Jumat, 19 November 2010

Reportase

Aku sudah menghabiskan lebih dari 200 ribu rupiah untuk membeli buku-buku yang kuharapkan bisa mengenyangkan lapar jiwaku. Buku yang pertama kubaca adalah novel tebal berjudul Doctors karangan Erich Segal. Aku berharap mendapatkan gambaran yang konkret dan memberiku semangat tambahan dalam menjalani kehidupanku sebagai seorang dokter. Aku kan sudah berulang kali gembar gembor bahwa aku nggak suka menjadi dokter dan aku nggak cocok jadi klinisi. Mungkin dengan membaca novel ini, aku mendapatkan inspirasi yang mendorongku untuk terus maju sampai aku mendapatkan minat sejatiku. Amin. Buku berikutnya yang akan aku baca adalah Eat, Pray, Love yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Aku sudah nonton filmnya. Meskipun demikian, aku masih merasa kurang puas. Aku ingin menyelami lebih dalam lagi pergumulan batin yang dialami oleh si penulis. Siapa tahu aku pun mendapat masukan yang berharga sehingga semangatku untuk hidup semakin dikuatkan. Amin. Selanjutnya, aku mau membaca buku dwiloginya Andrea Hirata. Tidak diragukan lagi, Andrea Hirata adalah penulis favoritku. Sekelas dengan Pram. Tulisannya bernas dan tidak monoton, sarat akan makna dan pengetahuan. Semoga dwiloginya ini mampu menggetarkan hatiku sama seperti tetraloginya. Amin. Buku pegangan neurologi pun nggak ketinggalan aku beli, mumpung sekarang aku lagi dijadwalkan ikut di SMF saraf selama sebulan. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ya. Meskipun seharusnya aku sudah katam membaca waktu kuliah dulu, aku mau membaca sekarang supaya aku tidak menjadi dokter yang membahayakan pasien. Semoga dengan membaca-baca sedikit demi sedikit, aku bisa semakin terampil dan berwawasan sehingga semakin percaya diri dalam memeriksa pasien. Amin. Semoga uang dua ratus ribu lebih itu tidak sia-sia kuhabiskan di Toga Mas. Aku serahkan semua ini ke dalam tangan Tuhan Yesus. Ini lho Tuhan, laporanku. ^^ ACC??? hehe...

Tidak ada komentar: