Sabtu, 01 November 2008

Mimiel Chronicles 9

Mimiel begitu takjub dengan apa yang dilihat dan dirasakannya. Sungguh suatu dunia yang lain daripada yang lain. Hamparan rumput hijau, lebih hijau daripada rumput2 dunia yang pernah dilihatnya. Bentangan langit biru, lebih biru daripada langit yang ada di dunia yang pernah dilaluinya. Begitu sejuk, begitu damai. Sayup-sayup terdengar suara kicau burung yang bernyanyi, sungguh seirama dan senada dengan pemandangan indah yang dilihat oleh Mimiel.

"Halo, kamu siapa?" tiba-tiba terdengar suara seorang anak dari belakang Mimiel.
Secara spontan dan refleks, Mimiel membalik badan. Ternyata yang menyapanya adalah si gadis kecil yang menjadi target perlindungannya. Aduh, aku ketahuan, pikir Mimiel.

"Namaku Grace, siapa namamu? Dari mana asalmu?" tanya si gadis kecil dengan polosnya dan tanpa ada rasa takut atau gentar. Hanya ada rasa penasaran yang terpancar begitu jelas dari matanya.

"Aku Mimiel...aku berasal dari Nevaeh..." jawab Mimiel sekenanya, sekalian saja ia memperkenalkan dirinya dan dari mana asalnya, sudah kepalang basah. Untung ini adalah alam mimpi... semoga Big Boss tidak marah karenanya.

"Mimiel, nama yang aneh... tapi bagus juga kedengarannya," komentar Grace tanpa basa-basi.

"Terima kasih..." jawab Mimiel dengan perasaan agak dongkol karena dibilang aneh.

"Nevaeh... di manakah itu?" tanya Grace, masih dengan sikap dan nada polosnya.

Mimiel bingung harus berkata apa, "Eh, Nevaeh itu letaknya sangat jauh dari sini... tapi tidak begitu jauh berbeda dari yang ada di sini... bahkan di sini sudah 99% menyerupoai Nevaeh..."

"Ooooh..." Grace manggut-manggut seolah mengerti apa yang dikatakan oleh Mimiel.

"Oh iya, sebelum lupa, aku ada sesuatu yang harus kusampaikan padamu... ini dia," bersamaan dengan itu, Mimiel mengeluarkan sebentuk sinar warna-warni yang terpancar dari genggaman tangannya. Sinar itu melayang-layang ke udara dan dengan lembut mendarat di atas kepala Grace, membuat rambut Grace yang hitam panjang berpendar-pendar sewarna pelangi. Grace jadi kelihatan semakin cantik dan indah dalam pemandangan Mimiel.

"Apa ini?" tanya Grace keheranan sambil memainkan bayangan yang ditimbulkan oleh cahaya warna-warni di sekitarnya.\

"Itu adalah pemberian Big Boss khusus untukmu, sebagai jawaban atas doamu..." jawab Mimiel.

"Big Boss?"

"Ya, Big Boss adalah Tuanku dan Tuhanmu... begitulah aku memanggilNya... mungkin kamu punya panggilan yang lain bagiNya..."

"Oooh, maksudmu Bapa... aku memanggilnya demikian... atau dengan nama lain, Yesus... Dialah Tuhanku..." kata Grace dengan berbinar-binar, apalagi saat menyebutkan nama Yesus...

Bagaimanakah kelanjutan kisah Mimiel? Bagaimanakah hubungannya dengan Grace? Nantikan kelanjutannya di kemudian hari... hehe...

2 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus tuh ceritanya. cant wait for the next part. tapi kudu happy ending lho. wajib itu hukumya, utk membahagiakan penggemar....heheh

btw, empuk gethuk or gethuk empuknya abis kerja bakti ya...mpe brantakan gt! kacian.

metty lowissa
solo

mimi imut mengatakan...

hehe... tunggu aja terus kelanjutannya... semoga nggak makin wagu sewagu sintreon2 zaman sekarang... Empuk Getuk ngantuk tuh, habis main kibor... hehe...