Kamis, 16 Juli 2009

Dokter Residen Cewek Ada Juga Yang Baik Hatit

Setelah kemarin aku ngrasani residen anestesi cewek, sekarang aku mendapat jawaban dari pertanyaan yang tak sempat kulontarkan, yaitu "Ada gak sih residen anestesi cewek yang baik, ramah, care, dan gak judes atau jutek?" Dan ternyata jawabannya: ADA!!! Hari ini aku seperti mendapat teguran manis dari Tuhan Yesus. Teguran berupa nasihat yang tok cer dari seorang residen anestesi cewek bernama dokter RAH (inisialnya). Dokternya kecil, berjilbab, berkaca mata, nggak sok pinter, tapi mau ngajari. Yang bikin aku tambah salut sama dokter RAH adalah ini... beliau nggak menjatuhkan mentalku ataupun mempermalukanku di depan banyak orang... sebaliknya, dokter RAH malah diam2 membantuku untuk berani melakukan sesuatu yang benar... Contohnya tadi waktu aku dan teman2 sekelompokku lagi kebingungan waktu preskas, dokter RAH mendorongku dengan lembut dari belakang dan bukannya memarahiku karena aku nggak bisa apa2... Terus waktu keadaan pasien sudah stabil (o iya, ini settingnya di kamar operasi), dengan lembut dokter RAH membisiki aku tentang hal2 nonteknis yang sangat membesarkan hatiku... Beliau menasihatiku untuk lebih berani lagi dan untuk lebih banyak lagi belajar supaya lebih PD lagi... Mungkin karena beliaunya juga pernah seperti aku ya, sehingga mungkin ada rasa empati terhadap kondisiku yang masih cacat karakter ini... Thank God deh, akhirnya aku ketemu juga seorang lagi residen yang berhati malaikat di tempat yang awalnya suram tapi makin lama makin kelihatan terangnya seperti rembang tengah hari... Itulah jalan hidup orang benar... hehe...

Orang-orang seperti dokter RAH ini adalah orang-orang baik, jenis makhluk langka dewasa ini, yang harus dilestarikan. Maksudnya, orang baik yang senantiasa membawa aura damai dan kasih di mana pun mereka berada sehingga secara nggak sadar mereka telah menularkan kedamaian dan kasih kepada orang lain melalui tingkah laku mereka yang positif. Duh... panjang bener ya penjelasannya? Maksudku lagi, perbuatan baik mereka itulah yang dapat menginspirasi orang lain untuk ikut juga berbuat baik setelah tersentuh oleh kebaikan yang luar biasa itu. Sehingga, sedikit demi sedikit, dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang berbuat baik dan menularkan kebiasaan berbuat baik itu sampai kebaikan (dan kebenaran) memenuhi seluruh bumi. Wah, muluk banget ya kedengarannya? Rasanya mustahil untuk diwujudnyatakan... Tapi hey, dalam kamus Tuhan tidak ada tuh kata mustahil... kalau toh dunia terlalu luas untuk disebari benih kebaikan, maka kita bisa mulai dari diri kita dan dunia yang kita hadapi sehari-hari, seperti keluarga, sekolah, tempat kerja, gereja, masyarakat sekitar, dll dsb. Jauh lebih baik bagi kita dan semuanya untuk berbuat dan menunjukkan kebaikan sekecil apa pun itu daripada tidak berbuat apa2 sama sekali atau membiarkan kejahatan yang suram merajalela. Apa bentuk kejahatan? Macam2, tapi yang sederhana saja seperti jutek sama orang lain, sebel tanpa sebab sama orang lain, dendam dan menggosipkan yang tidak baik terhadap orang lain, itu sudah merupakan kejahatan yang berdampak negatif. Intinya, janganlah kita kalah terhadap kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Contoh sederhananya, kalau kita dijutekin sama residen yang belum kenal baik sama kita, janganlah kita para koas ini membalas menjutekinya atau bahkan menggosipkan residen tersebut, tetapi cobalah untuk memahami mengapa mereka sampai jutek seperti itu terus kemudian bersikaplah baik dan wajar tanpa ada unsur penjilatan yang tidak sehat.

Wah, dari ngomongin tentang residen akhirnya malah jadi tulisan yang panjang seperti ini ya? Hehe... gak pa2 deh... itung2 sekalian refleksi diri dan memotivasi diri supaya bisa menjadi lebih baik lagi... setuju?

Tidak ada komentar: