Kamis, 18 Oktober 2007

Sukacita Mode ON

22 Desember 2006

Bapa...

tahu nggak... (pasti tahu donk) alasan kenapa aku suka nulis itu kenapa? Karena aku suka liat tulisan tanganku sendiri... lucu imut gitu deh... aneh nggak sih? Apapun yang aku tulis, aku tetap suka, mau jelek apa bagus... apakah ini yang dikatakan oleh orang2 awam sebagai narsis? Belum tahu mereka makna sebenarnya dari narsis... hehe...

Bapa, aku mau jadi penulis yang konsisten nulis terus meski apa pun yang terjadi... bukan demi uang ataupun ketenaran... dan lebih dari kepuasan hatiku sendiri... tetapi eh melainkan dink, demi kesenanganMu & kesenanganku... karena sukacitaMu adalah sukacitaku juga... tul gak? Jadi, prestasi atau pencapaianku tidak ditentukan oleh seberapa besar kekayaan atau seberapa banyak penghargaan (award, reward, etc) dari manusia yang aku terima tetapi dari upahMu, kekayaan rohani, harta surgawi yang kekal... aku masih belum tahu bentuknya apa dan seperti apa nantinya... Yang aku tahu, semua yang bernilai kekal itu nggak akan lapuk oleh waktu dan nggak akan bisa dicuri oleh siapa pun. Wah, keren banget ya...

Bapa, semoga apa yang aku pilih untuk lakukan ini bukanlah melarikan diri dari kenyataan apalagi dari panggilanMu yang sebenarnya, melainkan sungguh2 & bener2 merupakan panggilanMu terhadapku yang sejati, sebenar-benarnya, & teristimewa untukku... menulis & terus menulis apapun yang mengalir dari hatiku yang penuh dengan aliran2 sungai sukacitaMu & berbagai macam bentuk aliran lain dari sungai kehidupanMu... Pokoknya siapa pun yang membaca hasil tulisanku itu, apapun kepercayaan atau agamanya, laki2 atau perempuan, besar atau kecil, tua atau muda, pintar maupun bodoh, akan memperoleh sesuatu yang amat sangat berharga yaitu sepercik kehidupanMu yang akan bikin hidup lebih hidup... LOSTA MASTA! (apa sih artinya?) Nanti aku akan menulis cerita2 yang sederhana aja dulu, nggak terlalu njelimet atau filosofis, yah... mirip cerita anak2 gitu... Terus makin lama makin seru & complicated seiring dengan makin intensnya aku nulis sambil berjalan bersamaMu & di dalamMu... Ntar kan kelihatan bedanya antara tulisan2 terang & kebenaran dengan tulisan2 'kelabu' & sumir yang banyak menjamur di Indonesia khususnya dan seluruh dunia pada umumnya... Aku cuma ingin menunjukkan bahwa di tengah kegelapan yang kacau, terang Tuhan--meskipun kecil mungil plus imut--jauh lebih indah & berkuasa sehingga kegelapan akan menyingkir. Daripada ikut2an mengutuki kegelapan dan larut di dalamnya, mending juga menyalakan terang meskipun hanya sebatang lilin... hehe...

Yang jelas, Bapa, aku akan tetap menjaga mahakarya kita, our masterpiece of idea, The True Love Story of Nevaeh, dengan sangat hati-hati seperti anakku sendiri... hehe... meskipun aku belum bersuami & belum pernah ngurus anak... yah, itung2 menghayati gimana rasanya jadi Maria... hehe... Maria kan tunangannya Yusuf PB n Yusuf (PL & PB) adalah kriteria utama my future husband... yah, diklop-klopin gitulah... biar cocok & jodoh... yang kreatif2 dikit donk, biar nggak oon2 banget... hehe... Dan sebagai Maria, aku akan menjaga terus apa yang Engkau percayakan ini, Bapa... bless us, please... & thank you for trusting us... in the name of Jesus, amen... haleluya... hehe...!



Selamat Hari ibu!!!!




