Selasa, 23 Oktober 2007

About Salvation

24 Desember 2006

Bapa...
aku merasa bingung... sekali lagi aku nggak tahu mau ngomong apa... Hari ini aku banyak tidur, entah karena beneran capek atau cuma pingin tidur aja... Saat aku mendengar orang2 pada menyerukan adzan maghrib, aku merasa sedih... aku mendapati adanya perbedaan yang nyata antara seruan mereka yang belum percaya dengan seruan anak2Mu... Spirit atau semangatnya berbeda banget... Bagi mereka yang masih dalam penghukuman karena belum percaya, seruan mereka mengandung unsur kemarahan & ketakutan sedangkan bagi kami anak2Mu, setiap pujian & doa yang kami naikkan mengandung kesukaan, kecintaan, & tidak ada rasa takut atau marah karena kami tahu bahwa kami sudah tidak ada di bawah penghukuman. Emang sih, belum semua juga anak2Mu yang bener2 ngerti & hidup di dalam kebenaranMu tentang keselamatan yang sederhana itu sehingga mudah ditipu, diombang-ambingkan, bahkan sampai disesatkan. Sesat masih mending karena masih bisa dicari & dibawa pulang. Tapi paling parah kalo dah murtad, mengeraskan hati sehingga gak mau terima kasih karuniaMu lagi... Memang bener kalo sampai seseorang bisa terima & yakin bahwa dia sudah selamat itu semua karena anugerahMu saja... untuk itu aku amat sangat bersyukur sama Engkau, Bapa, karena at least aku punya kepastian dalam hatiku bahwa aku sudah selamat. Untuk urusan bagaimana meyakinkan orang lain tentang jaminan keselamatan yang cuma ada di dalam Yesus ini, aku berserah total aja sama Engkau, Bapa... Sebab aku sadar bahwa kalo seseorang bisa bertobat & lahir baru itu bukan karena pintarnya manusia berkata-kata ataupun membujuk rayu melainkan oleh karena pekerjaan tanganMu sendiri oleh keterlibatan Roh Kudus... Jadi, nggak ada yang namanya formula atau rumus instan untuk bisa membuat seseorang kenal Tuhan Yesus & memperoleh kerajaan Sorga, apalagi sampai dimetodekan. Hmm... kalo mau nulis tentang ini bisa panjang banget, Bapa... gimana nih?

OK deh, daripada bengong nggak tahu mau ngapain & untuk menghindari rasa bersalah akibat menyerahkan urusan tetek bengek skripsi sama ibuku, lebih baik aku pakai waktu yang ada ini untuk nulis tentang KESELAMATAN. Hehe... itung2 sebagai langkah awalku ngerjain panggilan surgawiMu,Bapa... Tapi jangan kecewa ya, kalau aku nggak sepiawai atau selihai ahli2Mu yang lain dalam bidang ini... So, sugeng midhangetaken...

Bapa, apa sih definisi dari "selamat"? Mengapa begitu penting sih? Siapa yang punya ide ini? Di mana, kapan, & bagaimana seseorang bisa dikategorikan "selamat"? Hehe... pertanyaan yang ketoke nggak penting banget ya buat kita2 yang dah pasti selamat. Tapi, buat mereka2 yang masih belum atau gak gitu yakin selamat, mungkin penting banget. Ya, kan? So, gimana nih enaknya... hmm... Karena aku nggak gitu mahir & kompeten untuk urusan penjabaran, pemaparan, presentasi, etc yang njelimet2 itu, maka biarlah aku serahkan bagian ngajar-mengajar ini sama temen2 & saudara2ku yang lebih berkompeten... Hehe, silakan... Aku akan nyeritain apa yang kualami sendiri aja meskipun amat sangat subjektif & tidak ilmiah karena tidak mengikuti kaidah2 metodologi yang baku. (Makanya aku tuh nggak gitu cocok sama dinamika dunia akademik yang metodologis abis... ^.^)

Hmm... mulai dari mana ya? Yang aku inget adalah aku kenal Tuhan itu sebagian besar di sekolah karena aku kan anak sekolahan... dah lulus SMA, lho... Di sekolah, aku diajari & belajar (yang mana duluan aku nggak gitu ngerti) banyak hal tentang sejarah (di mana Tuhan menjadi otak super cerdas di balik layar) dan kebenaran2 Tuhan dalam Alkitab (thx to Bu Herlin, Bu In, & Pak Noer). Waktu SD, aku diajarin bahwa Tuhan Yesus itu mati bukan cuma buat orang Kristen aja melainkan juga untuk semua orang apapun keyakinannya. Terus ketika SMP, aku baru tahu kalo Tuhan Yesus itu satu2nya jalan untuk selamat atau untuk sampai kepada Bapa (Yoh 14:6). Waktu SMP juga, aku dapat pewahyuan yang lembut, langsung masuk ke pikiranku & aku langsung ngerti, yaitu bahwa Yesus Kristus itu adalah Allah. Jadi, Yesus bukan sekedar nabi atau manusia suci, tapi Yesus itulah Tuhan yang kita sembah sebagai Allah. Waktu SMA, aku diajarin untuk doa minta Tuhan Yesus masuk dalam hatiku sehingga menurut standar ajaran Injili, aku sudah lahir baru (meskipun aku belum ngerti apa itu). Aku baru "ngeh" dengan hal2 rohani & kebenaran2 dasar itu waktu retreat umum kelas 2 di mana aku mengizinkan intervensi Tuhan dalam bentuk apapun (terserah Roh Kudus) masuk dalam hidupku. Kemudian, aku baru bener2 ngerti, meskipun belum 100% berjalan sesuai apa yang kuketahui, & mendapat jaminan pasti bahwa aku sudah termasuk warga kerajaan Sorga. Aku sudah dimateraikan oleh Roh Kudus dengan cara yang di luar batas pemahaman manusia. Jadi, meskipun aku jatuh bangun & sering mbingungi sendiri bahkan sampai bikin orang lain ikut bingung, aku tetep selamat sentosa dalam Tuhan Yesus. Buktinya, meskipun aku jatuh berulang kali & sempat mau undur diri, Roh Kudus tetap menopangku & mendorongku untuk terus hidup dalam Tuhan. Intinya, memperoleh & mempertahankan keselamatan itu nggak bisa pakai kekuatan kita sendiri tetapi hanya bergantung pada Roh Kudus. Itulah yang namanya kasih karunia Tuhan.

Well... sulit juga ya mau nulis tentang apa yang aku ketahui secara pasti... yah, namanya juga lagi belajar... ya nggak, Bapa? Sekarang enaknya ngapain lagi, ya? Jam setengah 8 nanti mandi ah... terus habis itu, kita lanjutin lagi ngobrol2nya...

Tidak ada komentar: