Jumat, 12 Oktober 2007

catatan harianku dulu

15 Desember 2006

Bro JC...
tadi sepupuku Sasa & Yayan main ke rumah... hmm... seneng juga sih... aku tetap menjadi diriku sendiri apa adanya... yang penting nggak pake topeng... wagu yo ben... sing penting jujur...

Bicara soal komitmen, You said that komitmen akan membuatku menjadi orang yang lebih baik lagi. Komitmen yang benar akan menjagaku untuk tetap setia, on fire & tidak tersesat. Sebagai contoh, komitmen atau ikatan perjanjian tertulis utk terus les bahasa Inggris secara rutin & teratur sama Mr Yusup akan membuatku tetep rajin & ingat terus akan impianku. Apalagi ya? O iya, komitmenku untuk tetep setia mendoakan & megharapkan mas tuuuut (sensor) akan menjaga hatiku untuk tidak menjual karunia & urapanMu kepada siapa pun. Komitmenku untuk nulis surat buatMu tiap hari menjaga pikirankuntetap fokus & stay still di dalamMu, bahwa hidupku tidak berjalan dengan sia-sia karena at least aku terus keep in touch denganMu. Hei... wait a minute... kalo dipiir-pikir, ketiga komitmen tersebut di atas selalu ada hubungannya dengan impian terbesarku, dari lubuk hati terdalam, yang paling murni & jujur...

Yang pertama, mengasah terus bahasa Inggrisku, berhubungan dengan impianku main ke Hillsong Australia atau panggilanku untuk jadi interpreter. Yang kedua, tentang pasangan hidup dan kesetiaan, berhubungan dengan menjaga kekudusan & hal-hal penting yang Tuhan percayakan. Yang ketiga, menuliskan segala hal buatMu, berhubungan dengan panggilan yang sesuai juga dengan skill atau talentaku yaitu menulis secara kreatif. Semuanya ini buat apa/ siapa? Tentu aja buat TUHAN & kerajaan Allah/ sorga dunk... hehe... So, bisa disimpulkan, untuk saat ini sebagai pijakan ke depan, aku telah menemukan jawaban bagi kegelisahan jiwaku yaitu komitmen untuk terus nyari & menemukan kerajaan Allah dalam apa pun yang aku lakukan & hadapi setiap hari, suka maupun nggak suka, enak maupun nggak enak. Hmm... hmm... hmm... mulai sedikit menyangkali diri nih & mulai ada gelagat untuk siap-siap pikul salib lagi... mati lagi yuk!!!

O God... apa sih sebenernya salibku? Kayak gimana sih kukMu yang katanya enak itu? Teach me privately once again, please... Aku perlu pengertian & pemahamanMu yang mencerahkan & menerangi batinku... semoga bahasaku barusan nggak terkesan nggombal di mataMu, Bro...

Bapa, aku bertobat dari keangkuhan & kesombonganku beberapa waktu yang lalu... mungkin aku merasa diriku sebagai yang paling hebat & tidak menyadari aku telah melanggar batas-batas yang telah Engkau tetapkan... apalagi ya? Forgive me, please... Remind me that I cannot live without You all the time... Thank's... for You Are so good! Haleluya... hehe...

Tuhan Yesus, apa rencanaMu selanjutnya? Aku dah kehabisan stok ide nih... Ayo donk, kasih tahu aku sesuatu yang fresh, yang bikin aku lebih hidup lagi... coz You gak ada matinya! Hehe... setuju gak? Harus, donk! Makasih untuk tetap stay the same & nggak pernah bosan terhadapku padahal aku sering nakal dan nggak konsisten... hehe... namanya juga anak-anak... tuh, kan... ngeles lagi... ^.^

We, iya... aku belum cerita gambarku kemarin... yah, nanti atau besok aja, ya... Aku mau mandi dulu... bau nih... aku aja nggak tahan... hehe... tapi Tuhan suka, kan? Bau badan yang alami & nggak pake apa-apa untuk menutupinya... itukan Kamu juga yang bikin... ya toh?

Tidak ada komentar: