Senin, 04 April 2011

Dalam Kepungan Musuh

Bapa... Bapa... Bapa...

Di sini aku memohon pertolonganMu. Hati dan pikiranku sedang dikepung oleh Musuh. Mereka bersepakat hendak menghancurkanku melalui anak panah-anak panah beracun. Racun yang membuat pikiranku kacau dan hatiku pahit. Racun yang memadamkan api sukacita dan pengharapan dariMu. Aku tahu, Bapa, kalau Engkau ada bersamaku, di dalamku. Engkau jauh lebih besar, dahsyat, dan luar biasa daripada mereka. Malaikat-malaikatMu menjagaku meskipun tak kulihat dan sulit kurasakan.

Saat aku sendirian di tempat persembunyian, kunaikkan doa-pujian-penyembahan untuk mengagungkan namaMu. Saat kunaikkan pujian, rohku terangkat dalam hadiratMu yang melimpah sukacita. Damai sejahteraMu melingkupiku, Bapa. Awan gelap depresi menyingkir. Aku sangat menikmati saat-saat seperti itu.

Tetapi ketika aku harus menghentikan pujian dan penyembahan, sepertinya kemuliaanMu turut terangkat dan aku harus berjuang kembali menjaga hati dan pikiranku dengan segala kewaspadaan. Bagaimana caranya supaya aku senantiasa aman dalam hadiratMu, Bapa? Saat aku tidak mengenakan "jubah pujian", Musuh menembakkan anak panah beracunnya yang membuat perhatianku terdistorsi. Serangannya langsung mengenai hati dan pikiranku.

SELA

Saat ini hati dan pikiranku tenang kembali. Aku tidak lagi merasa tertekan. Sepertinya barisan Musuh telah mundur untuk saat ini. Mungkin ini efek setelah aku minum obat ya. Entahlah. Yang mana itu, aku percaya Engkaulah yang bekerja, Bapa. Terpujilah namaMu. Haleluya!!!

Tidak ada komentar: