Minggu, 21 Oktober 2007

Aku Rindu, Bapa

21 Desember 2006

God, my Father...
aku merasa seperti seorang penipu... kadang optimis penuh semangat, kadang pesimis hampir frustrasi... seperti berkepribadian ganda... sangat sangat tidak konsisten... gemes & capek deh... cuma karena anugerah & kasih karuniaMu aja aku masih ada di sini sampai saat ini... hanya karena RohMu saja aku masih dimampukan untuk berdiri, meskipun amat sangat tergantung padaMu sebagai tongkat penyanggaku supaya aku dapat berdiri tegak...

Bapa, aku rindu pulang... aku rindu tempat di mana aku nggak merasa capek lagi... tempat di mana aku bisa terus-menerus bersukacita di dalamMu tanpa takut lagi tertimpa hujan atau kabut depresi & keputusasaan... Aku rindu melihat & memandang wajahMu sampai puas... kapan & di mana, Bapa, aku bisa merasakan kembali semua itu... Aku rindu minum air sungai kehidupanMu yang gratis & menyegarkan itu... aku rindu makan buah pohon kehidupanMu yang menyembuhkan & menyukakan hati itu... aku rindu main2 di pelataranMu yang luas & melegakan itu... aku rindu masuk ruang suci & mahasuciMu yang kudus & menggetarkan itu... aku rindu salibMu yang mematikan itu... aku rindu kemuliaan & kuasaMu yang membangkitkan dan menghidupkan itu... aku rindu kasihMu yang membuatku sadar bahwa aku tidak sendirian...aku rindu pribadiMu, TUHAN... aku rindu Engkau, titik.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri,
Engkau menerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kau maklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya Tuhan.
...
Apabila aku berhenti, masih saja aku nersama-sama Engkau.
...
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku,
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Mazmur 139

Tidak ada komentar: