Senin, 22 November 2010

Captivated

Ya Tuhan Yesus... bagaimana rasanya menanggung beban seluruh dunia di pundakMu? Bagaimana rasanya merasakan kepedihan dan kesia-siaan seluruh umat manusia di hatiMu? Aku baru membaca sedikit buku novel tebal berjudul Doctors karangan Erich Segal. Gila, sungguh gila. Benar-benar top markotop. Sungguh-sungguh mantap. Aku sampai kekenyangan dibuatnya. Maksudku, aku sampai kemlakaren. Jiwaku mendapatkan makanan berat yang membuatku merasa amat sangat kenyang kenying. Aku menjadi larut dalam haru biru perasaan yang campur aduk. Campuran antara kekaguman dengan kengerian. Aku merasakan pahit manisnya kehidupan manusia yang fana dan sia-sia. Kesia-siaan yang tergambar melalui cerita fiksi yang didasarkan oleh hasil riset dan pengamatan yang amat jeli. Ditambah dengan perenungan yang cukup dalam tapi tetap ringan untuk bisa dipahami oleh orang awam. Baru membaca sebagian kecil novel itu saja sudah membuatku merasa seperti memikul beban dunia. Hiperbolis ya. Maksudku, aku seperti dibukakan kembali akan diriku sendiri. Aku seolah bisa bercermin, melihat diriku sendiri.

Novel yang kubaca itu berkisah seputar kehidupan mahasiswa kedokteran Harvard tahun 50an. Penuh dengan dinamika dan romantisme, meskipun tidak melupakan aspek-aspek teknis. Yang bikin aku begitu tergetar dan takjub adalah tentang sisi psikiatri atau kejiwaan yang digambarkan dengan demikian suramnya. Aku masih belum bisa bercerita banyak di sini, karena masih terjebak oleh kesan mendalam yang kurasakan. Tapi overall, puji Tuhan Yesus, aku tidak salah membeli buku. Aku merasa tertantang untuk menyelesaikan membacanya dan menarik intisari yang mengena bagi jiwaku. Kuharap aku pun mampu menciptakan karya seperti itu. Doakan saja ya. Aku akan berusaha.

Tidak ada komentar: