Selasa, 12 April 2011

Curhat Tentang Pekerjaan

... kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan...
2 Tawarikh 1:12

Selamat pagi, Bapa...

Sekarang saatnya bagiku untuk bangun dari tidur. Baik itu tidur secara jasmani maupun secara rohani. Aku harus makan lebih banyak lagi makanan-makanan rohani yang bergizi dan mengenyangkan. Aku harus melakukan kehendakMu dalam hidupku, Bapa. Tidak ada lagi kata mundur. Meskipun takut, malu, dan malas mendera, aku harus terus maju. Aku mau berserah padaMu, Roh Kudus.

Engkau tahu betapa aku enggan, takut, malas, dan kaku saat aku bertugas sebagai dokter di IGD. Sudah hampir setahuhn tapi aku masih belum juga bisa mandiri. Seperti ada hambatan mental. Hati dan langkahku masih tidak mantap. Aku masih berat melangkah. Kurang termotivasi. Dalam hatiku, aku masih belum percaya kalau menjadi dokter di Bethesda adalah jalan hidupku. Aku masih berharap ada alternatif lain yang bisa kupilih. Aku berpikir, sungguh amat tragis jika aku terjebak dalam profesi yang tidaik benar-benar aku hidupi dan sukai. Tapi di lain pihak, aku diajarkan bahwa Engkau sanggup memampukanku untuk melakukan segala perkara. JalanMu bukanlah jalanku. Terkadang rencanaMu tidak seperti rencanaku. Lalu bagaimana ini, Bapa? Sekali lagi aku bertanya kepadaMu, apakah aku sudah berjalan di jalan yang benar? Inikah rencanaMu dalam hidupku? Inikah kuk yang harus kupikul, Bapa?

Kalau tidak di sini, lalu di mana? Kalau tidak seperti ini, lalu seperti apa? Kalau tidak menjadi dokter di Bethesda, lalu menjadi apa? Ketika aku menuliskan ini, aku sedang tidak depresi maupun manik. Pikiranku jernih dan hatiku tenang. Apa yang seharusnya kupikirkan dan kurasakan, Bapa? Pasien mana mau tahu kalau dokternya bingung dan bimbang. Rekan-rekan sejawat juga tidak begitu memahami beban persoalanku. Keluarga dan teman-teman dekatku pun tidak. Hanya Engkau yang paling mengerti dan tahu, Bapa. Engkaulah yang tahu apa yang terbaik bagiku. Karena itu, aku mau berserah kepadaMu... menanti jawabanMu... Sambil menanti, aku akan berdoa dan bekerja dengan sepenuh hati... Ini aku, Bapa... Terima kasih... Amin!!!!!!!

3 komentar:

mama pat mengatakan...

Mimi ini dokter tho? Selama ini pat mengira kalau 'Kak Mimi'-nya itu seorang suster :))
Nanti pasti mama ceritakan sama pat kalau dia sudah pulang sekolah.

Btw, berdoa minta tuntunan Tuhan memang cara yang paling tepat untuk memastikan.

Kata Hati Miya mengatakan...

Mengapa enggan bertugas di UGD? Apakah krn pasien-pasien UGD datang dalam kondisi genting shg butuh penanganan dan keputusan cepat?
Kalau memang tidak nyaman di bagian itu, alangkah baiknya kalau boleh minta pindah ke bag lain.

(oya aku perbarui follow sbab url-ku ganti)

mimi imut mengatakan...

wah terima kasih banyak buat komentar2nya... ^^

@mama pat: hehe, iya... dokter... masih junior... masih belum banyak pengalaman... betul, sampai sekarang juga masih bersandar sama Tuhan... makasih ya, mama pat...

@miya: yah, betul sekali... di IGD dibutuhkan sikap yang tanggap, trampil, dan tangguh... masih dalam masa orientasi, jadi masih belum bisa minta ditempatkan di mana... belum diangkat jadi pegawai tetap pula... ^^