Na... proyek besar kita, The True Love Story of Nevaeh, akan dimulai dengan satu pribadi yang namanya Grace... belum ketemu nama panjangnya... tapi aku pingin make nama Grace soalnya artinya sama dengan namaku sendiri, Yohana. Hehe... narsis lagi? Biarin! Nanti, aku bakal banyak nggunain Grace untuk nyeritain banyak hal yang sudah kualami selama aku hidup di dunia ini... bisa dibilang, Grace adalah alter egoku di atas kertas dan di dunia imajinasi kita... So, segala hal yang terjadi dalam hidupku bakalan mempengaruhi jalan cerita yang akan dilalui si Grace ini... Yah, semacam pertaruhan jalan hidup... yang jelas, aku akan memplot ceritanya untuk senantiasa mengalirkan nuansa sukacita meskipun yang dihadapi amat sangat berat, kompleks, dan membingungkan... Jadi, bisa dibilang, misi utama kita adalah menabur benih sukacita Ilahi yang kudus & murni sehinggan nantinya yang bakal kita tuai adalah buah2 sukacita yang kudus & murni juga... Ngomong2, buah sukacita itu kan merupakan salah satu bentuk dari sembilan buah Roh yang terdiri dari: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22). Hmm... hmm... hmm... wait a minute... let me go back to my family, the family which God has trusted to nusture me...
Tet tereeeet... Keluargaku... I discover that buah Roh yang paling menonjol & menjadi ciri khas keluargaku adalah: sukacita. Kami sekeluarga emang jarang ngomong dari hati ke hati, curhat, dsb seperti layaknya "orang dewasa". Tetapi, jangan salah, kami sekeluarga punya selera humor yang amat sangat unik... kami suka sekali menertawakan segala sesuatu, termasuk diri kami sendiri... Dari kerajaan surga di atas sampai kerajaan neraka di bawah, kami nggak sungkan2 unutuk tertawa karena selalu adaaaa aja yang bisa dijadikan bahan guyonan. Dari Kejadian sampai Wahyu, pasti ada poin2 kecil yang jarang diperhatikan orang, atau mungkin sering diperhatikan tetapi penafsirannya itu2 aja, yang dapat membuat kami sekeluarga tertawa terpingkal-pingkal karena entah gimana, Tuhan memberikan kami sudut pandang yang lucu & nggak biasanya. Sebagai contoh, tentang maut & kerajaan maut. Entah gimana, kami sekeluarga kok nggak takut atau gentar ya dengan yang namanya Ma' Ut... Siapa itu Ma' Ut? Pasti bakalan dijawab: istrinya Pak Ut. Dan... Gerrr!!! Ketawalah sudah... Apalagi, bapak & ibuku setiap harinya sudah sering berhadapan dengan maut, maksudnya adalah pasien2 yang ditangani oleh mereka... hehe... Dan, mereka sering membuat lelucon2 segar tapi kadang jayus juga tentang pasien2 mereka... sehingga, stres atau depresi nggak gampang menyerang mereka. (Mungkin itu sebabnya bapak ibuku bisa bertahan hidup & menang sampai hari ini...^.^ )
Well, setelah mereview keluargaku dari sisi tersebut di atas, aku jadi makin bersyukur sama Engkau, Bapa... Aku jadi semakin menghargai "keunikan" yang Engkau taruh dalam keluargaku... Aku nggak lagi menyesali kebiasaan2 dalam keluargaku yang seneng gojeg & ketawa2... Sorry ya, kalo aku dulu pernah minder & malu dengan hal ini... hehe... (Bapa: dimaafkan... tok.... tok.... tok....!!!) Baru aku sadari bahwa sukacita dariMu inilah yang menjadi kekuatan bagiku sehingga aku sanggup berdiri & menyatakan kemenangan & kemuliaanMu di tengah2 dunia. Horeee!!! Hm... dah cukup belum nih intermezonya?
"Mi, ayo ngobrol lagi tentang sukacita... tentang proyek Kita, dipending dulu... Aku pingin denger ceritamu yang lucu2 dulu... hehe," itulah inhterpretasiku atas suara hati yang tiba2 menginterupsiku barusan. OK deh, Your wish is my command, Boss!
Hmm... sukacita, ya... Nggak tahu ya mau ngomongin apa... aku nggak pinter ndobos & ngomong panjant lebar nih... Barusan aku buka2 lagi tulisan2ku kemarin, dan, hei... emang bener sih... kesan yang aku tangkap dari membaca-baca sekilas adalah: lucu, ceria, imut, kekanak-kanakan, & bikin gemes... Apa emang gitu ya ciri khasku kalo lagi nulis? Hehe... keren juga... Aku mau ciptain nama buat aliran tulisanku ah... Namanya adalah...eng ing eeeng... "LUCUIMUTISME"... hehe... wagu, yo... Lha, masih belum ketemu nama yg lebih keren je... ya maap. Palagi nih? Bingung je, mau cerita apa... Eh, Bapa... pssst... tak kandhani, ya... dulu pas SMA, menurut mas Doei, aku ki ndhagel banget lho... Ah, ndhagel piye to? Aku kok nggak ngerasa... hehe... Masak sih? Ndhagel di mananya? Apa aku sedemikian imutnya sehingga bikin banyak orang kepincut (kecuali mas Doei T.T)? Hehe... ini nih yang namanya narsis...
Eh, kebelet pipis nih, Bos... tak ke belakang dulu ya... hehe... Trus habis itu aku mau nggarap PRku yang menyenangkan itu dulu... I Love You, Boss! (judul sinetronnya keren juga... ^.^)

Tidak ada komentar: