Selasa, 15 September 2009

Cinta dan Harapan

Layar putih kosong... bingung mau diisi apa... tapi aku sudah bertekad untuk menuliskan sesuatu... entah apa itu...

aku bingung...
masih adakah cinta di sana...
atau itu cuma ilusi sesaat...
karena sepertinya...
aku kembali bertepuk sebelah tangan...
aku memang kurang berdoa...
terlalu banyak berharap...
tapi tidak mengapa...
daripada tidak ada harapan sama sekali...
karena harapan adalah fajar hidup...
yang selalu menerbitkan semangat baru...
tanpa harapan, aku mati...
mati di dalam hidup...
dengan harapan, aku hidup...
hidup menjadi lebih hidup...
harapan tanpa cinta adalah absurd...
karena itu aku bersyukur...
buat cinta yang indah...
yang menjaga harapan tetap teguh...
kokoh bagai batu karang...

Cintaku harapanku...
tetaplah ada di sana...

2 komentar:

Ik@ MM mengatakan...

yap.. cinta kan anugrah terindah dr Bapa..hehehehhh

mimi imut mengatakan...

iya, betul... hehe... apalagi kalau cintanya gak bertepuk sebelah tangan... tapi meskipun bertepuk sebelah tangan, it's okey selama masih ada kasih Bapa yang memancar dan mengalir... hehe...