Sabtu, 08 November 2008

Bu Indarti's chronicle bagian 1: Perjumpaan Pertama

Aku masih teringat bagaimana dulu perkenalan pertama dengan seorang pribadi yang sampai sekarang terus menjadi inspirasiku, yaitu Ibu Indarti. Kesan pertama tidak begitu mengenakkan sih, karena aku punya image yang kurang baik terhadap Bu Indarti. Karena, aku sering mendengar komentar-komentar miring dan sumir dari ibuku tentang Bu Indarti. Maklum, ibuku protes kenapa kakakku dikritik secara jujur oleh Bu Indarti. Biasa, naluri seorang ibu selalu demikian setiap kali anaknya kenapa-kenapa. Aku masih ingat waktu itu, kami sekeluarga menjemput kakakku, Yoyo dari acara persekutuan siswa di rumah temannya. Kebetulan (sebenarnya bukan kebetulan, karena dalam kamus Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan) Bu Indarti ada dan mau nunut (numpang dalam bahasa Jawa) kendaraan kami karena beliau belum atau tidak ada yang menjemput. Bu Indarti dalam pandangan pertamaku waktu itu adalah seorang ibu-ibu yang cerewet dan terlalu ramah, sok kenal sok dekat gitu deh. Beliau langsung menyapaku dengan ramah dan sedikit basa-basi. Dasar akunya yang masih ilfil dan belum kenal dengan beliau, aku tidak menyambutnya dengan keramahan yang sepadan. Aku malah bersikap cuek dan acuh tak acuh, apalagi mengingat komentar-komentar miring ibuku mengenai Bu Indarti. Walhasil, lengkap sudah... kesan pertama begitu mengecewakan (terutama bagi Bu Indarti), selanjutnya terserah Tuhan. Waktu itu aku masih kelas enam SD, kakakku kelas satu SMP. Masa di mana aku masih bersinar dan berjaya dalam prestasi akademik. Masa di mana aku masih optimis dalam memandang masa depan.

Mau tahu bagaiman kelanjutan kisah Bu Indarti dan aku? Nantikan saja terus di Bu Indarti chronicles... hehe...

2 komentar:

omah mburi mengatakan...

mimi sayangku manisku sungguh engkau luar biasa,bukan krn tulisanmu ttg bu in,tapi ketulusan hatimu membuat aku semakin yakin kebesaran Tuhanku yang akan membuat engkau menjadi besar. klo sekarang TUHANKU BARU MEMPROSES MIMI SPT Daud mnjadi gembala panglimapun harus pura-pura mjd gila dan ini dilaluinya karna Tuhan akn jadkan Dia Raja besar,bu IN MENGIMANI.MIMI JG MSUK DLM RENCANA NYA YG INDAH bkankah tdk ada yg mustahil bagi DIA ?
GBU

mimi imut mengatakan...

wah, terima kasih buat komentarnya, Bu In... hehe...