Senin, 22 November 2010

Reveal

Terbuka kembali satu sisi kehidupanku yang telah lalu dan mungkin terkubur. Mungkin ini salah satu penyebab mengapa aku sampai mengalami goncangan jiwa sedemikian rupa. Aku diingatkan akan hal ini setelah aku membaca sedikit dari novel Doctors. Aku ingat, usia 18 adalah usia di mana aku lulus SMU dan mulai masuk kuliah. Di usia itu pula, aku sedang begitu antusias dan semangat untuk mengejar hal-hal rohani. Mungkin lebih tepatnya, supaya dipandang rohani. Entahlah. Yang jelas, ada ketidakseimbangan jiwa yang kronis. Di satu sisi aku begitu ingin tampil serohani mungkin, di sisi lain aku kesulitan berkomunikasi dengan orang-orang terdekatku. Begitu keras dan kaku. Ketika beban hati semakin bertambah dengan hal baru, yaitu mulai pacaran back street, sementara masih ada ambisi yang kuat untuk ingin selalu menjadi nomor satu, maka semakin dekatlah aku pada kegoncangan jiwa. Seandainya waktu itu aku bisa bersikap jujur dan terbuka, bukannya sok kuat dan sok rohani, mungkin aku gak akan mengalami yang namanya goncangan jiwa. Seandainya aku bisa menekan egoku dan mulai bersikap rendah hati, maka aku nggak perlu jatuh dalam siklus manik depresi. Tapi aku bersyukur untuk semua yang telah kualami. Semua menjadi berkat. Semua dipakai Tuhan untuk kebaikanku. Aku tidak larut dalam penyesalan diri yang tidak ada habisnya. Semua bisa menjadi bahan pelajaran berharga. Terima kasih, Tuhan Yesus.

Mungkin aku belum bisa cerita secara detil sekarang. Tapi aku bersyukur karena sedikit demi sedikit aku bisa menilai kembali diriku dengan lebih jernih. Baru segini yang bisa kupahami. Tapi tidak mengapa. Lama kelamaan pastilah Tuhan bukakan semua yang masih menjadi pertanyaan besar dalam hidupku. Masa lalu tidak lagi menghantui. Sebaliknya, aku malah menemukan harta rohani yang begitu berharga saat aku menggali kembali ingatanku. Tentunya dengan bimbingan Roh Kudus. Sekali lagi terima kasih buat Bapaku terkasih.

2 komentar:

capasitor mengatakan...

saat itu aku belom mengenal dek mimi hihi... sekarang harus bisa lebih baik lagi...dah ada yang mau diajak berbagi beban...

mimi imut mengatakan...

hihi... iya iya... berdua lebih baik daripada seorang diri... makasih, mas cah... ^^