Kamis, 07 Oktober 2010

Sukacita yang Hilang, Mari Nyalakan Kembali ^^

Sukacita... emosi positif... optimisme... itulah yang jarang sekali, atau bahkan tidak pernah ditampilkan dalam sinetron-sinetron striping di TV... yang ada hanyalah kesedihan, ratap tangis, dan kemarahan yang meledak-ledak... betapa mengerikannya... betapa suramnya... apakah hidup hanya seperti itu? Tanpa canda tawa? Hanya ada duka lara? Sungguh mengerikan kalau memang demikian halnya... Kata orang, apa yang tampil di TV itu merupakan gambaran atau cerminan kehidupan nyata sehari-hari... Kalau benar demikian, maka betapa kasihannya negeri ini... Tidak ada sukacita, keceriaan, kebahagiaan, dan damai sejahtera... yang ada hanya kesedihan, kemuramdurjaan, kesuraman, kengerian, dan seabreg hal-hal negatif lainnya... Kegelapan seolah senantiasa menyelimuti di mana bumi dipijak... Seolah-olah tidak ada lagi harapan akan hari depan... jangankan hari depan, hari ini saja sepertinya berlalu dengan begitu mengenaskan... malam terasa amat panjang... Di manakah terang? Di manakah harapan? Di manakah sukacita itu berada?

Kabar baiknya, terang itu masih ada... terang itu masih bersinar... sukacita pengharapan masih terdengar... mungkin masih lamat-lamat berupa senandung rindu, namun lama-lama berkembang menjadi senandung doa yang akan melahirkan sorak sorai kegirangan... Tuhan masih bekerja... Dia mengirimkan RohNya ke dalam hati kita masing-masing... Roh yang menghibur kita... Roh yang menolong kita dalam segala sesuatu... Roh yang menghidupkan tulang-tulang yang sudah kering... betapa luar biasanya... Sukacita yang abadi itu ada di sini, saat ini, asal kita mengizinkannya bekerja...

Sukacita adalah kunci dari hidup yang berkemenangan... Dengan sukacita surga, kita akan mampu menanggung segala perkara di dunia ini... Sukacita dari Tuhan itulah kekuatan kita... Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan sukacita... Maka, kita anak-anakNya sudah selayaknya untuk ambil bagian dalam sukacita itu... Identitas kita sebagai pengikut Kristus nampak dari sukacita ilahi yang terpancar tanpa dibuat-buat... semuanya mengalir begitu rupa karena kita memiliki sumber sukacita itu... Sukacita itu akan berlipat ganda saat kita dengan penuh kasih membagikannya kepada orang lain di sekitar kita... Bagaimana caranya? Tuhan yang begitu kreatif tentu akan menggerakkan setiap kita untuk menyalakan api sukacita itu dengan cara kita masing-masing yang unik... Bersyukurlah untuk hal itu!

Mari kita warnai dunia sekeliling kita dengan sukacita surgawi sehingga nantinya kita dapat melihat di layar TV bahwa tidak ada lagi kesedihan yang berlarut-larut, tidak ada lagi mentalitas korban, tidak ada lagi ratap tangis atas nasib tragis... yang ada adalah sukacita dalam penderitaan, mentalitas pemenang, dan sorak sorai atas kemenangan hidup dalam Tuhan...

Ada amin? ^^


Tidak ada komentar: