kondisi di luar... kalau sejak sekarang aku sudah malas2an, bagaimana nanti kalau sudah memasuki usia pensiun? Bisa2 jadi manusia invalid...

Rencana2 ke depanku bagaimana ya? Aku sedang mengarahkan diriku untuk terjun dalam dinamika RS Bethesda... tapi setelah itu, aku harus ke mana ya? Kuliah lagi? ke IKM? Terus mau jadi apa? Bagaimana dengan visi dan misi pribadi yang spesifik yang berasal dari Tuhan? Aku harus mulai dari mana? Semalam aku mulai diserbu dengan kekuatiran dan pikiran2 negatif tentang masa depanku kalau aku benar2 jadi membangun keluarga dengan mas Cahyo... aku mengkuatirkan mau punya rumah di mana, bagaimana nanti transportasinya, dll... Aku kuatir kalau jauh2 dari kenyamanan dan fasilitas yang selama ini aku nikmati... Mampukah aku hidup senantiasa bersukacita dengan apa yang ada padaku meskipun nggak seperti sekarang ini? Mungkin masih ada tiga atau empat tahun lagi, atau tidak sama sekali, sebelum aku benar2 mengalaminya... Tapi puji Tuhan, aku entah bagaimana tidak lagi terlalu kuatir akan hal itu... mungkin karena efek dari tidur sebentar tadi sambil ndengerin kaset Herlin Pirena yang menguatkan iman... Mungkin alam bawah sadarku menangkap pesan2 damai sejahtera yang bernada positif yang menyingkirkan segenap pikiran negatif yang menggangguku.... haleluya...

Ok deh, karena waktu sudah semakin mendekati jam 1 siang, aku perlu menyudahi tulisan ini dan bersiap-siap untuk berangkat kembali ke sardjito... Semoga urusanku cepat selesai, gak berlarut-larut... amin... ^^

Tidak ada komentar: