Senin, 22 Oktober 2007

Bagian Pertama

23 Desember 2006





Bapa...


aku bingung mau bilang apa... mau mengeluh apa berterima kasih... mau merasa seneng apa malah malu... Habis, aku bener2 nggak bisa sendiri, aku amat sangat ketergantungan... yang terutama tentu aja sama Engkau, Bapa... terus (atau tapi) kemudian juga sama orang lain. Di dunia yang selalu menganjurkan "Do it by yourself" untuk bisa dikatakan berhasil, kok aku malah "I can't do anything without You (& others)". Jadi, menurut standar dunia pada umumnya, aku ini termasuk dalam kategori "Looser". Karena, aku emang nggak umum. Aku ini orang yang berkebutuhan khusus, nggak bisa berdiri sendiri & (selalu) membutuhkan dukungan (& bantuan) dari pihak lain untuk bisa berjalan maju. Ini gimana, Bapa? Apakah aku termasuk golongan orang yang "celaka" karena selain mengandalkanMu, aku juga (masih) bergantung pada orang lain?





Untuk saat ini aku masih belum bisa berkomentar & menilai dengan jujur & adil. Mungkin setelah lulus nanti aku baru bisa membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku ini termasuk ke dalam golongan orang yang "diberkati" & bukannya golongan orang yang "celaka".





Satu2nya pengharapanku saat ini yang memampukanku untuk tetap bertahan & melangkah maju sedikit demi sedikit menuju hari depan yang penuh harapan adalah apa yang aku yakini, imani & amini sebagai panggilanMu yang utama dalam hidupku, yaitu: MENULIS. Karena, bagiku menulis adalah cara yang paling cocok untuk lebih mengenal hidupku, duniaku, dan Tuhanku. Aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa perlu pake topeng atau polesan macam apa pun ya saat aku menulis-nulis kaya' gini ini, Bapa... ^.^





Bapa, aku punya satu permohonan lagi & aku percaya pasti Engkau juga setuju. Aku pingin jadi teman dekatnya Nada... anaknya mas Irawan sama mbak Novi itu... Alasannya? Nggak tahu kenapa & gimana, pingin aja... Mungkin sekalian belajar gimana rasanya kalo punya adik kecil, karena aku kan anak bungsu di rumah... Hehe... Yah, itung2 sbg latihan kalo besok punya anak... hehe... Bapa, aku kalo sama siapa saja, nggak peduli berapa pun umurnya, cowok ataupun cewek, sekarang kok bawaannya pingin berteman melulu ya? What's the matter with me? Jiwa seorang temankah ini yang Engkau taruh dalam diriku? Wow... keren juga tuh... Alasannya berteman, ya cuma pingin ngobrol2 atau main2 bareng, seperti layaknya teman... Sesuatu yang wajar & biasa kan, tetapi sebenernya amat sangat luar biasa. Saking sederhananya, nggak banyak orang yang sadar bahwa Engkau sedang mengerjakan sesuatu yang "wow, keren!" saat kami anak2Mu ngumpul2 bareng sekedar untuk duduk2, ngobrol, gojeg, main, en so on... ^.^





"Berbahagialah kamu, Mi... (lanjutin sendiri, ya... hehe)", kata2 yang barusan muncul/ timbul dalam benakku (BTW, "benak" itu secara anatomis letaknya di mana ya? Ada yang tahu? Hehe)





Thx, Bapa... Nanti, setelah aku semakin deket sama si Nada yang imut lucu itu, mungkin aku bakalan dapat banyak ide untuk ngembangin ceritanya si Grace... mungkin Nada bakalan aku tambahin untuk ngisi kekurangannya Gita dalam karakter Melody... Hehe...


Hmm... wait a minute... kabarnya Gita sekarang gimana ya, Bapa? Lama nggak ketemu... Antara Gita & Nada, aku mendapati ada beberapa kesamaan & perbedaan... Persamaannya adalah sama2 memiliki gambaran ibu yang telah dirusak (oleh si jahat T_T), sama2 cantik & menarik... Perbedaannya, wah... banyak banget donk! Yang jelas & pasti, mereka--Gita & Nada--sama2 unik & nggak ada duanya. Nggak ada yang bisa nggantiin posisi mereka (di hatiku & hatimu terutama) meski dengan 10 pangkat n malaikat surgawi sekalipun. Karena itu, sebisa mungkin, aku akan jaga hubunganku dengan Gita & Nada supaya nggak rusak... hehe... sok2an banget ya kelihatannya... Tapi, nggak ah... aku serius & tulus, kok, Bapa... Jadi, tenang aja... percayakan aja padaku sama seperti aku mempercayakan hal2 yang berharga dalam hidupku padaMu, Bapa...



Wow, Bapa... saat aku mulai berpaling 100% serius untuk memenuhi panggilanMu (yang sebenarnya "cuma" aku imani karena aku belum pernah denger suaraMu secara audibel, so... ini "cuma" sebatas kesimpulanku) untuk menulis, aku merasa nggak kuatir lagi akan masa depanku... aku nggak kuatir lagi akan pasangan hidupku... aku nggak kuatir lagi akan bagaimana aku hidup... Sekali lagi, prinsip kerajaan Allah semakin terpatri & diteguhkan dalam hatiku... So, here I am, Lord... I will follow You wherever You go... Aku nggak takut lagi akan apa pun juga karena Engkau yang menaungi & memeliharaku... Bagianku adalah terus menulis apa pun yang Engkau taruh dalam hati & pikiranku, urusan selanjutnya itu bagianMu... Yes! I found it! Thx, Father!



"You're welcome!"

Tidak ada komentar: