Minggu, 14 November 2010

BP Wonosari tempat Mengungsi ^^


Kembali ke BP Wonosari meskipun bukan jadwalnya karena menggantikan Yiska yang harus ikut pelatihan. Hati terasa ringan dan tidak ada beban. Karena ke wonosari, maka tidak bisa untuk ikut naik ke posko pengungsian Merapi di Banteng maupun Atmajaya. Dari 5 sekawan genk IGD, cuma aku saja satu-satunya yang belum pernah ditugaskan di posko merapi. Berpikir positif saja. Mungkin karena ada alasan yang lebih baik. Tetap semangat!!! Bagaimana tidak semangat... setiap kali ke BP Wonosari, pasti ada saja waktu untuk istirahat yang paling nikmat. Di manakah itu? Tidak lain tidak bukan adalah di "limosin putih" mobil ambulance yang tiap pagi mengantarkan pulang pergi Bethesda-BP-Bethesda. Entah kenapa, setiap kali naik si limo putih, rasa kantuk tidak dapat ditahan. Maka, tidak ada cara lain selain tidur untuk mengatasi rasa kantuk berat itu. Walhasil, aku jadi jarang banget ngobrol sama the driver, mas Arif. Padahal kan asyik tuh ngobrol... hehe...

Meskipun BP Wonosari kecil dan tidak ber-AC, aku selalu merasa nyaman berada di sana. Seperti di rumah sendiri. Mungkin masih belum bisa mengaktualisasikan diri sendiri 100% sih, karena aku masih merasa sangat kurang kompeten. Padahal sudah dibooster dengan semangat pagi dan belas kasihan. Tapi sepertinya itu semua belum cukup ya. Dan nggak ada yang bisa menggantikan kompetensi yang hilang selain dengan belajar kembali. Mungkin di antara para dokter yang ditugaskan di sini, akulah yang kompetensinya paling memprihatinkan. Tapi aku tahu aku tidak boleh minder, tidak boleh berlarut-larut berkecil hati, tidak boleh patah semangat. Aku masih harus terus maju sampai menemukan minat sejatiku. Selama ini aku gembar-gembor nggak suka dengan dunia klinis, lebih suka dunia ilmu kesehatan masyarakat. Nah, sekarang waktu tanggap darurat bencana merapi ini, aku perlu mengecek kembali apa yang kuyakini itu. Sungguhkah aku cocok berada di lingkungan yang kugembar-gemborkan itu? Aku sudah lihat sekilas bagaimana suasana posko pengungsian di Banteng, poskonya YEU. Kurang lebih begitulah lingkungan kerja yang jadi wilayah IKM. Salah satunya. Apakah aku cocok di situ? Hmmm... Entahlah...

Hari ini di BP Wonosari ada satu pasien yang juga merupakan pengungsi dari daerah Cebongan, Sleman. Datang dengan keluhan panas, menggigil, sakit perut kanan bawah. Setelah dicek darah, didapati angka lekositnya tinggi, khas appendisitis. Aku sudah menawarkan untuk dirawat di RSB Yogya. Sekarang tinggal menunggu. Semoga gak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kasihan, sudah mengungsi, masih harus menderita sakit. Kiranya Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar: