Minggu, 13 Maret 2011

Kita Adalah Garam Dunia

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Matius 5:13

Kita adalah garam dunia. Oleh karena itu, adalah suatu keniscayaan bagi kita untuk memberikan "rasa asin" bagi sekeliling kita. Rasa asin itu adalah pengaruh atau dampak. Apa pun yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan pastilah berdampak bagi sekeliling kita. Mungkin kita tidak begitu menyadari pengaruh apa yang sudah kita sebarkan. Tapi, selama kita hidup di dalamNya, maka pengaruh itu sudah pasti positif dan bernilai kebenaran.

Dengan pengaruh itu, kita mewarnai dunia di sekeliling kita. Warna yang unik dan menarik tidak ada duanya. Yang jelas, warna itu berdampak menghidupkan dan menyegarkan. Jika kita tidak ada, maka dunia akan kehilangan salah satu warnanya. Oleh karena itu, kita patut bersyukur atas keberadaan kita yang unik ini.

Sebagai garam dunia, kita tidak sembarangan mengasinkan tetapi bekerja sesuai dengan perintah dan pengutusan Tuhan. Dialah yang "menaburkan" kita di mana pun sesuai dengan kehendakNya. Di mana pun itu, kita akan senantiasa tinggal di dalamNya sehingga dampak dan keberadaan kita selalu membawa aura kehadiranNya. Oleh karena itu, kita akan berhenti mengeluh dan akan terus berjalan mengasinkan dunia di sekeliling kita. Amin!!!!!!!

2 komentar:

Pat and mom mengatakan...

Oww kebetulan sekali, minggu kemarin tema itu juga dibahas di gereja. Tapi pat tidak ikut mendengarkan, soalnya dia kan ikut kebaktian sekolah minggu ^^

mimi imut mengatakan...

@mama Pat: wah bukan kebetulan berarti kalau mendapat firman Tuhan yang sama... hehe... pat ikut sekolah minggu di mana ya? ^^