Selasa, 30 Oktober 2007

Self Jugement

31 Desember 2006

Sore, Bap...
aku kok agak aras2en, ya? Kayaknya agak males untuk ngapa2in. Paginya sih punya waktu yang lebih banyak untuk menyepi & bersekutu dulu secara pribadi denganMu. Seperti HP yang harus dicharge... Kalo nggak, aku bisa kehabisan energi kreatif & sukacita. Thanks buat atmosfer dingin & sejuk hari ini, jadi enak banget buat bobok. Dan ketoke, sebagian dari diriku ada yang tertidur nih, Bapa... nggak 100% wake up. JAdinya seperti setengah sadar. Mata jasmaniku memang melek, tapi mata nonjasmaniku yang nggak kelihatan ini sepertinya ngantuk, tinggal 5 watt. Jadi kaya' hayub2en... bisa nabrak2 kalo jalan, seperti orang mabok. Bahaya kan? Makanya, aku perlu "sesuatu" untuk membuatku tetap "terjaga"...

Bap, aku agak2 giamana gitu kalo denger Pak Christian Sutopo kotbah. Agak2 "gimana" gimana? Gini nih Bap, kesan yang aku tangkap dari cara membawakan kotbahnya adalah ada semacam sikap menghakimi atau menggurui yang bikin aku nggak nyaman. Menghakimi sih boleh2 aja, tapi nada pesimistis & seperti "meremehkan" iman (membuatku seperti "harus merasa berdosa terus") itu lho yang aku nggak suka sama gaya berkotbahnya beliau. Untuk isi kotbahnya sih aku bisa terima karena emang bener & kadang berguna untuk menegur. Tapi ya itu tadi, Bap, sikap beliau yang seolah-olah selalu meragukan iman orang lain yang dikotbahi itu lhop yang aku nggak bisa terima. Wong Bapa aja sepengetahuanku nggak pernah bikin aku down, kecil hati, lemah iman, apalagi meragukanku... Ada semacam "kacek" deh antara sikap Pak CS sama karakterMu yang aku kenal selama ini. Mbuh akunya yang salah apa beliaunya yang emang ada masalah, aku minta tolong deh Bapa aja yang kerjakan sesuatu untuk mengoreksi hati kami masing2.

Bap, setelah kupikir-pikir sebentar, Pak CS itu mengingatkanku sama seorang nabi PL yang namanya Mikha. Siapa itu Mikha? Mikha adalah nabi yang lain daripada nabi2 sezamannya. Kalo pada umumnya para nabi itu selalu menubuatkan hal2 yang menyenangkan hati raja Israel, maka lain dengan Mikha. Dia cuma menyampaikan apa yang TUHAN ingin sampaikan sehingga lebih sering Mikha menyampaikan hal2 yang tidak menyenangkan hati raja. So, lepas dari bener apa salahnya sikap Pak CS, aku akan belajar untuk mendengarkan lebih baik & lebih seksama lagi suaraMu yang disampaikan melalui kotbah beliau. Karena, bagian utamaku adalah mendengar & terutama adalah mendengarkan firmanMU yang murni supaya aku tetep "stem" dengan "nada dasarMu" sehingga aku tetep peka terhadap kehendak hatiMu, Bapa.

Setelah nonton film Spiderman kemarin, aku mendapati adanya beberapa kesamaan antara karakter Harry Osborn (temennya Peter Parker) dengan karakterku. Karakter anak orang kaya yang sangat tergantung dengan figur orang tuanya yang begitu besar & sukses menurut ukuran dunia. Ternyata, karakter si Harry itu sangat rapuh, labil, & cenderung destruktif... kalo tidak self destructuve ya merusak ke luar. Sangat mirip denganku, Bap. Kecenderunganku yang terbesar adalah self destructive. Kalo kata Mas Roma, kemampuanku untuk menilai diriku sendiri ini merupakan nilai lebih yang aku punya & itu membuatku sedikit lebih PD, Bap. So, bless him & Mbak Rini yang telah sedemikian rupa membesarkan hatiku sehingga aku dapat lebih menghargai & menerima diriku sendiri. Hmm... wait a second. Let me see... ketoke lawan terbesarku bukanlah Iblis atau orang lain yang ada di sekitarku melainkan diriku sendiri. Why... Aku mendapati bahwa suara yang paling keras & kejam yang membuatku kecil hati itu paling sering adalah suara hatiku sendiri. Lepas dari sumber suara tersebut (entah Roh Kudus, diriku sendiri, atau Iblis), aku mendapati bahwa suara yang paling berpengaruh bagiku bukanlah suara2 dari luar melainkan suara2 dari dalam diriku. KArena kecenderungan terbesarku adalah mendengarkan, maka suara2 tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan dengan seksama. Terkadang bukan melulu berupa bahasa verbal yang kutangkap dalam hati melainkan berupa gambaran2 atau bayangan2 mental tertentu yang jauh lebih cepat dari kata2. Hmm... karena kecenderunganku lagi yang lebih banyak berpikir & merenung daripada ngobrol & bercakap-cakap dengan orang lain, maka aku cenderung menjadi "orang asing" di mana pun aku berada. Bahkan terkadang aku pun merasa "asing" dengan diriku sendiri. Orang yang mungkin paling tak terpahami & misterius, ya Bap... Penghiburanku ya cuma satu ini, yaitu bahwa Engkau mengenalku dengan baik bahkan melebihi diriku sendiri. Cuma itu yang membuatku mampu bertahan menghadapi diriku sendiri yang begitu sulit dipahami & cenderung misterius ini. Hehe... coba hitung berapa kali kata "cenderung" aku tulis... ^.^

OK Bap, percakapan rahasia antara aku & Engkau ini kita lanjutkan lagi kapan2 ya... Cukup menarik & menantang diriku sendiri untuk megeluarkan semua yang ada sehingga makin lama makin terungkaplah siapa diriku yang sebenarnya. Thanks!

Tidak ada komentar: