Rabu, 31 Oktober 2007

Kritik Sosial Nih Ceritanya...

3 Januari 2007

Dear God, my Father...
ugh, aku agak gemes denger2 berita akhir2 ini. Mulai dari mana nih ceritanya? Oke deh, mulai dari hal2 yang aku sukai dulu... Yang pertama yaitu tentang film Indonesia masa sekarang. Aku salut & bangga banget dengan kakak2ku, mas2 & mbak2 yang telah begitu luar biasanya melakukan sesuatu yang berarti dalam bidang perfilman. Sebut saja mbak Mira Lesmana, Nia Dinata, Riri Riza, dll yang karya2nya bener2 keren... berbobot tapi tetep enak ditonton. Idealis tapi juga praktis dan dinamis. Dimulai dari film "Petualangan Sherina" yang fenomenal dulu sampai sekarang--sebut saja "Gie" dan "Berbagi Suami"--di mana karya2 mereka selalu menggebrak dan mencerahkan. Yang aku suka adalah: mereka melakukan ini semua karena "they really love it", mereka punya passion & nggak begitu mikirin masalah2 nggak penting seperti "cita2 mulia mengangkat harkat & martabat bangsa di mata dunia". Karena aku suka (nonton) film yang bermutu, maka aku amat sangat mendukung perjuangan mereka yang begitu concern bikin film Indonesia ini. Tambah salut lagi ketika tadi aku liat beritanya di Metro TV bahwa mereka melakukan tindakan simbolis dengan mengembalikan piala2 Citra yang mereka terima dari FFI kemarin. Wow! Keren banget! Seharusnya cukup menampar muka para penggedhe2 atau sesepuh2 dunia perfilman Indonesia yang cuma bisa berkoar-koar tentang idealisme di media massa tapi mandul dalam berkarya. Kalo toh nggak mandul, karya yang dihasilkan malah nggak laku di pasaran karena terlalu idealis, nggak membumi. O God, I really appreciate what they (Mira Lesmana cs) have done. Bless them, Lord! Soale aku pingin liat gebrakan2 selanjutnya yang bikin aku sebagai orang Indonesia yang cinta film ini puas & bangga.

Terus yang kedua adalah tentang kasusnya bos KR yang sayangnya nggak terlalu banyak dimuat di KR. Curang ya, nggak adil. Mentang2 bosnya sendiri, berita2 yang menyudutkan itu nggak banyak dimuat. Jujur, God, aku agak2 nggak sreg sama KR.Berita2 yang dimuat kebanyakan bad news melulu. Plus lagi, lebih banyak menyoroti sisi2 negatif yang ada di masyarakat daripada sisi positifnya. Gimana bisa maju kalo nggak termotivasi dengan baik? Gimana bisa termotivasi dengan baik kalo nggak terinspirasi dengan bener? Gimana bisa terinspirasi dengan bener kalo beritanya negatif melulu? Masa' yang dieksplor cuma kemiskinan, penderitaan, musibah, dkk terus? Masyarakat yang baca jadi tambah takut & pesimistis, kan? Kapan cerdasnya kalo dicekoki kaya' begituan?! Huh, sebel! Sebel! Kayaknya perlu ada perubahan pada filosofi jurnalistiknya nih. Jurnalisme yang membangun & bukan merusak itu adalah yang selalu mencari mutiara2 di balik tumpukan kotoran & bukannya menyumpah-nyumpahi kotoran2 yang emang jelek & bau itu. Saking sibuknya mengutuki hal2 yang emang dah jelek, jadinya malah lupa deh nyari mutiara terpendamnya. Pantesan miskin terus, nggak kaya2... Huh! God my Father, please send Your mercy to this city, especially to those who are supposed to be treasures hunter so they can enrich the people. Bless them who are supposed tobe the light bearer so they can enlight the world with Your light, Lord. Berkati bos KR, Bapa, supaya bener2 cari wajahMu & sukur2 nemu kerajaanMu & kebenaranMu (which is Jesus Christ), shg dampak yang dihasilkannya pun bener2 memberkati & memuliakanmu, Bapa.

Palagi, ya? Thank's for Your mercy today, Lord... I really2 apreciate that, Father.

Tidak ada komentar: