Minggu, 23 November 2008

Mimiel Chronicles bagian 11

Memasuki kembali gerbang Nevaeh yang berbentuk mutiara raksasa, Mimiel merasa tegang bercampur dengan semangat karena mengingat pertemuannya dengan Grace yang sangat mengesankan. Entah apa nanti yang akan dikatakan oleh Big Boss akan keteledorannya membiarkan Grace melihat dan bercakap-cakap dengan Mimiel. Kalau pun harus dibuang keluar Nevaeh seperti yang pernah dialami oleh sang sesepuh Luciel yang akhirnya berganti nama menjadi Lucifer, Mimiel merasa itu semua layak untuk diterimanya. Apa pun yang bakalan Mimiel hadapi nanti, Mimiel cuma pasrah dan berserah saja sama Big Boss. Keputusan Big Boss adalah keputusan yang paling adil. Tidak pernah sekalipun Mimiel meragukanNya.

"Mimiel, BIg Boss menunggumu...", seru seorang malaikat penjaga ruangan sesaat ketika Mimiel telah sampai di pelataran. Yah, apapun yang terjadi, terjadilah. Mimiel pun menghadap The Big Boss.

"Bagaiamana, Mimiel?" sapa Big Boss dengan penuh wibawa tapi sangat lembut dan ramah.

"Tugas telah hamba laksanakan, Tuanku, tapi hamba telah gagal dalam satu hal..." jawab Mimiel dengan penuh kerendahan hati.

"Ya, Aku tahu... Kau telah secara tidak sengaja bertemu dengan Grace di dalam mimpinya..." seru Big Boss dengan nada memaklumi.

"Ampuni hamba, Tuanku, hamba layak dihukum," seru Mimiel sambil bersujud di hadapan Big Boss.

"Merupakan tugas dan tanggung jawab malaikat untuk melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Karena engkau telah melakukan kesalahan, meskipun secara tidak sengaja, engkau harus menerima hukuman. Tapi karena engkau telah bersikap rendah hati, engkau menerima pengampunan dariKu. Berdirilah, Mimiel!" kata Big Boss dengan penuh kuasa.

Mimiel berdiri. Ia siap menerima hukuman apa pun itu dari Big Boss.

"Hukuman atas kesalahanmu adalah engkau untuk sementara waktu tidak akan bertemu lagi dengan Grace. Tugas sebagai malaikat pelindungnya untuk sementara waktu ditangguhkan. Ingatan Grace dalam mimpinya ketika ia bertemu denganmu akan dihapus, sehingga Grace sama sekali tidak akan mengingatmu. Sampai waktunya tiba untuk melindungi Grace, engkau harus mempelajari kembali dasar-dasar pelayanan sebagai malaikat pelindung di bawah bimbingan malaikat pelindung seniormu. Sekarang, kembalilah ke tempat latihanmu, Mimiel... rahmatKu besertamu."

Mimiel pun kembali ke tempat biasa ia berlatih dengan perasaan yang campur aduk, antara lega karena tidak dibuang keluar dari Nevaeh dan kecewa karena tidak dapat berhubungan dengan Grace.

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan di Mimiel Chronicles selanjutnya...

Tidak ada komentar: